Warga Pati Gelar Nobar Pemeriksaan Bupati Sudewo di KPK

4 days ago 6

RAKYAT MERDEKA — Masyarakat Pati, Jawa Tengah, menunjukkan perhatian besar terhadap kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Pati, Sudewo.

Pada Rabu (27/8), warga berkumpul di sebuah posko yang berlokasi dekat kantor bupati untuk menggelar nonton bareng (nobar) siaran langsung pemeriksaan Sudewo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Warga Kawal Pemeriksaan Lewat Siaran Langsung

Sudewo memenuhi panggilan penyidik KPK di Jakarta Selatan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta api. Sementara itu, kelompok masyarakat yang menamakan diri Masyarakat Pati Bersatu memilih menyaksikan jalannya pemeriksaan lewat ponsel mereka.

Slamet, salah seorang perwakilan warga, menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk dukungan sekaligus pengawalan terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami menonton live untuk mengawal Bupati Pati yang dipanggil KPK hari ini,” ucap Slamet di lokasi.

Warga berharap KPK segera menaikkan status Sudewo dari saksi menjadi tersangka. Mereka menilai, kasus dugaan korupsi yang menjerat Sudewo saat masih menjabat anggota DPR RI harus diproses secara tuntas.

“Harapannya, KPK segera menetapkan Sudewo sebagai tersangka,” lanjut Slamet.

Selain mengawal pemeriksaan di KPK, warga juga berkomitmen mendukung proses pemakzulan yang kini sedang berjalan melalui hak angket DPRD Pati.

Kritik dan Harapan Warga Pati

Rahmat, warga asal Pucakwangi, menambahkan bahwa KPK tidak boleh melemah hanya karena Sudewo sudah mengembalikan uang dugaan korupsi. Ia menegaskan, pengembalian dana tidak bisa menghapus tindak pidana.

“Mengembalikan uang tidak otomatis menggugurkan proses hukum. KPK harus tetap menindak tegas,” tegas Rahmat.

Selain itu, masyarakat juga menyoroti sikap arogan Sudewo. Mereka meminta partai pengusungnya, Gerindra, mengambil sikap jelas agar masyarakat Pati tidak lagi dipimpin oleh sosok yang dianggap otoriter.

“Kami minta Gerindra punya belas kasihan pada warga Pati. Jangan biarkan kami dipimpin bupati yang arogan,” lanjutnya.

Respons Bupati Sudewo

Saat tiba di gedung KPK, Sudewo hanya memberikan jawaban singkat mengenai aksi warganya yang menonton proses pemeriksaannya.

“Semoga baik-baik saja,” kata Sudewo singkat di depan awak media.

Ia tetap menghadiri panggilan KPK tanpa banyak komentar, meski aksi protes masyarakat terus bergulir di Pati.

Penolakan terhadap Sudewo sebenarnya sudah memuncak sejak demo besar pada 13 Agustus lalu. Ribuan warga turun ke jalan menentang kebijakan kontroversial bupati, mulai dari kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen, hingga pemecatan sejumlah pegawai RSUD.

Demo tersebut mendapat perhatian hingga ke Istana Presiden. Akibatnya, DPRD Pati langsung menggunakan hak angket dan membentuk pansus untuk menyelidiki kinerja Sudewo.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online