Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Engagement dengan AI

2 hours ago 1

Selular.ID – Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga mengintegrasikan kapabilitas Braze ke dalam ekosistem digital masing-masing untuk menghadirkan interaksi pelanggan yang lebih personal, relevan, dan real-time.

Integrasi yang diumumkan pada Grow with Braze Jakarta 2026, Selasa (4/8), memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan insight berbasis data untuk meningkatkan pengalaman pelanggan di berbagai kanal digital.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Braze, platform customer engagement global, dalam konferensi yang dihadiri lebih dari 300 pemimpin senior bidang pemasaran, produk, dan pengalaman pelanggan.

Acara tersebut dibuka oleh Bill Magnuson, CEO sekaligus Co-founder Braze, dengan pembahasan mengenai perkembangan customer engagement di tengah adopsi AI.

Indonesia menjadi salah satu pasar yang dinilai penting bagi Braze di kawasan Asia Pasifik.

Franz Sihaloho, Country Director Braze Indonesia, mengatakan integrasi oleh Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga menunjukkan pemanfaatan teknologi AI untuk membangun interaksi pelanggan yang lebih terpersonalisasi.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

“Indonesia merupakan pasar yang penting bagi Braze di Asia Pasifik,” ujar Franz. Ia menambahkan, Braze berkomitmen mendukung perusahaan Indonesia dengan teknologi berstandar global sekaligus mendorong penerapan AI secara bertanggung jawab untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang personal, tepercaya, dan bernilai.

Telkomsel Integrasikan Braze ke MyTelkomsel

Telkomsel mengintegrasikan kapabilitas Braze ke dalam super app MyTelkomsel serta ekosistem digital yang lebih luas.

Integrasi tersebut didukung arsitektur data real-time dan AI untuk memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengelola interaksi dengan pelanggan dalam skala besar.

Telkomsel saat ini melayani lebih dari 153,5 juta pelanggan seluler, sementara MyTelkomsel memiliki lebih dari 62 juta pengguna aktif bulanan.

Kapabilitas Braze digunakan untuk membantu perusahaan menghadirkan pengalaman digital yang lebih cepat dan kontekstual berdasarkan kebutuhan pelanggan.

Selain personalisasi, integrasi tersebut mencakup pengoptimalan interaksi pelanggan, percepatan eksperimen digital, serta pengelolaan konten berbasis AI.

Pendekatan ini juga diarahkan untuk menjaga komunikasi digital tetap aman dan tepercaya.

Dedi Suherman, VP Digital Experience Telkomsel, mengatakan integrasi Braze merupakan bagian dari upaya perusahaan menempatkan pelanggan sebagai pusat pengembangan pengalaman digital.

“Di Telkomsel, kami terus berinovasi dengan menempatkan pelanggan sebagai pusat dari setiap pengalaman digital, termasuk melalui integrasi kapabilitas Braze ke dalam MyTelkomsel,” kata Dedi.

Menurutnya, kemampuan eksperimen secara real-time dan tata kelola konten berbasis AI membantu Telkomsel memahami kebutuhan pelanggan sekaligus menyempurnakan layanan digital yang diberikan.

Pertamina Patra Niaga Fokus pada Retensi Pelanggan

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga menggunakan Braze untuk memperkuat retensi pelanggan serta menghadirkan rekomendasi produk dan layanan yang lebih personal.

Pemanfaatan tersebut dilakukan melalui orkestrasi interaksi di sejumlah kanal digital, termasuk aplikasi seluler, email, dan WhatsApp.

Orkestrasi pelanggan merujuk pada kemampuan mengatur komunikasi dari berbagai kanal berdasarkan data dan konteks perjalanan pelanggan.

Inisiatif Pertamina Patra Niaga tersebut masih berada dalam tahap pengembangan.

Pemanfaatan Braze menjadi bagian dari strategi transformasi digital perusahaan untuk membangun hubungan pelanggan yang lebih kuat melalui komunikasi yang cepat dan relevan.

Berbeda dengan implementasi Telkomsel yang telah diintegrasikan ke dalam MyTelkomsel dan ekosistem digitalnya, Pertamina Patra Niaga saat ini berfokus pada pengembangan pemanfaatan teknologi tersebut untuk kebutuhan retensi dan rekomendasi layanan.

AI Jadi Bagian dari Transformasi Customer Engagement

Pemanfaatan AI dalam customer engagement turut menjadi salah satu pembahasan dalam Grow with Braze Jakarta 2026.

Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, menekankan bahwa penerapan AI perlu tetap memperkuat kreativitas dan pemahaman terhadap kebutuhan manusia.

Menurut Neil, pemasaran tidak lagi hanya berkaitan dengan promosi produk, tetapi juga pemahaman terhadap pelanggan, pembangunan kepercayaan, serta pembentukan hubungan yang relevan.

AI dapat digunakan untuk membantu pelaku usaha memahami pelanggan dan memberikan pengalaman yang lebih sesuai.

Neil juga menyebut Bodypack, merek gaya hidup asal Bandung yang menjadi salah satu pembicara dalam konferensi tersebut, sebagai contoh pengembangan merek melalui interaksi pelanggan dan penyampaian cerita yang konsisten.

Ia mengatakan platform customer engagement berbasis AI seperti Braze dapat membantu pelaku industri kreatif mempersonalisasi komunikasi dan memperkuat loyalitas pelanggan.

Penerapan teknologi tersebut juga dinilai dapat mendukung produk lokal dalam menjangkau audiens yang lebih luas.

Kementerian Ekonomi Kreatif, lanjut Neil, akan terus mendorong penerapan AI secara bertanggung jawab serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, dan mitra teknologi.

Indonesia Jadi Pasar Strategis Braze

Braze menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar penting di Asia Pasifik seiring pertumbuhan ekonomi digital dan peningkatan penggunaan teknologi AI di berbagai sektor.

Dalam keterangannya, Braze menyebut nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$360 miliar pada 2030.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan adopsi layanan digital dan penggunaan AI.

Braze juga telah mengoperasikan pusat data regional selama lebih dari satu tahun.

Infrastruktur tersebut ditujukan untuk menyediakan lingkungan lokal bagi pengelolaan data pelanggan sekaligus membantu perusahaan menghadapi perkembangan regulasi terkait data dan teknologi digital.

Bagi Braze, integrasi teknologi pada Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga menjadi bagian dari upaya memperluas penerapan customer engagement berbasis AI di Indonesia.

Teknologi tersebut menggabungkan data pelanggan, machine learning, dan otomatisasi komunikasi untuk mendukung interaksi yang lebih relevan dalam skala besar.

Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga kini berada pada tahap implementasi yang berbeda.

Telkomsel telah mengintegrasikan kapabilitas Braze ke MyTelkomsel dan ekosistem digitalnya, sedangkan Pertamina Patra Niaga masih mengembangkan pemanfaatannya untuk retensi serta rekomendasi produk dan layanan.

Braze menyatakan akan melanjutkan investasi di pasar Indonesia dan mendorong penggunaan AI secara bertanggung jawab.

Fokus tersebut mencakup pengembangan pengalaman pelanggan yang lebih personal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Baca Juga: Braze Berikan 1.000 Sertifikasi Gratis untuk Talenta Digital Indonesia

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online