Menkes: Banyak Aduan Perundungan Dokter Spesialis di Manado

9 hours ago 7

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku lembaganya menerima banyak laporan dugaan perundungan atau bullying  terhadap peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). dan di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado, Sulawesi Utara.

"Saya menerima laporan yang cukup banyak mengenai kejadian di Sulawesi Utara," kata Budi setelah menghadiri kegiatan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia mengatakan Kementerian Kesehatan sebenarnya telah berulang kali mengingatkan seluruh fakultas kedokteran dan rumah sakit pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi peserta didik. Namun, masih ada sejumlah rumah sakit pendidikan maupun fakultas kedokteran yang belum mampu mencegah praktik perundungan terhadap peserta PPDS, termasuk di antaranya di Fakultas Kedokteran Unsrat,

"Beberapa sentra pendidikan masih belum cukup baik melakukannya," tutur Budi.

Karena itu, Kementerian Kesehatan akan meninjau secara khusus penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou dan Fakultas Kedokteran Unsrat. "Kami akan melakukan review khusus untuk sentra pendidikan di Rumah Sakit Kandou dan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi agar benar-benar bisa diperbaiki," kata Budi.

Kasus perundungan di lingkungan pendidikan dokter di Unsrat juga pernah menjadi sorotan. Pada 2024, program studi Ilmu Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Unsrat dan RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou sempat dihentikan sementara setelah Kementerian Kesehatan menemukan praktik perundungan oleh dokter senior terhadap junior, termasuk adanya permintaan biaya di luar ketentuan pendidikan resmi.

Terbaru, Adrian Rantung, peserta PPDS Anestesiologi di kampus yang sama, ditemukan meninggal di kamar indekosnya di Kota Manado. Muncul dugaan bahwa ia mengakhiri hidup akibat tekanan selama menjalani pendidikan dan dugaan perundungan yang dialaminya.

Dugaan ini menguat setelah beredar dokumen yang disebut sebagai memo berisi keluhan mengenai tekanan selama menjalani pendidikan di rumah sakit pendidikan tersebut. Meski demikian, aparat penegak hukum setempat masih menyelidiki penyebab pasti kematian Adrian maupun dugaan perundungan tersebut.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online