loading...
Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, latihan tembak langsung di perairan yang diklaim China di Laut China Selatan. Foto/Shepard Fosdyke-Jackson/US Navy
JAKARTA - USS Abraham Lincoln, kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), telah mengumbar tembakan selama latihan tempur di perairan yang diklaim China di Laut China Selatan.
Manuver militer Washington itu berlangsung pekan lalu, namun foto-fotonya baru dipublikasikan Layanan Distribusi Informasi Visual Pertahanan pada hari Senin.
“Kelompok Tempur Kapal Induk Abraham Lincoln sedang berlayar, melakukan operasi rutin di wilayah operasi Armada ke-7 AS. Unit-unit yang ditugaskan ke Armada ke-7 melakukan patroli Indo-Pasifik secara teratur untuk mencegah agresi, memperkuat aliansi dan kemitraan, dan memajukan perdamaian melalui kekuatan,” demikian keterangan foto-foto tersebut.
Baca Juga: Tetangga Indonesia Ini Berani Kecam China yang Latihan Perangnya Mengepung Taiwan
Menurut laporan The Stars and Stripes, Selasa (13/1/2026), seorang juru bicara Angkatan Laut AS menggambarkan latihan tersebut sebagai “operasi rutin". Laporan tersebut menambahkan bahwa latihan tembak langsung itu mencakup Sistem Senjata Jarak Dekat Phalanx.
Manuver ini digelar militer AS setelah China melakukan latihan tembak langsung pada 29 dan 30 Desember, yang mensimulasikan pengepungan Taiwan. China menyebut manuvernya sebagai latihan tempur "Misi Keadilan 2025".
San Diego Union-Tribune melaporkan pada November lalu bahwa USS Abraham Lincoln berangkat untuk penugasan, tetapi tidak menyebutkan ke mana kapal yang juga dikenal sebagai "The Abe" itu pergi. Beberapa kapal perang seperti USS Spruance, USS Michael Murphy, dan USS Frank E Petersen Jr menemani USS Abraham Lincoln dalam penugasan saat ini.
Pada bulan Desember, USS Abraham Lincoln tiba di Guam.
“Awak kapal saya sangat senang bisa kembali ke wilayah dunia ini, dan kami berharap dapat menunjukkan apa yang dibawa oleh kapal induk dan kelompok serang kapal induk dalam pertempuran,” kata Kapten Dan Keeler, komandan Abraham Lincoln, dalam sebuah unggahan Facebook, yang dikutip 19fortyfive.
“Para pelaut kami bersemangat untuk belajar dari budaya baru dan memperkuat kemitraan di seluruh wilayah selama penugasan kami.”
Venezuela dan Taiwan
Dalam hal kebijakan luar negeri, Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah berkonsentrasi pada Belahan Barat, terutama langkah terbarunya untuk menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro.
.png)

















































