Purnawirawan TNI Beri Masukan soal Izin Lintas Udara Amerika

3 hours ago 7

MENTERI Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan para purnawirawan TNI membahas Letter of Intent (Lol) atau surat pernyataan mengenai izin lintas udara yang diajukan Amerika Serikat (AS). Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait mengatakan, para purnawirawan TNI memberikan analisis berdasarkan sejumlah pertimbangan.

Namun, Rico tidak menjelaskan detailnya. "Purnawirawan tentunya punya pertimbangan, punya analisis yang sangat baik," kata dia di Gedung Kementerian Pertahanan, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat, 24 April 2026. 

Masukan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Menhan dan sejumlah purnawirawan serta mantan Panglima TNI di Gedung Kemenhan pada hari yang sama. 

Rico menyebut pemerintah berencana membahas usulan izin lintas udara itu bersama kementerian terkait dan DPR. "Sehingga nanti mungkin akan juga dibahas dengan kementerian dan instansi terkait, dengan DPR, terkait dengan Letter of Intent tersebut," ujarnya.

Selain isu lintas udara, para purnawirawan juga memberikan masukan mengenai pasukan perdamaian di Libanon serta perkembangan geopolitik di Selat Hormuz. Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam perumusan kebijakan pertahanan.

Sejumlah tokoh yang hadir dalam pertemuan itu antara lain mantan Panglima ABRI Wiranto, Yudo Margono, Agus Suhartono, Andika Perkasa, dan Gatot Nurmantyo. Hadir pula Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Dudung Abdurachman.

Selain itu, Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara Tonny Harjono turut hadir. Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita juga mengikuti pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam secara tertutup.

Isu ini mencuat setelah laporan media asing mengungkap dokumen rahasia terkait upaya Amerika Serikat memperoleh akses lintas udara menyeluruh (blanket overflight access) di wilayah Indonesia. Media online The Sunday Guardian pada Minggu, 12 April 2026, melaporkan terdapat dokumen pertahanan rahasia AS untuk mengamankan akses lintas udara bagi pesawat militer AS melalui wilayah udara Indonesia. Dokumen itu disebutkan menyusul pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Donald Trump di Washington, D.C. pada Februari lalu.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pemerintah bakal mengutamakan kepentingan dan kedaulatan nasional dalam konteks perizinan lintas udara di wilayah Indonesia. Pernyataan tersebut Menlu sampaikan berkaitan dengan rencana kerja sama akses terbang lintas menyeluruh alias blanket overflight access di ruang udara Indonesia dengan Amerika Serikat. 

Ervana Trikanaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pilihan Editor: Risiko Jika Ruang Udara Dibuka untuk Militer Amerika

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online