Teddy Soroti Masih Ada Anak Tak Sekolah di Pusat Jakarta

3 hours ago 4

SEKRETARIS Kabinet Teddy Indra Wijaya menyoroti keberadaan anak-anak yang tidak sekolah di Jakarta. Kondisi yang ironis tersebut dia soroti karena masih ada anak yang tidak menempuh pendidikan bahkan di kawasan pusat pemerintahan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Teddy memberi contoh, dia menjumpai anak-anak yang tidak sekolah di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Bahkan, kata Teddy, ada anak berusia 12 tahun yang tidak pernah sekolah sama sekali.

"Sekitar 5 kilometer dari pusat kota Indonesia, masih ada anak-anak Indonesia yang putus sekolah, bahkan belum pernah bersekolah," kata Teddy dalam keterangan tertulis pada Kamis, 23 April 2026.

Masalah tersebut, kata Teddy, sudah ada sejak lama. Maka dari itu, dia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto ingin agar pemerintah menyelesaikan problem anak tidak sekolah secara bertahap dan berkala, tapi secepat mungkin.

Teddy berujar anak-anak yang tidak sekolah juga memiliki mimpi mereka masing-masing. "Kita diingatkan bahwa setiap anak punya mimpi yang layak diperjuangkan. Keinginan Bapak Presiden, seluruh anak Indonesia harus dapat bersekolah dan menerima pendidikan yang layak," tuturnya.

Teddy menyampaikan salah satu program Prabowo di bidang pendidikan adalah sekolah rakyat. Program itu, kata dia, adalah cara pemerintah era Praobwo menjamin kebutuhan dasar siswa, mulai dari tempat tinggal, gizi, kesehatan, hingga pendidikan.

Presiden Prabowo menargetkan pembangunan 500 sekolah rakyat hingga akhir masa jabatannya pada 2029. Pada Januari 2026, Prabowo meresmikan 166 sekolah rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota.

“Sasaran kami adalah 500 sekolah rakyat sampai tahun 2029. Insya Allah akan tercapai,” ucap Prabowo di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dikutip dari siaran pada YouTube Sekretariat Presiden.

Dari total target 500 sekolah itu, Kepala Negara membidik setiap sekolah diisi seribu siswa. Hingga hari ini, kata dia, total siswa sekolah rakyat mencapai 15 ribu peserta didik. “Saya menerima laporan mungkin akhir tahun ini akan mencapai 30 ribu. Tapi ujungnya sasaran kami adalah tiap kampus sekolah rakyat adalah seribu murid. Berarti sasaran kami nanti 500 ribu murid,” kata Prabowo.

Adapun pembangunan tahap pertama sekolah rakyat meliputi 166 unit. Ratusan sekolah yang mengusung konsep asrama itu mulai beroperasi secara bertahap pada Juli hingga awal Oktober 2025 lalu.

Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: Agar Label GGL di Pangan Kemasan Efektif Mencegah Penyakit

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online