LEMBAGA survei Poltracking merilis hasil survei terbaru. Dalam sigi tersebut, Poltracking salah satunya menanyakan tingkat kepuasan responden untuk program makan bergizi gratis (MBG).
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dari 1.220 responden yang disurvei, 92,1 persen menyatakan tahu soal program MBG. Dari jumlah tersebut, lebih dari setengahnya mengaku puas. "Dari 92,1 persen responden yang tahu terhadap MBG, kami dalami dan 55,6 persen merasa puas terhadap makan bergizi gratis," kata peneliti Poltracking, Masduri Amrawi, dalam konferensi pers daring pada Kamis, 4 Juni 2026.
Sementara 41,2 persen responden lainnya merasa kurang puas atau sangat tidak puas dengan program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu. Di antara para responden yang mengetahui soal MBG, sekitar 57,9 orang memiliki anggota keluarga yang menerima MBG.
Menurut survei Poltracking, 51,9 persen responden juga merasa MBG penting untuk dilanjutkan. Namun, 35,3 persen lainnya meminta agar MBG tidak dilanjutkan dan 12,8 persen menjawab tidak tahu.
Poltracking juga menanyakan persepsi responden soal apakah MBG sudah tepat sasaran. "Secara umum pendapat publik yang kami wawancara, 46,3 persen (menilai MBG) belum tepat sasaran, sementara yang sudah tepat sasaran 45,3 persen," tutur Masduri.
Selain itu, lembaga survei ini juga meminta responden memilih program prioritas pemerintah yang mereka rasa paling bermanfaat. MBG berada di posisi teratas dengan 27,6 persen pemilih, disusul Kartu Indonesia Sehat dengan 11,2 persen, Kartu Indonesia Pintar dengan 10,1 persen, hingga layanan kesehatan gratis dengan 8,5 persen.
Survei terbaru Poltracking Indonesia berlangsung pada periode 11-17 Mei 2026. Poltracking melakukan survei terhadap warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih, baik karena telah berusia setidaknya 17 tahun maupun sudah menikah.
Poltracking menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 1.220 orang di berbagai wilayah Indonesia. Mereka melakukan wawancara tatap muka secara langsung terhadap responden terpilih untuk melakukan survei ini.
Lembaga survei tersebut memperkirakan margin of error sigi mereka kali ini sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
.png)

















































