Soal Pembelian Alutsista dari Prancis, Menlu Singgung Transfer Teknologi

13 hours ago 5

MENTERI Luar Negeri Sugiono mengatakan kerja sama pertahanan dengan Prancis tidak hanya sebatas pembelian alat utama sistem senjata (alutsista). Menurut Sugiono, kerja sama itu juga mencakup transfer teknologi.

Pembelian alat pertahanan merupakan salah satu hasil lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis pada pekan lalu. “Kita ketahui bahwa kita memperoleh atau membeli alat-alat pertahanan yang cukup strategis dari Prancis. Dan ini juga memiliki turunan bahwa kita harus bisa meningkatkan penguasaan teknologi terhadap hal-hal tersebut," ucap Sugiono di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Politikus Partai Gerindra ini menerangkan, pemerintah mendorong supaya kerja sama pertahanan tidak berhenti pada pengadaan alutsista saja, melainkan berkembang ke arah yang lebih luas. “Kita tidak hanya sebatas membeli saja, tetapi juga melakukan transfer teknologi dan penguasaan teknologi dari barang-barang yang kita beli," ujar Sugiono.

Adapun, kata Sugiono, pengadaan alutsista ini merupakan proses jangka panjang yang sudah berjalan bahkan sejak Prabowo menjabat Menteri Pertahanan era Joko Widodo.

"Itu yang selalu diingatkan oleh Bapak Presiden bahwa yang namanya alutsista itu kita enggak bisa beli kayak beli barang di supermarket. Begitu kita butuh, kita ingin punya, itu enggak bisa," kata Sugiono.

Dia mencontohkan pembelian jet tempur Rafale produksi Dassault Aviation. Sugiono berujar, pengadaan pesawat tempur itu membutuhkan waktu bertahun-tahun sejak pemesanannya hingga realisasi pengiriman ke Indonesia. “Kita pesannya berapa tahun? Kurang lebih empat tahun yang lalu sampai itu rolling, kan gitu. Jadi prosesnya panjang,” tutur Sugiono.

Pembelian jet tempur Dassault Rafale merupakan satu dari lima kerja sama baru di bidang pertahanan yang disepakati antara Menteri Angkatan Bersenjata Republik Prancis Florence Parly dan Prabowo yang saat itu masih menjadi menteri pertahanan pada Kamis, 10 Februari 2022.

Kesepakatan itu kemudian terwujud untuk pertama kalinya dengan pengiriman tiga unit pesawat tempur Rafale pada 27 Januari 2026 lalu. Kedatangan Rafale ini menambah jajaran pesawat tempur TNI Angkatan Udara yang sebelumnya telah diisi oleh T-80, Hawk 100/200, Sukhoi Su-30, dan F-16. 

Pada Selasa, 14 April 2026, Presiden Prabowo menyambangi Istana Élysée di Paris, Prancis, untuk melakukan pertemuan tête-à-tête alias empat mata dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Prabowo dan Macron dalam persamuhan itu membahas isu-isu penguatan kerja sama bilateral di sejumlah sektor. “Termasuk pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan, transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur dan transportasi, hingga pendidikan dan ekonomi kreatif,” demikian tertulis pada takarir di akun Instagram @presidenrepublikindonesia.

Meski begitu, Prabowo maupun Kementerian Pertahanan belum merincikan apa saja alat-alat pertahanan yang dibeli oleh Indonesia dari Prancis maupun nilai kesepakatannya.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online