Tahi lalat atau nevus adalah pertumbuhan kulit normal yang berkembang ketika sel penghasil pigmen (melanosit) tumbuh berkelompok. Tahi lalat muncul sebagai tanda kecil berwarna gelap, atau muncul dalam bentuk benjolan kecil seperti daging pada kulit.
Tahi lalat dapat muncul dalam berbagai warna, bentuk, dan ukuran. Misalnya, dikutip dari Cancer Council, salah satu jenis tahi lalat adalah nevus biru. Tahi lalat tampak biru karena kelompok sel penghasil pigmen berada lebih rendah di kulit, daripada bintik-bintik dan tahi lalat cokelat. Meskipun terlihat tidak biasa, umumnya bersifat jinak.
Sebagian besar anak memiliki tahi lalat. Tahi lalat biasanya muncul pada masa kanak-kanak dan awal masa remaja. Dilansir NHS, adalah hal yang normal jika:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Bayi lahir dengan tahi lalat.
- Munculnya tahi lalat baru, terutama pada anak-anak dan remaja.
- Tahi lalat memudar atau menghilang seiring bertambahnya usia.
- Tahi lalat menjadi sedikit lebih gelap selama kehamilan.
Sebagian besar tahi lalat tidak berbahaya, Bunda. Namun, beberapa jenis dapat berkembang menjadi kanker kulit. Paparan sinar matahari yang berlebihan, terutama di masa kanak-kanak, dapat meningkatkan jumlah tahi lalat, dan orang dengan banyak tahi lalat normal dapat memiliki risiko lebih tinggi terkena melanoma.
Tahi lalat tidak beraturan (nevus displastik atau atipikal) adalah tanda bahwa seseorang memiliki peningkatan risiko terkena melanoma dan risikonya meningkat seiring dengan jumlah tahi lalat yang dimiliki seorang anak.
Mengingat beberapa tahi lalat bisa berkembang menjadi kanker. Lalu, apa tanda orang tua perlu khawatir dengan tahi lalat di kulit anak?
Tanda orang tua harus khawatir dengan tahi lalat di kulit anak
Melihat tanda-tanda tahi lalat yang mencurigakan dapat memungkinkan kita untuk melakukan intervensi dini. Penting untuk mengenal kulit dan memeriksanya secara teratur. Berikut tanda orang tua perlu khawatir dengan tahi lalat di kulit anak.
1. Tahi lalat berubah dengan cepat
Jika tahi lalat tumbuh (atau berubah) dengan cepat, ini bisa mengkhawatirkan. Tahi lalat juga bisa mengkhawatirkan jika perubahan tersebut menyebabkan tahi lalat terlihat berbeda dari tahi lalat yang lain. Perubahan seperti itu bisa menjadi tanda melanoma.
2. Tahi lalat berbentuk kubah, memiliki batas bergerigi, atau mengandung warna yang berbeda
Dilansir American Academy of Dermatology Association, jika Bunda melihat pertumbuhan bulat yang menonjol pada kulit anak yang berwarna merah muda, merah, cokelat muda, atau cokelat, kemungkinan itu adalah nevus Spitz. Ini adalah tahi lalat yang tidak berbahaya yang biasanya muncul antara usia 10 dan 20 tahun. Anak juga dapat lahir dengan jenis tahi lalat ini.
Meskipun nevus Spitz tidak berbahaya, penampilannya bisa sangat mirip dengan melanoma, jenis kanker kulit yang paling serius. Bedanya, melanoma dapat berdarah, pecah, atau berbentuk kubah. Baik nevus Spitz maupun melanoma dapat memiliki lebih dari satu warna.
Tahi lalat seperti ini harus diperiksa oleh dokter kulit. Dalam beberapa kasus, dokter kulit akan ingin menghilangkannya. Namun, jika bintik tersebut tidak berubah, dokter kulit mungkin memutuskan untuk memantaunya dengan cermat. Terkadang, tahi lalat ini akhirnya menghilang tanpa perawatan.
3. Tahi lalat berdarah
Tahi lalat yang menonjol dapat tersangkut sesuatu dan menjadi iritasi. Namun, jika tahi lalat berdarah tanpa sebab, harus diperiksa. Tahi lalat yang terlihat seperti luka terbuka juga mengkhawatirkan. Perdarahan atau luka terbuka pada kulit bisa menjadi tanda melanoma.
4. Anak punya banyak tahi lalat
Wajar bagi anak atau remaja untuk memiliki tahi lalat baru. Pada saat anak menjadi dewasa, biasanya mereka memiliki 12 hingga 20 tahi lalat.
Namun, jika anak sudah memiliki lebih dari 50 tahi lalat, anak harus berada di bawah pengawasan dokter kulit. Beberapa anak yang memiliki banyak tahi lalat terkena melanoma di usia muda. Sebuah studi di Australia menemukan bahwa lebih dari setengah pasien berusia 15 hingga 19 tahun dengan melanoma, memiliki setidaknya 100 tahi lalat.
5. Tahi lalat besar
Kebanyakan tahi lalat berbentuk bulat (atau oval) dan lebih kecil dari penghapus pensil. Beberapa anak memiliki tahi lalat yang lebih besar. Anak-anak dengan jenis tahi lalat yang besar biasanya lahir dengan tahi lalat tersebut. Tahi lalat ini juga dapat muncul segera setelah lahir.
Memiliki tahi lalat besar atau raksasa meningkatkan risiko anak terkena melanoma dan masalah kesehatan lainnya. Risiko ini lebih besar ketika anak masih muda. Lebih dari setengah dari melanoma yang berkembang di tahi lalat berukuran besar didiagnosis pada usia 10 tahun.
Intinya, anak yang memiliki tahi lalat besar atau raksasa harus berada di bawah pengawasan dokter kulit. Jika dideteksi sejak dini, melanoma sangat mudah diobati.
Semoga informasi mengenai tahi lalat pada anak ini dapat membantu mengetahui tanda-tanda bahaya pada kulitnya ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
.png)
5 hours ago
5
















































