KOMISI Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo. Pengurus Gerindra Jawa Timur menyatakan Gatut belum resmi menjadi kader partainya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan Gerindra Jawa Timur Hidayat mengatakan Gatut memang hendak bergabung dengan partainya. Namun keanggotaannya belum diresmikan.
"Masih belum (jadi anggota). Memang ada proses, tapi belum resmi menjadi kader Gerindra karena belum ada keputusan dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat Gerindra)," kata Hidayat lewat keterangannya pada Sabtu, 11 April 2026.
Hidayat mengatakan partainya mengusung Gatut Sunu Wibowo-Ahmad Baharuddin menjadi calon Bupati-Wakil Bupati Tulungagung periode 2024-2029. "Saat itu kami bersama Golkar dan PKS (Partai Keadilan Sejahtera) mengusung Gatut dan Ahmad Baharuddin. Kader Gerindra yang menjadi wakil, yakni Mas Ahmad Baharuddin," ucapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Gatut sebelumnya adalah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Namun ia dianggap membelot mendaftar pemilihan kepala daerah dengan diusung partai lain.
Hal ini dikonfirmasi Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi PDIP Jawa Timur Budi Sulistyono. Dia mengatakan status keanggotaan Gatut sudah gugur.
"Ketika anggota PDIP mencalonkan diri menjadi calon eksekutif atau legislatif dari partai lain, tanpa proses pemecatan pun, keanggotaan partainya otomatis gugur," ujar Kanang—panggilan Budi Sulistyono.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu menegaskan bahwa Gatut sudah bukan kader PDIP sejak saat itu. "Jadi Gatut sudah tidak menjadi anggota PDI Perjuangan," kata Kanang.
.png)















































