Waspada! Harga Bitcoin Berpotensi Jatuh ke Rp1,1 Miliar, Ini Peringatan Mengejutkan dari Arthur Hayes

2 days ago 7

Jakarta, Pintu News – Pasar cryptocurrency tengah diguncang oleh volatilitas yang luar biasa, terutama Bitcoin , yang baru-baru ini mengalami penurunan harga signifikan. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari sebulan, harga Bitcoin jatuh di bawah level $90.000 (Rp1,47 Miliar).

Kondisi penurunan pasar, terutama Bitcoin, saat ini menarik perhatian banyak pengamat pasar, termasuk Arthur Hayes, co-founder BitMEX, yang meramalkan penurunan lebih lanjut.

Menurut Hayes, jika para hedge fund menarik dana mereka dari Bitcoin exchange-traded funds (ETF), harga Bitcoin bisa merosot hingga ke $70.000 (Rp1,14 Miliar).

Baca juga: Harga Dogecoin Naik 2% Hari Ini (26/2/25): DOGE Berpotensi Capai Target $45?

Fenomena ini disebut oleh Hayes sebagai “goblin town,” merujuk pada penurunan tajam yang bisa terjadi. Beberapa faktor, termasuk pergerakan besar oleh para investor institusional, diperkirakan akan memicu pergerakan harga yang lebih buruk bagi Bitcoin dalam waktu dekat.

#Bitcoin goblin town incoming:
Lots of $IBIT holders are hedge funds that went long ETF short CME future to earn a yield greater than where they fund, short term US treasuries.

If that basis drops as $BTC falls, then these funds will sell $IBIT and buy back CME futures.

These… pic.twitter.com/3PskTxrBPR

— Arthur Hayes (@CryptoHayes) February 24, 2025

ETF Bitcoin dan Keluar Masuk Hedge Fund

Salah satu faktor utama yang akan mempengaruhi harga Bitcoin adalah arus keluar dana dari Bitcoin ETF, khususnya dari iShares Bitcoin Trust (IBIT) yang dikelola oleh BlackRock. Banyak investor dalam ETF ini adalah hedge fund yang terlibat dalam strategi arbitrase, yang melibatkan pembelian saham ETF sambil menjual futures Bitcoin di CME.

Strategi ini memungkinkan mereka untuk mendapatkan hasil dengan risiko rendah, melebihi imbal hasil jangka pendek dari obligasi negara. Namun, jika perbedaan antara harga futures dan harga spot Bitcoin (basis spread) semakin menyempit, para hedge fund ini kemungkinan besar akan menjual saham ETF mereka dan membeli futures Bitcoin kembali.

Jika arus keluar ini terjadi dalam skala besar, hal itu dapat memicu penurunan harga Bitcoin. Pada saat itu, banyak hedge fund yang telah memperoleh keuntungan dari strategi arbitrase ini akan melikuidasi posisi mereka dan membuat harga Bitcoin terjun bebas.

Hayes memprediksi bahwa hal ini akan membawa Bitcoin kembali ke level $70.000 (Rp1,14 Miliar), atau bahkan lebih rendah lagi.

Potensi Dampak Kebijakan Pemerintah AS terhadap Bitcoin

peristiwa kripto minggu iniGenerated by AI

Arthur Hayes juga menyoroti faktor eksternal lain yang dapat memperburuk kondisi pasar Bitcoin, yaitu peran pemerintah AS. Dia berpendapat bahwa volatilitas Bitcoin dapat dimanfaatkan oleh politisi untuk keuntungan politik, dengan cara membeli atau menjual Bitcoin untuk memengaruhi pasar.

Baca juga: Harga Bitcoin Merosot ke Level $88.000 Hari Ini (26/2/25): Kerugian BTC Masuk ke Wilayah Bear Market!

Hayes bahkan memperingatkan bahwa kebijakan pemerintah AS bisa menjadi ancaman besar bagi harga Bitcoin, yang sering kali dijadikan alat untuk tujuan politik daripada sebagai aset keuangan yang sah.

Menurut Hayes, penurunan harga Bitcoin bisa menjadi alat yang digunakan oleh pihak tertentu untuk mendiskreditkan kebijakan ekonomi yang sedang berjalan. Dalam pandangannya, Bitcoin hanyalah satu lagi aset keuangan yang digunakan dalam permainan politik besar.

Analisis Pasar: Peran Hedge Fund dan Penurunan Likuiditas

Beberapa analis lain juga memberikan pandangan serupa mengenai potensi penurunan Bitcoin. Ali Martinez, seorang analis terkemuka, mengingatkan investor untuk bersabar dalam menghadapi volatilitas pasar yang tinggi.

Ia menyarankan untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan, karena pasar sedang penuh jebakan yang dibuat oleh pembuat pasar. Martinez juga mengingatkan bahwa penurunan likuiditas di pasar cryptocurrency sejak Desember 2024 berkontribusi besar terhadap penurunan harga ini.

Selain itu, adanya beberapa insiden besar di dunia cryptocurrency, seperti peretasan di bursa Bybit dan skandal meme coin yang melibatkan Presiden Argentina, turut menambah rasa ketidakpastian di kalangan investor.

Sentimen negatif ini semakin memperburuk situasi pasar dan menambah tekanan pada harga Bitcoin.

Secara keseluruhan, dengan berbagai faktor yang memengaruhi harga Bitcoin (BTC), para investor harus lebih berhati-hati. Prediksi penurunan lebih lanjut, ditambah dengan peringatan dari para ahli, membuat saat ini menjadi waktu yang penuh ketidakpastian bagi mereka yang terlibat di pasar crypto.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh Pintu Crypto melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga.

Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro. Klik Daftar Pintu jika kamu belum memiliki akun atau klik Login Pintu jika kamu telah terdaftar.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online