SEORANG warga dari Kampung Mairini, Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan tewas tertembak usai terjadi kericuhan di Distrik Bokondini pada Selasa, 14 April 2026, kemarin.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Staf Dewan Gereja Injili di Indonesia (GIDI), Eneko Bahabol, mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun, warga atas nama Elky Wunungga itu tewas tertembak di tempat kejadian perkara.
"Penembakan diduga dilakukan aparat dari Kepolisian Sektor Bokondini," kata Eneko melalui pesan WhatsApp, Rabu, 15 April 2026.
Sebelum insiden penembakan, kata dia, telah terjadi kericuhan antarwarga di Bokondini yang tengah melakukan prosesi pemakaman adat. Kericuhan meluas ketika masing-masing warga berbalas aksi lempar batu.
Tak lama berselang, kata dia, anggota Polsek Bokondini tiba di lokasi kericuhan. Namun, tanpa melakukan dialog, kepolisian membubarkan warga dengan langsung menembakkan senapan ke arah kerumunan.
"Tidak ada upaya persuasif. Datang langsung tembak dan jatuhlah korban," ujar Eneko.
Staf Dewan Gereja Papua ini menambahkan, terkini situasi di Distrik Bokondini masih diliputi ketegangan. Warga dari beberapa kampung berjaga dan menutup akses masuk ke area dalam pemukiman.
"Gereja mengimbau masyarakat dan kepolisian untuk menahan diri agar situasi tidak semakin buruk," ucap Eneko.
Tempo telah mengirimkan pesan permintaan konfirmasi kepada Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Cahyo Sukarnito.
Namun, hingga laporan ini dipublikasikan, pesan yang dikirim melalui aplikasi perpesanan WhatsApp itu hanya menunjukkan notifikasi dua centang abu, alias hanya terkirim saja.
.png)















































