Jakarta -
Menjalani kehamilan di trimester ketiga, kebanyakan Bunda mungkin lebih memilih banyak beristirahat karena beban perut yang semakin besar dan nafas yang sudah suka ngos-ngosan.
Tapi berbeda dengan Bunda satu ini. Bayangkan saja Bunda, sudah masuk kehamilan trimester ketiga, ia sangat aktif, bahkan bersiap mengikuti maraton saat usia kehamilannya sudah 30 minggu!
Lari maraton saat hamil 7 bulan
Seorang Bunda asal Skotlandia bernama Samantha Donaldson memutuskan untuk ikut ajang London Marathon saat ia tengah hamil sekitar 30 minggu atau sekitar 7 bulan. Di usia 33 tahun, Samantha yang sudah memiliki satu anak ini tetap percaya diri mengikuti lomba lari jarak jauh tersebut.
Ia bahkan menyebut bahwa dirinya sudah terbiasa berlari sejak sebelum hamil, sehingga tubuhnya relatif siap untuk aktivitas fisik tersebut. "Saya memang selalu menjadi orang yang sangat aktif," kata Samantha.
Samantha mengatakan bahwa ia bersyukur karena kehamilan telah memberinya motivasi untuk tetap aktif. Ia telah mengikuti program latihan yang ketat dengan pelatihnya. Namun, karena hamil, target waktu lari yang telah ia tetapkan tak tercapai.
"Biasanya, ketika berlatih, tubuh menjadi lebih cepat dan bugar. Tetapi karena hamil, saya menjadi lebih lambat dan kurang bugar," katanya.
Samantha, mengatakan kelelahan dan perutnya yang mudah sakit membuat pelatihan menjadi sulit. Namun, dia bertekad untuk membuktikan bahwa perempuan tidak harus berhenti dari kehidupan hanya karena mereka hamil. "Target saya kini hanyalah bisa menyelesaikannya," tambahnya.
Sempat ingin batal ikut kompetisi
Samantha, mendaftar untuk maraton tahun lalu, setelah menonton semua pelari hebat di TV. Kemudian pada Oktober 2025, ia hamil anak kedua. Hal itu membuatnya terkejut hingga akan membatalkannya.
"Saya mempertimbangkan untuk membatalkan pendaftaran dan mencoba mendaftar lagi di lain waktu, tetapi sangat sulit untuk mendapatkan tempat, dan saya tidak ingin melewatkan pengalaman itu. Saya bahkan tidak tahu apakah mungkin untuk lari maraton saat hamil, tetapi menrut bidan, selama tidak ada komplikasi dengan kehamilan, dia tidak keberatan jika saya melakukannya,” ungkapnya.
"Saya sangat menyukai aktivitas ini. Tentu saja, ini sangat berat, ada saat-saat saya sangat lelah atau perut saya terasa berat dan sakit, tetapi saya sangat menikmatinya,” sambungnya.
Olahraga ibu hamil/ Foto: Novita Rizki/ HaiBunda
Running for two alias lari untuk dua nyawa
Kisah Samantha sering disebut sebagai running for two alias berlari untuk dua nyawa. Meski terdengar ekstrem, ia melakukannya dengan pendekatan yang lebih santai, bukan mengejar waktu atau rekor, tapi menikmati prosesnya.
Bagi Samantha, olahraga tetap penting selama kehamilan, selama dilakukan dengan aman dan sesuai kemampuan tubuh. Ia pun memberi motivasi untuk para ibu hamil di luar sana untuk tetap kuat selama menjalani kehamilan dalam segala situasi.
"Saya menyerukan agar perempuan tidak berhenti beraktivitas karena hamil. Justru, kita bisa menjadi versi diri yang paling kuat saat hamil," tuturnya.
Olahraga yang aman untuk ibu hamil
Menurut berbagai studi kesehatan, olahraga ringan hingga sedang selama kehamilan justru dianjurkan bagi ibu yang sehat dan tidak memiliki komplikasi. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ibu hamil disarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang secara rutin. Bahkan, olahraga bisa membantu Bunda menjalani kehamilan dengan lebih nyaman.
Beberapa manfaat olahraga saat hamil antara lain:
- Mengurangi nyeri punggung dan pegal-pegal
- Membantu tidur lebih nyenyak
- Menjaga suasana hati tetap stabil
- Mengontrol kenaikan berat badan
- Mempersiapkan tubuh menghadapi persalinan
Tak hanya itu, studi dalam jurnal Obstetrics & Gynecology juga menunjukkan bahwa olahraga dapat membantu menurunkan risiko komplikasi seperti diabetes gestasional. Namun, penting diingat, tidak semua jenis olahraga cocok untuk semua ibu hamil. Apalagi aktivitas berat seperti maraton.
Kisah ini menunjukkan bahwa kehamilan bukan halangan untuk tetap aktif. Bahkan, bagi sebagian wanita, aktivitas fisik bisa membantu menjaga kesehatan selama masa kehamilan.
Namun, yang paling penting adalah mendengarkan tubuh sendiri. Kalau terasa lelah, pusing, atau tidak nyaman, sebaiknya segera berhenti dan beristirahat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
.png)
5 hours ago
5
















































