Pos Indonesia Sesuaikan Rute Pengiriman Dampak Abu Vulkanik

8 hours ago 8

Selular.ID – Pos Indonesia menginformasikan bahwa aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengganggu jaringan transportasi dan proses pengiriman kiriman domestik maupun internasional.

Gangguan terutama berkaitan dengan operasional transportasi udara karena sejumlah bandara dapat ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik, sehingga memicu perubahan jadwal penerbangan dan penyesuaian kapasitas angkutan udara.

Pos Indonesia menyebut kondisi tersebut dapat berdampak pada waktu penerusan kiriman, khususnya paket yang menggunakan moda transportasi udara.

Di wilayah yang terdampak langsung, proses pengiriman juga dapat mengalami gangguan sementara sampai kondisi transportasi kembali memungkinkan.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, Pos Indonesia atau PosIND terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan menyesuaikan jaringan operasional.

Penyesuaian dapat mencakup rute, jadwal, hingga penggunaan moda transportasi alternatif apabila tersedia. Langkah ini dilakukan dengan tetap mempertimbangkan keselamatan petugas dan keamanan kiriman.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Dampak Abu Vulkanik terhadap Pengiriman

Abu vulkanik menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat transportasi udara. Ketika kondisi di sekitar bandara tidak memungkinkan untuk penerbangan, maskapai maupun operator transportasi perlu menyesuaikan jadwal dan rute.

Bagi perusahaan logistik seperti Pos Indonesia, perubahan tersebut kemudian berpengaruh pada tahapan penerusan paket yang bergantung pada jaringan penerbangan.

Pos Indonesia memiliki layanan pengiriman domestik dan internasional yang memanfaatkan berbagai moda transportasi. Untuk pengiriman internasional, misalnya, Pos Indonesia menyediakan layanan seperti EMS, ePacket, Pos Registered, Pos Udara Internasional, Pos Paket Internasional, dan Pos Ekspor.

Sistem pelacakan juga tersedia untuk sejumlah jenis kiriman sehingga pelanggan dapat memantau perkembangan status paket.

Gangguan pada penerbangan tidak selalu berarti seluruh proses pengiriman berhenti. Ketika jalur udara pada rute tertentu tidak dapat digunakan, jaringan operasional dapat melakukan penyesuaian dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan ketersediaan moda alternatif.

Pola tersebut pernah diterapkan Pos Indonesia ketika aktivitas vulkanik mengganggu operasional penerbangan. Pada erupsi Gunung Kelud pada 2014, misalnya, penutupan Bandara Juanda Surabaya menyebabkan kiriman pos udara mengalami keterlambatan.

Untuk wilayah Jawa, Pos Indonesia ketika itu mengalihkan sebagian pengiriman menggunakan jalur darat melalui kereta api dan bus.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa gangguan pada satu simpul transportasi dapat memengaruhi rangkaian perjalanan kiriman.

Dalam sistem logistik, bandara berfungsi sebagai salah satu titik penghubung antara pusat pemrosesan, jaringan distribusi, dan tujuan akhir. Ketika penerbangan berubah atau dihentikan sementara, waktu transit paket ikut menyesuaikan.

Pos Indonesia Pantau Status Layanan

Dalam pemberitahuan terbarunya, Pos Indonesia mengimbau pelanggan untuk memantau status kiriman melalui kanal resmi PosIND. Informasi mengenai kondisi layanan akan diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan situasi serta kebijakan dari otoritas terkait.

Langkah pemantauan ini penting terutama bagi pelanggan yang memiliki kiriman dengan estimasi waktu tiba yang bergantung pada transportasi udara. Perubahan jadwal penerbangan dapat memengaruhi waktu paket berpindah dari satu titik pemrosesan ke titik berikutnya.

Di sisi lain, sistem operasional Pos Indonesia saat ini juga telah menggunakan sejumlah teknologi untuk mendukung pemrosesan kiriman.

Dalam laporan tahunan 2024, Pos Indonesia menyebut penggunaan mesin sortir robotik dan RFID (radio frequency identification), yaitu teknologi identifikasi berbasis gelombang radio, di SPP Jakarta Timur dan SPP Surabaya.

Penggunaan teknologi tersebut disebut meningkatkan kecepatan proses operasi hingga 133% dan menurunkan biaya operasi sekitar 39% dibandingkan proses manual.

Digitalisasi juga menjadi bagian dari pemantauan operasional. Laporan yang sama menyebut Pos Indonesia menjalankan War Room pengendalian operasi selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu untuk mendukung pemantauan kualitas layanan.

Pos Indonesia juga mencatat rata-rata produksi kiriman sekitar 6 juta kiriman per bulan pada 2024.

Dalam kondisi gangguan akibat faktor eksternal seperti aktivitas vulkanik, kemampuan memantau jaringan dan menyesuaikan rute menjadi bagian dari pengelolaan operasional.

Penyesuaian tidak hanya berkaitan dengan perjalanan paket, tetapi juga kapasitas transportasi dan koneksi antarsimpul logistik.

Pengiriman Internasional Juga Berpotensi Terdampak

Dampak aktivitas vulkanik tidak terbatas pada kiriman domestik. Pos Indonesia menyatakan gangguan dapat memengaruhi proses pengiriman domestik maupun internasional, terutama ketika rute internasional menggunakan bandara atau koneksi penerbangan yang terdampak.

Pada layanan internasional, Pos Indonesia juga menyediakan sistem Customs Declaration System untuk membantu pelanggan melengkapi informasi pengiriman.

Sistem tersebut mencakup data pengirim dan penerima, uraian isi kiriman, kode HS (Harmonized System), nilai barang, berat, serta dokumen yang dibutuhkan untuk proses kepabeanan.

Estimasi waktu pengiriman internasional yang ditampilkan dalam sistem Pos Indonesia tidak mencakup waktu pengurusan kepabeanan.

Artinya, perjalanan sebuah paket internasional terdiri atas sejumlah tahapan yang dapat dipengaruhi oleh kondisi transportasi maupun proses regulasi di negara asal dan tujuan.

Dalam situasi aktivitas vulkanik, perubahan jadwal penerbangan menjadi faktor tambahan yang dapat memengaruhi waktu transit. Karena itu, Pos Indonesia meminta pelanggan mengikuti pembaruan status layanan dan kiriman melalui kanal resminya.

Pos Indonesia menyatakan pemantauan kondisi akan terus dilakukan dan jaringan operasional akan disesuaikan berdasarkan perkembangan situasi.

Penggunaan rute maupun moda transportasi alternatif akan dilakukan apabila memungkinkan, dengan prioritas pada keselamatan petugas serta keamanan kiriman.

Bagi pelanggan, perubahan waktu tiba selama periode gangguan transportasi menjadi bagian dari penyesuaian operasional yang mengikuti kondisi penerbangan dan akses di wilayah terdampak.

Status setiap kiriman tetap dapat dipantau melalui kanal pelacakan Pos Indonesia, sementara informasi mengenai perubahan layanan akan disampaikan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Baca Juga: Pos Indonesia Perkuat Layanan Retail Business untuk UMKM

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online