Penjelasan Kemhan Soal Pembelian Jet Tempur Italia M-346F

3 days ago 16

KEMENTERIAN Pertahanan menjelaskan alasan pembelian 12 unit jet tempur kelas ringan multirole M-346F Block 20 dari perusahaan dirgantara dan pertahanan Italia, Leonardo.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Sirait mengatakan, pengadaan alutsista ini dilakukan berdasarkan kebutuhan kapabilitas.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Pengadaan M-346F ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelatihan pilot tingkat lanjut, sekaligus mendukung kesiapan operasional," kata Rico melalui pesan WhatsApp, Kamis, 23 Juli 2026.

Dengan adanya pengadaan alutsista baru ini, dia menuturkan, diharapkan pilot TNI AU dapat beradaptasi lebih baik terhadap pesawat-pesawat berteknologi modern yang akan dioperasikan.

Rico juga menegaskan, pengadaan jet tempur M-346F dari Italia tidak mengganggu pengadaan jet tempur Rafale dari Prancis yang sebelumnya telah lebih dulu diteken kontrak.

Ia melanjutkan, perbedaan negara produsen alutsista tidak memiliki kaitan. Sebab, masing-masing platform memiliki fungsi dan peran yang berbeda dalam membangun postur pertahanan. "Kedua platform saling melengkapi, bukan saling menggantikan," ujar Rico.

Adapun, penandatanganan kontrak pembelian 12 jet tempur M-346F diumumkan Leonardo pada Selasa, 21 Juli 2026. Kontrak ditandatangani antara Leonardo dengan PT ESystem Solutions Indonesia.

Dalam keterangan resmi Leonardo disebutkan, pembelian alutsista merupakan tindak lanjut dari Letter of Intent (LoI) yang telah diteken masing-masing pihak pada Februari 2026.

Sebelumnya, Indonesia resmi membeli 42 unit jet tempur Rafale dari perusahaan dirgantara Dassault Aviation, Perancis. Kontrak pembelian dengan nilai sekitar Rp 132 triliun ini disepakati bertahap dengan 6 unit telah tiba di Indonesia pada Mei 2026.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online