Robot untuk Periksa Ibu Hamil, Kebijakan Ini Tuai Kontroversi

8 hours ago 6

Jakarta -

Kemajuan teknologi sudah merambah dunia medis, Bunda. Baru-baru ini, negara bagian Amerika Serikat (AS), Alabama, berencana menggunakan robot untuk periksa ibu hamil.

Dilansir New York Post, para pejabat Alabama berencana menggunakan robot guna meningkatkan perawatan bagi ibu hamil di daerah pedesaan. Selama pertemuan di Gedung Putih pada bulan Januari, hibah pertama dipromosikan kepada negara bagian di bawah dana kesehatan pedesaan. Hibah ini diketahui bernilai 50 miliar dollar AS.

"Alabama tidak memiliki dokter kandungan di banyak wilayahnya," kata perwakilan Centers for Medicare & Medicaid Services Administrator, Mehmet Oz, saat duduk bersama Presiden Donald Trump dan anggota Kabinet.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menurut Oz, kurangnya layanan kesehatan di wilayah tersebut mendorong usulan untuk menggunakan robot yang bisa melakukan pemeriksaan USG pada ibu hamil. Namun, pendapat berbeda disampaikan oleh Senator Bernie Sanders.

Senator independen dari Vermont ini mengatakan bahwa hal itu sama sekali tidak keren. Selain Sanders, dokter kandungan serta beberapa pihak ikut berkomentar di media sosial dan menyatakan kekhawatiran mereka.

Respons yang beragam ini menyoroti bagaimana antusiasme terhadap ide-ide berbasis teknologi canggih muncul dari negara bagian dalam permohonan untuk Rural Health Transformation Program. Sayangnya, ide ini bertentangan dengan kenyataan bahwa tidak cukup tenaga kesehatan untuk melayani pasien di banyak komunitas pedesaan.

Meskipun USG robotik adalah teknologi yang sangat canggih, teknologi tersebut belum digunakan di negara bagian Alabama. Meski sangat penting untuk perawatan pasien, teknologi ini bukanlah pengganti tenaga kerja yang terlatih, sistem perawatan, serta data yang terkoordinasi.

Hampir semua dari 50 negara bagian yang mengajukan permohonan untuk Rural Health Transformation Program menyatakan kekurangan tenaga kerja dan kebutuhan terkait kesehatan ibu sebagai prioritas. Hanya negara bagian Alabama yang mengusulkan penggunaan robot untuk mengisi kesenjangan tersebut.

Juru bicara Departemen Urusan Ekonomi dan Komunitas Alabama, Mike Presley, mengawasi rencana tersebut. Ia mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang bersedia diwawancarai tentang USG telerobotik.

Sementara menurut spesialis kebidanan dan ginekologi di daerah pedesaan Alabama barat laut Birmingham, LoRissia Autery, penggunaan robot tidak akan mengurangi angka kematian ibu dan bayi.

Banyak pasiennya memiliki kehamilan berisiko tinggi dengan diabetes, tekanan darah tinggi, dan hepatitis C. Bila robot digunakan, Autery mengaku khawatir tentang jenis perawatan yang akan diberikan kepada pasiennya, banyak di antaranya berkendara selama satu jam atau lebih untuk berkonsultasi.

"Hal itu justru mengurangi perawatan yang sangat kita butuhkan untuk para perempuan," ujar Autery.

Negara yang sudah gunakan robot untuk periksa ibu hamil

Setidaknya, ada satu negara di AS yang sudah menggunakan robot untuk memeriksa ibu hamil. Robot ini digunakan oleh pekerja terlatih untuk mengurangi angka kematian.

Di desa terpencil La Loche, Kanada, Julie Fontaine mengoperasikan robot USG di sebuah klinik dengan dua perawat praktik dan dokter yang bertugas secara bergantian. Dia mengatakan bahwa pasien menyukai robot tersebut karena menghemat waktu dan biaya perjalanan mereka ke fasilitas perawatan kesehatan regional lebih besar yang berjarak enam hingga tujuh jam.

"Ketika orang-orang datang, mereka seperti, 'Wow, teknologi zaman sekarang sungguh luar biasa'," kata Fontaine.

"Ini adalah sesuatu yang belum pernah mereka lihat atau gunakan sebelumnya."

Saat menangani pasien, Fontaine menghubungkan mesin USG robotik ke tele-sonografer di stasiun kontrol di Saskatoon. Sonografer kemudian mengoperasikan lengan robot pada mesin tersebut dari jarak jauh. Seorang ahli radiologi, yang dapat berada di mana saja, bisa membaca laporan hasil pemindaian dan mengirimkannya kembali ke dokter keluarga di La Loche.

"Yang terpenting adalah mengidentifikasi kehamilan berisiko tinggi cukup dini sehingga kita dapat melakukan intervensi," kata ahli bedah Ivar Mendez.

Menurut Mendez, USG robotik ini sama baiknya dengan USG biasa. Namun, USG canggih ini tidak dapat digunakan ketika pasien membutuhkan USG vagina yang lebih invasif.

Dalam sebuah makalah tahun 2022, Mendez dan timnya di University of Saskatchewan meneliti 87 ultrasonografi telerobotik dan menemukan bahwa 70 persen dari waktu tersebut, USG robotik membuat perjalanan untuk perawatan menjadi tidak perlu. Hampir semua pasien mengatakan mereka akan kembali menggunakan robot untuk pemeriksaan.

Demikian cerita tentang negara yang berencana menggunakan robot untuk memeriksa ibu hamil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online