PEMERINTAH Provinsi Jakarta menonaktifkan Lurah Kalisari, Jakarta Timur, setelah audit Inspektorat menemukan dugaan manipulasi penanganan aduan warga melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini) dengan menggunakan akal imitasi atau artificial intelligence (AI).
Inspektur Provinsi Jakarta Dhany Sukma mengatakan pemeriksaan dilakukan secara sistematis dengan mengacu pada standar audit internal pemerintah. “Hasil pemeriksaan ini menjadi dasar untuk langkah korektif dan penguatan pengawasan,” ujar dia dalam keterangan resmi, dikutip Rabu, 8 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kasus ini mencuat setelah beredar unggahan mengenai laporan parkir liar melalui aplikasi JAKI yang dinyatakan selesai. Namun, laporan itu disertai foto yang diduga merupakan hasil olahan kecerdasan buatan atau AI.
Berdasarkan hasil audit, Inspektorat merekomendasikan kepada Wali Kota Jakarta Timur untuk menonaktifkan Siti Nur Hasanah dari jabatan Lurah Kalisari. Selain itu, dua pejabat kelurahan—Kepala Seksi Pemerintahan serta Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan—dijatuhi sanksi disiplin dan pembinaan.
Sanksi juga dijatuhkan kepada tiga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang terbukti terlibat. Mereka akan dikenai tindakan sesuai ketentuan dalam kontrak kerja.
Dhany menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi di lingkungan Pemprov DKI. Pemerintah daerah, kata dia, akan memperkuat pengawasan dan meningkatkan akuntabilitas dalam sistem penanganan aduan masyarakat.
“Ini bukan hanya soal sanksi, tetapi juga perbaikan sistem secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Dhany.
Sebelumnya, viral di media sosial unggahan yang menunjukkan petugas PPSU diduga menggunakan AI dalam merespons laporan parkir liar di Jalan Damai, Kelurahan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dalam unggahan itu, petugas berseragam oranye terlihat menangani lokasi, namun visualnya diduga telah mengalami pengolahan.
Perubahan tampak dari atribut petugas hingga hilangnya sejumlah kendaraan dalam gambar hasil olahan. Perbedaan antara kondisi nyata dan visual tersebut memicu kritik warganet yang menilai tindakan itu sebagai bentuk manipulasi dan tidak mencerminkan situasi lapangan.
.png)

















































