PRESIDEN Prabowo Subianto membahas kebiasaannya berkunjung ke luar negeri. Menurut Ketua Umum Partai Gerindra ini, berbagai kegiatan dinas di luar negeri bertujuan untuk mengantisipasi gejolak harga minyak dunia.
Prabowo membicarakan topik perjalanan dinas ke luar negeri saat berpidato dalam rapat kerja bersama jajaran kementerian, lembaga, dan BUMN. Prabowo sempat membahas tanggung jawab seorang presiden dalam orasinya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Prabowo, seorang kepala negara memiliki tanggung jawab untuk bisa memenuhi berbagai target pembangunan. Dia berujar itu bukan tugas ringan. "Jadi saudara-saudara jangan anggap berdiri di sini ini pekerjaan yang enak," kata Prabowo dari podium di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Prabowo menyampaikan bahwa orang-orang yang ingin menjadi presiden harus siap menghadapi kenyataan tersebut. "Yang mau jadi presiden, selamat, benar-benar. Aku sudah terlanjur jadi aku harus kerja keras. Enggak ada libur saya," tuturnya yang empat kali mengikuti Pilpres sebelum terpilih ini.
Prabowo kemudian membahas penilaian dari orang lain yang dia nilai berbeda dengan kenyataan tersebut. "Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara, untuk amankan minyak ya kita harus ke mana-mana," ucapnya.
Prabowo mencontohkan saat kunjungan luar negeri terakhirnya ke Jepang pada akhir Maret 2026. Ketika itu, Prabowo berujar, dirinya juga berupaya mendapat berbagai kerja sama investasi untuk Indonesia.
Prabowo mengatakan akan pergi ke luar negeri lagi dalam waktu dekat. Namun, dia enggan mengungkapkan tujuan selanjutnya tersebut. Prabowo mengklaim perjalanan dinas yang sudah direncanakan itu juga bertujuan untuk mengamankan kepentingan Indonesia.
Sejak dilantik menjadi presiden pada Oktober 2024 atau satu setengah tahun menjabat, Prabowo setidaknya sudah 35 kali melawat ke luar negeri. Terbaru, dia mengunjungi Jepang dan Korea Selatan pada akhir Maret hingga awal April 2026.
Dalam rapat kerja di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu hari ini, Prabowo mengundang seluruh pejabat level menteri dan wakil menteri, kepala dan wakil kepala badan, hingga para pejabat eselon satu. Ratusan pejabat tersebut datang ke Istana Kepresidenan untuk mendengarkan taklimat Prabowo yang dilanjutkan rapat tertutup.
Selain membahas perjalanan dinas ke luar negeri, Prabowo juga menyinggung berbagai isu lain dalam taklimatnya. Topik-topik yang dia bicarakan termasuk konflik di Timur Tengah, krisis energi dan gejolak harga minyak global, hingga menyinggung sejumlah pengkritiknya sebagai kelompok-kelompok yang tidak mau diajak bekerja sama.
.png)















































