Mensos Gus Ipul Sebut Siswa Lebih Percaya Diri Berkat Sekolah Rakyat

12 hours ago 6

INFO TEMPO – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat mulai menunjukkan hasil setelah satu tahun berjalan. Menurut dia, para siswa kini tampil lebih percaya diri, optimistis, dan berani kembali memiliki cita-cita.

"Anak-anak yang selama ini mungkin mengubur mimpinya, sekarang mulai lebih percaya diri, lebih optimistis, dan berani meraih cita-citanya," ucap Gus Ipul saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat bersama calon siswa dan orang tua di Sentra Paramita Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 10 Juli 2026. Acara ini menjadi ajang mempertemukan calon siswa dengan siswa Sekolah Rakyat yang telah mengikuti pembelajaran selama satu tahun sejak program rintisan dimulai pada Juli 2025.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Perubahan itu, menurut Gus Ipul, tampak dari perkembangan para siswa selama menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.

Salah satunya dialami Novatul Alratia, 14 tahun, siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat. Menurut Gus Ipul, Novatul semula dikenal sebagai anak yang pemalu dan pendiam. Namun setelah satu tahun belajar di Sekolah Rakyat, ia berhasil meraih juara pertama pencak silat tingkat nasional.

Saat ditanya mengenai cita-citanya, Novatul dengan mantap menjawab ingin menjadi polisi wanita. Ia juga mengaku paling menyukai pelajaran Bahasa Indonesia.

Ibunda Novatul juga merasakan perubahan besar pada putrinya. "Alhamdulillah perkembangan anak saya jauh lebih baik dari sebelumnya. Sekarang dia lebih disiplin, rajin membantu di rumah, dan lebih percaya diri," ujarnya.

Ia menuturkan keluarganya sempat mengalami kesulitan ekonomi setelah usaha yang dijalankan terdampak pandemi Covid-19. Kondisi tersebut membuat Novatul pernah kehilangan rasa percaya diri ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.

Perubahan serupa juga dialami Haikal Abdul Majid, 14 tahun, siswa SRMP 18 Lombok Barat yang bercita-cita menjadi psikolog. Haikal yang tinggal bersama bibinya setelah ayahnya mengalami gangguan jiwa dan ibunya menikah lagi mengaku senang bersekolah di Sekolah Rakyat. "Saya merasa senang karena bisa banyak teman, guru-gurunya baik kepada saya, dan bisa makan gratis di sini," ujar Haikal.

Bibi Haikal mengaku melihat perubahan besar pada diri keponakannya. "Perkembangannya luar biasa, terutama kedisiplinan dan kepercayaan dirinya. Dulu dia jarang tampil di depan orang banyak, sekarang sudah berani tampil dan bahkan menjadi imam di sekolah," tuturnya.

Gus Ipul juga mengajak calon siswa untuk berani memiliki cita-cita setinggi mungkin. Salah satunya M. Faturrahman, calon siswa SRMP 18 Lombok Barat asal Kecamatan Gerung, yang bercita-cita menjadi pilot.

"Kenapa ingin jadi pilot?" tanya Gus Ipul.

"Biar bisa mengumrahkan ibu," jawab Fatur yang langsung disambut tepuk tangan peserta.

Ibunda Fatur mengaku bersyukur atas hadirnya Sekolah Rakyat karena keterbatasan ekonomi membuat keluarganya kesulitan memberikan pendidikan yang layak bagi putranya.

"Harapan saya dia bisa menjadi anak yang sukses. Saya berterima kasih kepada Pak Presiden Prabowo karena melalui Sekolah Rakyat anak kami bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan mencapai cita-citanya," ujarnya.

Mendengar pengakuan para orang tua, Gus Ipul berpesan kepada seluruh siswa agar selalu menghormati orang tua dan guru, apa pun kondisi ekonomi keluarganya. "Orang tua kalian bisa jadi pemulung, buruh serabutan, atau pekerja bangunan, tetapi tetap harus dihormati. Mudah-mudahan dari Sekolah Rakyat ini lahir dokter, guru, psikolog, polisi, pilot, bahkan Presiden Republik Indonesia di masa depan," tuturnya.

Ia pun kembali menegaskan Sekolah Rakyat merupakan wujud perhatian Presiden Prabowo Subianto kepada keluarga miskin dan miskin ekstrem agar anak-anak mereka memperoleh pendidikan yang layak, berkualitas, dan berasrama selama 24 jam.

Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, melainkan menjangkau langsung anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini diperuntukkan bagi keluarga pada desil 1 dan 2, atau kelompok masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi paling bawah.

"Anak-anak yang tampil di depan tadi adalah anak-anak yang dijangkau melalui data yang dimiliki pemerintah,” kata Gus Ipul. “Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, tetapi negara yang menjangkau keluarga-keluarga yang selama ini mungkin belum terlihat dalam proses pembangunan.” (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online