Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja

7 hours ago 7

loading...

Kepala Unit Rumah Kerja DPP Partai Perindo Agus Taufiq menyatakan perlambatan ekonomi tak hanya tercermin dari berbagai indikator makro, tapi juga mulai dirasakan rumah tangga melalui melemahnya daya beli. Foto: Sindonews

JAKARTA - Perlambatan ekonomi tidak hanya tercermin dari berbagai indikator makro, tetapi juga mulai dirasakan langsung oleh rumah tangga melalui melemahnya daya beli dan menurunnya pendapatan. Temuan sebuah survei pada Juni 2026 lalu memperlihatkan semakin banyak masyarakat yang menilai kondisi ekonomi nasional memburuk.

Kepala Unit Rumah Kerja DPP Partai Perindo Agus Taufiq menilai hasil survei tersebut menjadi sinyal bahwa perlambatan ekonomi telah berdampak terhadap dunia kerja dan keberlangsungan usaha masyarakat.

"Survei menunjukkan 47,3 persen responden menilai kondisi ekonomi Indonesia buruk dan 8,9 persen sangat buruk. Ketika lebih dari separuh masyarakat merasakan tekanan ekonomi, pemerintah harus melihatnya sebagai peringatan bahwa perlambatan sudah dirasakan hingga tingkat rumah tangga," ujar Agus di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Baca juga: Dorong Perbaikan Ekonomi, Ketua DPP Partai Perindo Agus Taufiq: Kebijakan Perlu Lebih Berpihak ke Rakyat

Dia menilai persepsi tersebut sejalan dengan kondisi pendapatan masyarakat. Survei yang sama mencatat 39,7 persen responden mengaku pendapatannya tidak meningkat, sedangkan 30,5 persen mengalami penurunan karena usaha melambat dan hanya 5,9 persen yang memperoleh kenaikan gaji atau upah.

"Data itu menunjukkan persoalan utama bukan sekadar kenaikan harga, tetapi melemahnya kemampuan masyarakat memperoleh penghasilan. Ketika dunia usaha menahan ekspansi, perekrutan tenaga kerja ikut melambat dan pendapatan pekerja maupun pelaku UMKM ikut tertekan," ungkapnya.

Agus mengingatkan tekanan tersebut berpotensi memperlemah konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi itu juga membuat kemampuan masyarakat menyimpan dana cadangan semakin terbatas.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online