Pola Asuh Orang Tua Sangat Memengaruhi Anak Suka Buah atau Sayur

9 hours ago 10

Jakarta -

Bunda, kalau Si Kecil sangat suka makan buah atau sayur pasti rasanya menyenangkan sekali, ya. Apalagi, kalau mereka bisa menikmati makanannya tanpa harus banyak dibujuk.

Di balik kebiasaan tersebut, ada berbagai hal yang memengaruhi sejak anak masih kecil. Apa yang mereka lihat, rasakan, dan alami setiap harinya turut membentuk pilihan makan mereka.

Tidak hanya itu, pola asuh yang diterapkan Bunda di rumah juga punya peran dalam hal ini. Cara orang tua mengenalkan makanan bisa memengaruhi bagaimana anak menyikapinya, termasuk terhadap buah dan sayur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pola pengasuhan dan kebiasaan makan anak. Dari sinilah, kita bisa melihat bagaimana kebiasaan tersebut terbentuk dalam keseharian.

Peran orang tua dalam membentuk kebiasaan makan anak

Meski buah dan sayur bagus untuk kesehatan, tidak semua anak terbiasa mengonsumsinya. Bahkan, masih banyak anak yang belum memenuhi kebutuhan hariannya dengan makan buah dan sayur.

Mengutip dari laman News Medical, data menunjukkan hanya sekitar 7 persen anak remaja yang memenuhi asupan buah dan sekitar 2 persen untuk sayur, sementara pada anak kecil angkanya sekitar 68 persen dan 51 persen.

Kebiasaan makan ini tentu saja berpengaruh pada kesehatan jangka panjang anak. Selain itu, buah dan sayur juga menjadi makanan yang paling banyak tersisa karena anak belum terbiasa dikonsumsi.

Maka itu, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk hal ini. Bunda bisa mulai menyediakan buah dan sayur hingga mengajak Si Kecil untuk mencobanya. Namun, anak biasanya butuh waktu untuk menerima makanan baru, terutama sayuran yang rasanya tidak manis dan punya tekstur berbeda.

Kalau dengan cara ini masih sulit bagi Bunda, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan. Bunda bisa memberi contoh dengan ikut makan sayur, menyajikannya secara menarik, dan mengenalkannya berulang kali.

Meski begitu, efektif atau tidaknya cara ini masih perlu terus dikaji lebih lanjut. Sebuah studi pun dilakukan untuk membuat alat yang bisa mengukur cara orang tua membiasakan anak makan buah dan sayur dari berbagai latar belakang.

Tiga tahap penelitian kebiasaan makan anak

Para peneliti menggunakan data dari sebuah studi yang membahas bagaimana orang tua membiasakan anak mengonsumsi buah dan sayur. Studi ini dilakukan dalam tiga tahap.

Berikut penjelasan lengkapnya:

  • Fase 1: Peneliti mulai dengan mengidentifikasi hal-hal dalam pengasuhan, berdasarkan berbagai alat ukur yang sudah ada. Dari tahap ini, dibuat kuesioner berisi 107 pertanyaan yang mencakup 11 area utama.
  • Fase 2: Setelah itu, daftar tersebut dianalisis dengan menambahkan data baru. Data ini berasal dari diskusi dalam 18 kelompok fokus yang melibatkan 62 orang tua, sebagian besar Bunda, dengan anak prasekolah di program Head Start.
  • Fase 3: Kuesioner kemudian disederhanakan menjadi 21 pertanyaan yang dibagi ke dalam empat bagian utama. Kuesioner ini lalu diberikan kepada 281 orang tua yang memiliki anak usia 3-5 tahun.

Penelitian ungkap peran orang tua dalam kebiasaan anak makan buah dan sayur

Melihat dari penelitian ini, ada empat perilaku orang tua yang berkaitan dengan kebiasaan anak makan buah dan sayur. Temuan ini diambil dari tahap ketiga penelitian yang melibatkan banyak orang tua.

Sebagian besar peserta dalam tahap ini adalah Bunda dengan usia rata-rata sekitar 31,9 tahun. Latar belakangnya pun beragam, mulai dari kulit hitam hingga kulit putih.

Jika dilihat dari kondisi tubuh, sekitar 24 persen punya berat badan yang normal, 29 persen kelebihan berat badan, dan 43 persen termasuk obesitas. Sementara itu, usia rata-rata anak yang terlibat sekitar 4,35 tahun.

Menariknya, sekitar 38 persen anak dalam penelitian ini juga termasuk obesitas dan 9 persen kelebihan berat badan. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini kemudian disederhanakan dengan berbagai metode analisis.

Bukan tanpa alasan, tujuannya supaya bisa melihat pola yang lebih jelas dan hasilnya lebih akurat. Kemudian, peneliti juga memilih pertanyaan yang lebih spesifik, yaitu membahas buah dan sayur secara terpisah.

Dari sini, kuesioner diringkas menjadi 21 pertanyaan yang terbagi dalam empat bagian. Empat bagian tersebut mencakup ketersediaan makanan, contoh dari orang tua, serta pendekatan yang berfokus pada anak. Semua ini saling berkaitan dalam membentuk kebiasaan makan anak.

Setiap bagian dalam kuesioner menunjukkan hasil yang konsisten, Bunda. Artinya, pertanyaan yang digunakan memang mampu mengukur hal yang sama dengan baik.

Secara keseluruhan, kuesioner ini dinilai cukup praktis. Hasilnya menunjukkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membentuk kebiasaan anak makan buah atau sayur sejak dini.

Itulah penjelasan tentang bagaimana pola asuh orang tua sangat memengaruhi kebiasaan anak dalam menyukai buah atau sayur.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online