Mengupas Rekam Jejak Shin Tae-yong, Pelatih Anyar Persija: Bagaimana Kiprahnya saat Mengasuh Klub?

11 hours ago 4

Bola.com, Jakarta - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menjadi juru taktik baru Persija Jakarta untuk menghadapi Super League musim 2026/2027. Namun, rekam jejak pelatih asal Korea Selatan ini masih belum teruji di level klub.

Nama Shin Tae-yong belakangan ini muncul dalam pusaran kandidat pelatih Persija Jakarta untuk musim depan. Dia dirumorkan bakal menjadi nakhoda terbaru Macan Kemayoran setelah tim asal Ibu Kota itu berpisah dengan Mauricio Souza.

Tentu saja, hadirnya Shin Tae-yong bakal mendapatkan sorotan menarik dari banyak pihak. Sebab, dia sebelumnya telah meninggalkan kesan yang cukup positif bagi para penggemar Timnas Indonesia meskipun akhirnya dilengserkan PSSI.

Lantas, bagaimana sebetulnya rekam jejak Shin Tae-yong sepanjang karier kepelatihannya sebelum dirumorkan mengasuh Persija Jakarta pada kompetisi musim 2026/2027? Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Karier Kepelatihan STY

Shin Tae-yong tercatat mengawali kariernya sebagai pelatih saat ditunjuk menjadi asisten pelatih klub Australia, Queensland Roar, pada Juli 2005. Di sana, dia bertugas selama tiga tahun saat membantu dua pelatih yang berbeda, Miron Bleiberg dan Frank Farina.

Setelah itu, STY mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai pelatih kepala saat ditunjuk menukangi Seongnam Ilhwa Chunma pada 2008. Awalnya, dia hanya menjadi caretaker, lalu ditetapkan sebagai pelatih definitif pada 2010.

Tak butuh waktu lama bagi Shin Tae-yong untuk mempersembahkan prestasi bagi klub yang membesarkan namanya saat masih menjadi pemain itu. Sebab, semusim kemudian, dia membawa Seongnam menjuarai Liga Champions Asia 2010 dan Piala FA Korea 2011.

Catatan ini menjadi sejarah tersendiri, karena STY menjadi orang pertama yang berhasil menjuarai Liga Champions Asia sebagai pemain dan pelatih. Pekerjaannya pun akhirnya berakhir pada 2012 dan sempat menganggur dua tahun.

Mulai Berkiprah di Timnas

Pekerjaan berikutnya yang dijalankan Shin Tae-yong ialah sebagai pelatih di level tim nasional. Pada mulanya, dia ditunjuk untuk menjadi asisten pelatih Timnas Korea Selatan di bawah komando Hong Myung-bo pada 2014.

Tugasnya di sana berjalan beberapa bulan, hingga akhirnya dipercaya menjadi caretaker pelatih kepala Timnas Korea Selatan pada Agustus 2014, kemudian bertugas kembali menjadi asisten di bawah asuhan juru taktik asal Jerman, Uli Stielike.

Di periode ini, STY juga mendapatkan tugas menjadi pelatih kepala Timnas Korea Selatan U-23 (2015-2016), Korea Selatan U-17 (2016-2017), hingga akhirnya jadi pelatih kepala Timnas senior pada 2017-2018.

Selama menjadi pelatih Timnas Korsel, STY setidaknya telah mempersembahkan prestasi berupa runner-up Piala Asia U-23 2016, gelar juara Piala EAFF 2017, hingga membawa Taeguk Warriors tampil di Piala Dunia 2018.

Bersama Timnas Indonesia

Setelah hampir satu setengah tahun menganggur sejak meninggalkan Timnas Korsel, STY akhirnya memulai pekerjaan baru sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Januari 2020. Kali ini, dia juga bertugas mengasuh Timnas U-20 dan U-23.

Bisa dibilang, ini adalah masa kerja terlama Shin Tae-yong. Sebab, dia bisa bertugas hingga Januari 2025. Artinya, STY sudah bertugas selama lima tahun bersama Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia.

Pencapaian yang diraih dalam periode ini ialah membawa Timnas Indonesia menjadi runner-up Piala AFF 2020. Setelah itu, dia meraih medali perunggu SEA Games 2021, hingga runner-up Piala AFF U-23 2023.

Selama periode ini, dia mampu membawa banyak kejutan, termasuk mengantarkan Timnas Indonesia ke Piala Asia 2023, melaju hingga semifinal Piala Asia U-23 2024, dan lolos ke babak putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Pencapaian Terakhir

Setelah pulang ke Negeri Ginseng, Shin Tae-yong sempat mendapatkan pekerjaan baru sebagai pelatih Ulsan HD. Sayangnya, masa kerjanya bersama klub kasta tertinggi Korea Selatan itu tidak berlangsung lama.

Dia hanya bisa melewati 10 pertandingan saja di berbagai ajang. Rekornya juga tak bagus-bagus amat. Sebab, STY hanya bisa meraih dua kemenangan. Empat laga lainnya berujung seri, sedangkan empat sisanya kalah.

Bisa dibilang, rekor STY sebagai pelatih klub memang belum banyak teruji. Satu-satunya kesuksesan yang bisa diingat ialah pencapaiannya bersama Seongnam Ilhwa. Sisanya, dia tak bisa mengukir prestasi yang mentereng sebagai pelatih klub.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online