Mengenal 2 Tipe Diabetes yang Bisa Terjadi pada Anak, Ketahui Gejala Awalnya

10 hours ago 6

Jakarta -

Diabetes selama ini identik dengan penyakit orang dewasa. Namun nyatanya, kondisi ini juga bisa terjadi pada anak-anak, dan kasusnya terus meningkat dari waktu ke waktu.

Angka kejadian diabetes pada anak bahkan dilaporkan naik baik di Indonesia maupun di berbagai negara lain. Situasi ini pun kini jadi perhatian karena tidak bisa dianggap sepele.

Kalau tidak terdeteksi sejak awal, diabetes pada anak bisa menimbulkan dampak yang cukup serius, Bunda. Bahkan dalam kondisi tertentu, bisa memicu komplikasi yang membahayakan, lho.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Secara umum, ada dua jenis diabetes yang paling sering dialami anak, yaitu Diabetes Melitus (DM) tipe 1 dan tipe 2. Keduanya memiliki penyebab dan karakteristik yang berbeda.

Lalu, seperti apa sih perbedaan kedua tipe diabetes ini, Bunda? Mari kita simak bersama selengkapnya berikut ini.

Mengenal 2 tipe diabetes yang bisa terjadi pada anak

Dikutip dari akun Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia @idai_ig, jumlah kasus diabetes disebut mengalami peningkatan dalam dua dekade terakhir. Bahkan, kenaikannya lebih cepat terlihat pada salah satu tipe diabetes.

DM tipe 1 adalah kondisi ketika tubuh anak tidak mampu memproduksi insulin yang cukup, bahkan bisa tidak ada sama sekali. Hal ini terjadi karena proses autoimun yang menyerang sistem tubuh.

Tanpa insulin yang cukup, kadar gula darah atau glukosa akan meningkat. Akibatnya, tubuh tidak bisa menggunakan glukosa sebagai sumber energi secara normal.

Sementara itu, DM tipe 2 terjadi ketika tubuh masih memproduksi insulin, tetapi kerjanya tidak berjalan dengan baik. Kondisi ini biasa disebut sebagai resistensi insulin.

Karena hal tersebut, gula darah tetap tinggi karena sel-sel tubuh sulit merespons insulin untuk memasukkan glukosa. Dahulu, kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang dewasa, namun kini mulai banyak terjadi pada anak dan remaja.

Dilansir dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, diabetes tipe 1 paling sering dialami oleh bayi, balita, hingga anak usia sekitar 5-7 tahun. Sedangkan diabetes tipe 2 lebih rentan terjadi pada anak di atas 10 tahun atau saat memasuki masa pubertas.

Lantas, pada kondisi seperti ini, apa gejala awal yang biasa dijumpai pada anak?

Gejala diabetes pada anak 

IDAI dan Kemenkes membagikan beberapa gejala diabetes pada anak yang perlu diperhatikan orang tua. Gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 pada anak memang sulit dibedakan karena memiliki tanda yang mirip satu sama lain.

Namun, untuk membantu deteksi dini, terdapat beberapa gejala yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Anak sering buang air kecil

Dalam kondisi normal, bayi biasanya buang air kecil setiap 1-3 jam sekali atau sekitar 3-4 kali dalam sehari. Saat usia anak mencapai sekitar 3 tahun, frekuensinya bisa meningkat menjadi sekitar 12 kali sehari, lalu perlahan menurun menjadi 4-6 kali sehari seiring bertambahnya usia.

Jika frekuensinya lebih sering, hal ini bisa menjadi salah satu tanda yang perlu diwaspadai. Kondisi ini juga dapat terlihat dari popok yang lebih cepat penuh atau anak yang jadi lebih sering mengompol.

2. Anak merasa haus yang berlebihan

Anak yang merasa haus secara berlebihan juga perlu Bunda perhatikan. Kondisi ini bisa terjadi karena tubuh kehilangan banyak cairan akibat sering buang air kecil.

Akibatnya, anak akan lebih sering minum dibandingkan biasanya, bahkan tetap merasa haus meski sudah banyak minum. Jika disertai dengan gejala lain seperti muntah atau tanda dehidrasi, hal ini perlu diwaspadai, ya.

3. Nafsu makan anak meningkat

Selanjutnya, nafsu makan anak yang meningkat memang sering membuat orang tua merasa senang. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan karena bisa saja menjadi salah satu gejala diabetes.

Kondisi ini terjadi karena kadar insulin yang rendah atau tidak bekerja dengan baik membuat gula dalam tubuh tidak dapat diolah menjadi energi. Akibatnya, anak menjadi lebih cepat merasa lapar dan kondisi ini dikenal dengan istilah polifagia.

