Menjelang TKA SD, Sekolah Mengalami Kendala Teknis

4 hours ago 1

Menjelang pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) jenjang sekolah dasar (SD) masih diwarnai sejumlah kendala teknis dan keterbatasan sarana. Pengalaman ini dirasakan langsung oleh SD Negeri Cipayung 1, Depok, Jawa Barat, yang harus berbagi perangkat dengan sekolah lain hingga menghadapi gangguan sistem saat simulasi.

Guru kelas 6 sekaligus bagian kurikulum SDN Cipayung 1, Evita Gustarina, mengatakan persiapan TKA telah dilakukan sejak awal tahun. Sekolah memberikan pembekalan melalui latihan soal, buku tryout, hingga simulasi berbasis perangkat digital.

“Sejak Januari anak-anak sudah dikenalkan soal TKA, lalu kita lakukan simulasi supaya mereka terbiasa dengan sistem dan bentuk soal,” kata Evita saat ditemui di sekolahnya, Selasa, 7 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Namun dalam pelaksanaannya, kendala teknis masih terjadi. Evita menyebut sistem dari pusat sempat mengalami gangguan saat simulasi, sehingga menghambat siswa dalam mengerjakan soal. “Yang terkendala justru dari sistem, sempat eror. Anak-anak harus menunggu beberapa menit untuk lanjut mengerjakan,” ujarnya.

Keterbatasan Perangkat

Selain itu, keterbatasan perangkat menjadi tantangan lain. SDN Cipayung 1 hanya memiliki sekitar 20 unit perangkat, sementara jumlah siswa kelas 6 mencapai 97 orang. Untuk menyiasati hal ini, sekolah harus meminjam perangkat dari sekolah lain dan menerapkan sistem bergantian. “Kita gabung dengan sekolah lain, saling pinjam Chromebook dan laptop. Pelaksanaannya dibagi per sesi karena perangkat terbatas,” kata dia.

Dari sisi pembelajaran, Evita menilai tantangan terbesar siswa ada pada materi numerasi. Soal-soal TKA yang berbasis logika dan pemahaman membuat siswa harus berpikir lebih mendalam, tidak sekadar menghafal.

Dia mengatakan, untuk soal literasi sebagian besar muridnya masih bisa mengerjakannya. “Tapi numerasi ini yang jadi PR. Anak-anak kadang sudah diajarkan, tapi bisa lupa lagi saat ketemu soal,” ujarnya.

Ia juga mengakui sebagian siswa masih menganggap matematika sebagai pelajaran yang menakutkan. Hal ini memengaruhi kepercayaan diri mereka dalam mengerjakan soal. “Begitu dengar matematika, ada yang langsung bilang, ‘Bu, jangan matematika’. Jadi memang ada mental block yang harus diatasi,” kata Evita.

Meski begitu, ia melihat pola soal yang berulang dalam latihan membantu siswa lebih terbiasa. Keluhan soal yang panjang dan kompleks mulai berkurang seiring intensitas latihan.

Jadwal pelaksanaan TKA jenjang SD dimulai dengan pendaftaran terlebih dahulu pada 19 Januari – 28 Februari 2026. Simulasi dilakukan pada 2 – 8 Maret 2026. Setelah itu ada gladi bersih TKA SD pada 9 – 17 Maret 2026.

Untuk pelaksanaannya sendiri, TKA SD akan dimulai pada 20 – 30 April 2026. Jika ada kendala, kementerian menyediakan waktu pelaksanaan TKA susulan SD pada 11 – 17 Mei 2026. Untuk proses pengolahan hasil TKA SD dimulai dari 18 – 23 Mei 2026 dan akan diumumkan pada 24 Mei 2026.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online