Jakarta (ANTARA) - Pembangunan pabrik baru Deli di Kawasan Industri Artha, Karawang, Jawa Barat, menjadi salah satu penanaman modal terbesar di sektor alat tulis. Berdiri di atas lahan seluas sekitar 8,2 hektar dengan luas bangunan mencapai kurang lebih 12 hektar, fasilitas ini mengantongi total nilai investasi sekitar Rp2,25 triliun.
Pabrik tersebut dirancang untuk berfungsi sebagai basis manufaktur utama Deli di Asia Tenggara dengan integrasi tiga fungsi besar dalam satu kawasan: produksi (manufacturing), pergudangan (warehousing), dan logistik (distribution).
Dengan struktur yang terintegrasi, operasional pabrik ditargetkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi produk tidak hanya untuk kebutuhan domestik, tetapi juga pasar ekspor kawasan. Nantinya, beragam alat tulis dan perlengkapan kantor Deli akan diproduksi di Karawang, mulai dari produk pendidikan hingga perlengkapan profesional untuk kebutuhan kantor modern.
“Pendirian pabrik ini menandai tahap baru dalam strategi regionalisasi Deli di Asia Tenggara. Kami akan fokus pada manufaktur dan rantai pasok yang terlokalisasi, sehingga mampu meningkatkan kecepatan respons dan kapasitas pengiriman produk ke pasar Asia Tenggara,” ujar Mr. Huang, Managing Director of Deli Manufacturing Company dalam sambutannya.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Keberadaan pabrik berskala besar ini diproyeksikan membawa dampak positif terhadap ekonomi daerah dan nasional. Saat beroperasi penuh, fasilitas industri tersebut diperkirakan menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal di Indonesia. Selain membuka kesempatan kerja, transfer teknologi menjadi salah satu manfaat lain yang diharapkan memperkuat kompetensi industri dalam negeri.
Selain kontribusi ekonomi melalui tenaga kerja langsung, keberadaan pabrik ini juga akan memberi multiplier effect terhadap sektor industri pendukung seperti logistik, distribusi, pengepakan, transportasi, serta penyedia bahan baku. Pemerintah pusat dan daerah turut memberi dukungan dalam proses pengembangan fasilitas tersebut, termasuk dari Kementerian Investasi/BKPM, Kementerian Perindustrian, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Karawang.
“Hitung dari 3.000 tenaga kerja, berapa kebutuhan makan sayur, telur, ikan, dan beras mereka. Ini yang harus dibangun, mulai dari warung nasi, rumah kos, dan transportasi publik yang disiapkan dengan matang,” ujar Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, yang hadir dalam acara tersebut.
Di sisi industri manufaktur, pabrik ini ditargetkan berkontribusi dalam peningkatan produktivitas dan standardisasi kualitas global. Pemanfaatan teknologi dan sistem integrasi di pabrik Karawang diharapkan mampu mendukung daya saing Indonesia di pasar ASEAN serta memperkuat posisi rantai pasok industri.
Standar Produksi Kelas Dunia Berbasis Inovasi dan Keberlanjutan
Visi pembangunan pabrik ini tidak hanya menekankan peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga penguatan identitas perusahaan sebagai industri kreatif dan teknologi global. Deli membawa tiga pilar utama dalam operasional pabrik: Quality, Innovation, dan Sustainability. Melalui standar kualitas global, perusahaan menyatakan bahwa setiap proses produksi akan dikontrol secara ketat untuk memastikan keandalan dan keamanan produk sebelum sampai ke pengguna akhir.
Selain fokus pada kualitas, pengembangan inovasi menjadi aspek penting dari sistem bisnis perusahaan. Integrasi riset, teknologi, dan otomatisasi manufaktur diterapkan untuk menciptakan produk dan solusi alat tulis yang relevan dengan era pendidikan modern dan kebutuhan kantor masa kini. Tidak hanya dari sisi desain, inovasi juga diimplementasikan dalam efisiensi operasional agar seluruh lini produksi dapat berjalan optimal.
Prinsip keberlanjutan juga menjadi pondasi operasional pabrik. Penggunaan energi secara efisien, penerapan proses produksi ramah lingkungan, serta fokus pada pengurangan limbah menjadi bagian dari pendekatan green manufacturing. Menurut Mr. Huang, komitmen keberlanjutan ini merupakan bagian penting dari strategi Deli di kawasan Asia Tenggara. “Kami akan memperdalam kerja sama dengan kawasan industri dan perusahaan lokal, memperkuat pengembangan talenta dan teknologi untuk meningkatkan konektivitas regional dan membangun masa depan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Pabrik baru Deli dijadwalkan melalui serangkaian fase pembangunan. Groundbreaking dilaksanakan pada 26 November 2025, dan konstruksi direncanakan dimulai pada kuartal pertama 2026. Penyelesaian konstruksi dan awal operasi diproyeksikan pada akhir tahun 2027, menandai dimulainya distribusi penuh untuk pasar Indonesia dan Asia Tenggara.
Melalui pembangunan ini, Deli menegaskan komitmen jangka panjangnya terhadap Indonesia sebagai pusat strategis untuk pertumbuhan industri alat tulis. Pabrik Karawang tidak hanya menjadi sarana produksi, tetapi juga simbol kepercayaan perusahaan terhadap potensi industri nasional. Saat fasilitas tersebut beroperasi penuh di 2027, Indonesia diharapkan menjadi salah satu pemain kunci dalam rantai pasok alat tulis Asia Tenggara.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
.png)
















































