Kenapa Budi Arie Bicarakan Soal Koperasi Desa Merah Putih Saat bertemu Jokowi

20 hours ago 5

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM RI Budi Arie Setiadi mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada hari kedua Idul Fitri 1446 H di Solo, Jawa Tengah, Selasa, 1 April 2025. Dalam pertemuan tersebut, Budi Arie menegaskan bahwa tidak ada pembahasan politik di antara keduanya.

“Enggak, politik nanti setelah Lebaran. Kita ngomongin soal masyarakat,” ujar Budi Arie kepada awak media.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kunjungan tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari silaturahim Lebaran. Ia juga menekankan bahwa selama ini Jokowi selalu memberikan saran dan pemikiran terbaik untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Bahas Pemberantasan Rentenir dengan Koperasi Merah Putih

Dalam pertemuan tersebut, Budi Arie mengungkapkan bahwa mereka sempat membahas program pemberantasan rentenir melalui Koperasi Desa Merah Putih.

“Iya, memang harus hati-hati. Koperasi Desa Merah Putih menjadi alat instrumen untuk memberantas rentenir, tengkulak yang menyengsarakan masyarakat desa,” katanya.

Ia berharap koperasi tersebut dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di Indonesia. Budi Arie juga menyinggung bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran akan melanjutkan berbagai inisiatif Jokowi, termasuk dalam hal pemberdayaan ekonomi rakyat melalui koperasi desa.

“Selama sepuluh tahun pemikiran Pak Jokowi kan untuk masyarakat, bagaimana rakyat lebih berdaya. Nah, ini pemerintahan Pak Prabowo-Gibran melanjutkan. Termasuk ide brilian Presiden Prabowo untuk membangun Koperasi Desa Merah Putih,” lanjutnya.

Koperasi Desa Merah Putih Akan Dibangun di 70 Ribu Desa

Presiden terpilih Prabowo Subianto telah memutuskan untuk membentuk Koperasi Desa Merah Putih (KopDes Merah Putih) di seluruh Indonesia. Keputusan ini diambil setelah rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Maret 2025.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa koperasi ini akan dibangun di 70 ribu desa dan menjadi pusat kegiatan ekonomi desa. Koperasi ini juga akan difungsikan sebagai tempat penyimpanan dan penyaluran hasil pertanian masyarakat.

“Satu yang diputuskan yaitu dibentuknya Koperasi Desa Merah Putih, jadi disingkat Kopdes Merah Putih. Nah, itu akan dibangun di 70 ribu desa,” ujar Zulkifli Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Untuk pendanaan, program ini akan memanfaatkan dana desa yang sudah ada serta dukungan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan skema cicilan selama tiga hingga lima tahun. Dengan perhitungan tersebut, setiap desa diperkirakan akan mendapatkan anggaran sekitar Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar.

“Kita ada dana desa 1 miliar per tahun, kalau lima tahun kan berarti 5 miliar,” kata Zulkifli.

Tiga Model Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih

Dalam implementasinya, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menyebut bahwa KopDes Merah Putih akan dikembangkan dengan tiga pendekatan utama:

1. Membangun koperasi baru,

2. Merevitalisasi koperasi yang sudah ada,

3. Membangun dan mengembangkan sistem koperasi berbasis desa.

Meski belum merinci lebih lanjut, Budi Arie mengungkapkan bahwa sekitar 64 ribu kelompok tani siap beralih menjadi koperasi guna meningkatkan integrasi dalam sistem pertanian dan distribusi pangan di desa.

“Jadi ada tiga model. Pertama, membangun koperasi baru. Kedua, merevitalisasi koperasi yang sudah ada. Ketiga, membangun dan mengembangkan,” ujarnya.

Budi Arie berharap koperasi ini dapat memutus rantai distribusi yang selama ini merugikan produsen dan konsumen. “Supaya bisa lebih murah harga-harga di masyarakat,” kata dia.

Rizki Dewi Ayu dan Yolanda Agne berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online