Pemkot Malang Gelar Bimbingan Teknis Penerapan GMP untuk Perkuat Tata Kelola Industri Rokok

8 hours ago 3

INFO TEMPO - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) mendorong penguatan tata kelola produksi melalui Bimbingan Teknis Implementasi Good Manufacturing Practices (GMP) bagi pengelola dan manajemen pabrik rokok skala kecil hingga menengah. Langkah tersebut bertujuan memastikan proses produksi berjalan sesuai ketentuan, terutama dari sisi kualitas, kebersihan, keamanan, dan ketertiban proses.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan penerapan GMP menjadi bagian penting dalam membangun proses produksi yang konsisten sekaligus menjaga mutu produk.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Melalui bimbingan teknis ini, kami mendorong pelaku industri agar mampu menerapkan standar sanitasi, pengendalian peralatan, hingga dokumentasi SOP secara terintegrasi. Hal ini penting untuk menjaga mutu produk sekaligus menghindari risiko sanksi regulasi,” kata Eko.

Penerapan GMP membangun kebiasaan kerja yang perlu dilakukan secara konsisten, mulai dari menjaga kebersihan fasilitas dan sanitasi, mengendalikan peralatan, mengelola proses produksi, hingga mendokumentasikan prosedur operasional. Ketika seluruh tahapan tersebut berjalan dengan baik, kualitas produk menjadi lebih terukur dan risiko dalam proses produksi dapat ditekan.

Pada saat yang sama, tata kelola yang tertib membantu pelaku industri memenuhi ketentuan yang berlaku serta membangun proses usaha yang lebih profesional.

Penguatan GMP juga berkaitan dengan aspek lain dalam tata kelola industri, termasuk pelaporan data melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) dan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Dengan industri yang semakin tertib, data yang dihasilkan pun diharapkan semakin akurat dan dapat mendukung pembinaan secara lebih tepat.

“Kami menargetkan setidaknya 50 pabrik IHT di Kota Malang memiliki komitmen kuat dalam mengimplementasikan 10 prinsip GMP secara konsisten. Jika tata kelola industri makin tertib dan terintegrasi, daya saing rokok lokal di pasar nasional tentu akan meningkat,” kata Eko.

Melalui bimbingan teknis, pelaku IHT tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai prinsip GMP, tetapi juga materi praktis dan penyusunan rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan di fasilitas produksi masing-masing. (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online