Berat badan anak yang menurun tanpa alasan yang jelas perlu Bunda waspadai, terutama apabila disertai nafsu makan yang meningkat. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes pada anak.

Hal ini terjadi karena tubuh tidak mampu mengolah glukosa menjadi energi seperti biasanya. Karena itu, tubuh akan menggunakan cadangan energi lain seperti lemak dan otot.

5. Nyeri perut

Nyeri perut pada anak bisa menjadi salah satu gejala awal diabetes, Bunda. Meski terlihat seperti keluhan ringan, nyeri perut yang muncul berulang atau tanpa sebab yang jelas sebaiknya tidak diabaikan, ya.

6. Anak tidak bersemangat

Anak yang terlihat tidak bertenaga dan mengalami perubahan perilaku juga bisa menjadi salah satu gejala yang perlu diperhatikan. Selain itu, anak bisa menjadi kurang bersemangat untuk bermain, sulit fokus saat berkegiatan, dan tidak mampu berkonsentrasi dengan baik.

7. Luka pada tubuh anak sulit sembuh

Berikutnya, luka pada tubuh anak yang sulit sembuh juga bisa menjadi salah satu tanda, Bunda. Kondisi ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit.

Akibatnya, proses perbaikan sel tubuh menjadi lebih lambat dan luka pun membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

8. Warna kulit anak menghitam

Warna kulit anak yang tampak menggelap juga bisa menjadi gejala yang perlu diperhatikan. Kondisi ini dikenal dengan akantosis nigrikans, yaitu perubahan kulit menjadi lebih gelap dan menebal, terutama di area lipatan tubuh.

Penyebab diabetes pada anak

Penyebab diabetes pada anak bisa berbeda tergantung pada jenisnya, Bunda. Pada tipe 1 dan tipe 2, pemicunya tidak selalu sama dan bisa dipengaruhi oleh berbagai kondisi.

Penyebab utama DM tipe 1 adalah faktor genetik yang berkaitan dengan kondisi autoimun dalam tubuh. Sementara itu, DM tipe 2 lebih sering dipengaruhi oleh gaya hidup tidak sehat dan kelebihan berat badan.

Beberapa faktor risiko DM tipe 2 yang perlu diperhatikan antara lain pola makan tinggi lemak dan sering mengonsumsi makanan cepat saji. Selain itu, adanya riwayat keluarga dengan diabetes juga dapat meningkatkan risiko.

Diagnosis diabetes pada anak

IDAI menyampaikan beberapa pemeriksaan yang digunakan untuk membantu mendiagnosis diabetes pada anak. Pemeriksaan ini untuk memastikan kondisi secara lebih akurat, jadi tidak hanya berdasarkan gejala saja.

Berikut ini pemeriksaan untuk mendiagnosis diabetes pada anak:

  • Gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dL, yaitu pemeriksaan gula darah dengan hasil 200 atau lebih.
  • Gula darah puasa ≥ 126 mg/dL, yaitu kadar gula darah setelah tidak makan atau puasa, jika hasilnya 126 atau lebih.
  • Gula darah 2 jam setelah makan ≥ 200 mg/dL, yaitu kadar gula darah dua jam setelah makan, jika mencapai 200 atau lebih.
  • HbA1c > 6,5%, yaitu semakin tinggi jumlah HbA1c berarti semakin banyak hemoglobin yang berikatan dengan glukosa.
  • C-peptida, yaitu indikator yang lebih baik untuk menilai fungsi sel beta.

Penanganan dua tipe diabetes pada anak

Diabetes tipe 1 memang tidak dapat disembuhkan, tetapi dengan penanganan yang tepat anak tetap bisa hidup sehat dan aktif seperti anak lainnya. Simak penjelasan lengkapnya:

1. Insulin

Pada diabetes tipe 1, insulin menjadi terapi utama yang digunakan secara rutin sesuai dengan kebutuhan anak.

2. Pola makan

Pola makan sebaiknya diatur agar lebih seimbang supaya kadar gula darah tetap stabil, Bunda.

3. Aktivitas fisik

Olahraga yang teratur dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan mengontrol gula darah.

4. Pemantauan gula darah

Selanjutnya, pemeriksaan gula darah biasanya dilakukan secara berkala untuk memantau kondisi anak.

5. Edukasi dan dukungan

Pemahaman dari orang tua dan dukungan psikologis sangat penting ya supaya anak lebih mudah menjalani pengobatan.

Sementara itu, untuk diabetes tipe 2 pada anak bisa dicegah atau ditunda dengan pola hidup sehat seperti menjaga pola makan dan rutin berolahraga, serta penggunaan obat sesuai arahan dari dokter apabila diperlukan.

Itulah penjelasan dua tipe diabetes yang bisa terjadi pada anak, sekaligus gejala awal yang perlu diwaspadai sejak dini.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online