Kisah Sepasang Lansia Berangkat Haji Setelah Mengantre 7 Tahun

10 hours ago 3

SAANIH Sitak Rowah, 65 tahun, merasa beruntung bisa menunaikan ibadah haji lebih cepat dari jadwal yang seharusnya. Ia berangkat haji tahun ini bersama suaminya, Suhe Gani Keneng, 82 tahun, setelah mengantre selama 7 tahun.

"Harusnya tahun 2027 berangkatnya, tapi dari Allah saya dapat panggilan," kata Saanih yang duduk di atas kursi roda saat menunggu keberangkatan di terminal haji Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Rabu, 22 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Perempuan asal Tangerang itu menceritakan, bahwa berkat anak pertamanya yang menanggung seluruh biaya haji, ia dan suaminya tak perlu khawatir. Pendaftaran haji itu dilakukan pada tahun 2019 silam dan mereka diprioritaskan karena telah berusia lanjut.

Mendapat masa tunggu yang lebih cepat daripada calon jemaah kebanyakan, Saanih berulang kali mengucapkan rasa syukur. "Teman-teman saya banyak banget lebih duluan menyetor, tapi belum pada dipanggil. Katanya 'enak udah dapat panggilan, saya mah lama'," kata dia menirukan tanggapan orang di sekelilingnya.

Saanih mengaku antusias untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji, meski harus melakukannya dari atas kursi roda. Lima hari sebelum keberangkatan, Saanih terjatuh akibat terpeleset saat hendak masuk rumahnya. Imbasnya, kakinya terkilir dan harus mengenakan penyangga lutut.

Sementara itu, Suhe Gani Keneng mengaku siap untuk mendampingi istrinya selama di Arab Saudi. Karena pernah melaksanakan umrah pada 2016 silam, ia optimistis tidak akan mengalami kendala ketika di sana. ucap Suhe.

Menurut Suhe, ia termasuk jemaah tertua di rombongan haji asal Embarkasi Cipondoh, Grand El Hajj Banten. "Saya dengar ada yang usianya 75 tahun, 70 tahun, 65 tahun," tutur Suhe.

Meski kondisi fisiknya prima, Suhe mengaku bahwa ia tidak cukup kuat untuk berjalan jauh. "Kalau jalan mah ada rada loyo juga," kata dia.

Suhe dan Saanih adalah salah satu pasangan lanjut usia dari kelompok terbang pertama jemaah haji yang berangkat dari embarkasi Cipondoh. Totalnya ada 391 jemaah haji embarkasi itu yang bertolak ke Arab Saudi pada Rabu petang, pukul 18.55 WIB.

Kementerian Haji dan Umrah membagi pemberangkatan jemaah haji ke dalam dua gelombang dan 525 kloter. Gelombang pertama mulai berangkat pada Rabu, 22 April sementara gelombang kedua pada Mei 2026. Tahun ini Indonesia mendapat kuota haji 221.000 di mana 92 persen untuk haji reguler dan 8 persen haji khusus.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online