Warga Kaltim Akan Demo di Kantor Gubernur dan DPRD

5 hours ago 2

BERBAGAI elemen masyarakat yang menamakan diri Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur bakal menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, pada Selasa, 21 April 2026. Aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi warga terhadap kinerja sekaligus kepemimpinan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Koordinator Lapangan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur, Erly Sopiansyah, mengatakan demonstrasi itu sebagai respons terhadap kebijakan-kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang dinilai merugikan masyarakat setempat.

“Gubernur kami membuat kegaduhan sampai tingkat nasional, sehingga yang kami lihat, ini mempermalukan kami sebagai masyarakat Kaltim,” ucap Erly melalui sambungan telepon pada Selasa, 14 April 2026.

Erly menuturkan, tindakan-tindakan Rudy Mas’ud yang menjadi sorotan meliputi pengadaan kendaraan dinas senilai Rp 8,5 miliar hingga renovasi rumah jabatan yang mencapai Rp 25 miliar. “Di saat ekonomi lagi susah yang dihadapi oleh masyarakat Kaltim. Di sisi lain, Gubernur kami malah berleha-leha melakukan pemakaian anggaran daerah yang seenaknya sendiri,” kata Erly.

Ia menilai Gubernur Rudy tak mengindahkan perintah Presiden Prabowo Subianto soal efisiensi anggaran. “Beliau meminta semua kepala daerah di Indonesia untuk melakukan efisiensi anggaran. Ini yang tidak dilaksanakan oleh Gubernur kami,” ujarnya.

Menurut Erly, aksi massa ini akan dipusatkan pada dua titik di Kota Samarinda. Pertama, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Timur di Jalan Teuku Umar. Lalu, aksi akan dilanjutkan di Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Jalan Gajah Mada.

Erly berujar, ribuan massa yang berasal dari 56 elemen organisasi siap turun ke jalan pada 21 April mendatang. Kata dia, massa ini terdiri dari elemen masyarakat lintas sektoral, mulai dari organisasi kemasyarakatan atau ormas, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Portal berita Katakaltim melaporkan bahwa Kepolisian Daerah Kalimantan Timur mulai menyiapkan langkah pengamanan terhadap rencana demonstrasi ini.

Meski belum menerima pemberitahuan resmi dari pihak penyelenggara, kepolisian memastikan kesiapan personel guna mengantisipasi potensi mobilisasi massa dalam jumlah besar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltim Komisaris Besar Yuliyanto mengatakan kepolisian tetap melakukan langkah-langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Kata Yuliyanto, pengamanan akan dilakukan secara proporsional dengan mengedepankan pendekatan humanis.

“Pelayanan unjuk rasa dari Polri dilakukan dengan kekuatan yang cukup, tidak berlebihan. Semua unsur kepolisian bertugas sesuai porsinya masing-masing,” ujar Yuliyanto di Balikpapan, Senin, 13 April 2026, dikutip dari berita Katakaltim.com.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online