7 Kebiasaan Orang saat Weekend yang Berbahaya untuk Kesehatan

6 hours ago 9

Jakarta -

Weekend memang menjadi waktu untuk bernapas lega. Namun, di balik momen santai tersebut, ada kebiasaan yang tanpa disadari justru dapat berbahaya bagi kesehatan Bunda.

Ahli gizi Macha Davis, MS, RD, menjelaskan bahwa pola di akhir pekan cenderung terjadi secara bersamaan. Ini termasuk tidur larut, konsumsi makanan lebih berat, kurang gerak, hingga asupan natrium yang meningkat.

“Meskipun setiap pilihan terasa sepele, kombinasinya dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara, dan, seiring waktu berkontribusi pada tingkat dasar yang lebih tinggi,” ujar Davis, dikutip dari laman Eating Well, Senin (4/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Untuk mengetahui lebih lanjut, dan melakukan pencegahan lebih awal, berikut beberapa kebiasaan weekend yang sebaiknya Bunda hindari.

7 Kebiasaan weekend yang berbahaya bagi kesehatan

Berikut kebiasaan umum akhir pekan yang dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan dan cara mengatasinya:

1. Mengonsumsi makanan tinggi natrium

Weekend sering kali menjadi waktu untuk kumpul bersama dan memanjakan diri, yang bisa berarti lebih banyak makan di restoran, makanan cepat saji, dan makanan olahan tinggi garam.

Meskipun praktis dan lezat, pilihan-pilihan ini sering kali tinggi sodium. Tubuh membutuhkan sodium untuk berfungsi dengan baik, tetapi mengonsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan tubuh menahan air berlebih.

Air berlebih ini menambah beban pada jantung dan pembuluh darah, dan peningkatan volume darah yang mengalir melalui vena dan arteri akan meningkatkan tekanan darah.

Memperhatikan label makanan dan lebih sering memasak di rumah, dapat membantu Bunda mengontrol asupan natrium dan melindungi kesehatan kardiovskular.

2. Tidur lebih larut

Godaan untuk begadang di Jumat dan Sabtu malam, lalu tidur lebih lama mungkin memang kuat. Meskipun mengejar waktu istirahat adalah ide yang bagus, gangguan pada siklus tidur-bangun normal ini dapat berdampak nyata pada tekanan darah.

Ketika waktu tidur dan bangun sangat bervariasi, hal itu mengganggu ritme sirkadian, jam internal yang membantu mengatur hormon, tonus pembuluh darah, dan aktivitas sistem saraf. Jika ritme ini terganggu, hal itu dapat memicu stres dalam tubuh.

Tidur yang tidak teratur juga dapat meningkatkan respons melawan atau lari, yang meningkatkan pelepasan hormon stres seperti norepinerfin dan kortisol. Pergeseran ini mengurangi kemampuan pembuluh darah untuk rileks, dan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Berusaha untuk tidur dan bangun dalam rentang waktu satu jam dari waktu tidur Bunda di hari kerja biasa dapat membantu menjaga ritme sirkadian tetap stabil, dan tekanan darah terkontrol.

3. Tidak minum cukup air

Saat keluar dari rutinitas normal, kebiasaan sederhana seperti minum air yang cukup dapat dengan mudah dilupakan.

Kelalaian ini mungkin terlihat sepele, tetapi dapat menyebabkan dehidrasi, yang memaksa tubuh untuk mengambil tindakan perlindungan yang secara tidak sengaja dapat meningkatkan tekanan darah.

Membawa botol air minum saat beraktivitas di weekend adalah cara mudah untuk mencegah dehidrasi dan menjaga tekanan darah tetap sehat.

4. Tidak ada aktivitas

Dilansir dari laman Psychology Today, setiap akhir pekan, seseorang mungkin secara rutin salah mengartikan tidak melakukan apa pun sebagai tindakan pemulihan.

Maraton Netflix, scroll media sosial tanpa henti, dan bersantai, mungkin terasa tidak berbahaya. Namun, hal ini merampas stimulasi yang dibutuhkan otak untuk tetap tajam.

Studi neurologis menunjukkan bahwa istirahat pasif, yaitu tidak aktif yang sepenuhnya tidak terstruktur, gagal mengaktifkan jaringan pemulihan yang sama seperti istirahat aktif, berjalan kaki, menulis jurnal, atau bermain.

Otak membutuhkan hal-hal baru dan tantangan untuk menjaga neuroplastisitas tetap hidup. Bunda mungkin bisa mencari aktivitas lain seperti mencoba resep baru, bersosialisasi, hingga mendengarkan lagu baru.

5. Punya jadwal weekend yang padat

Sebagian orang mencoba mengisi weekend mereka dengan sebanyak mungkin kegiatan. Namun, jika menghabiskan seluruh akhir pekan untuk mengurus berbagai keperluan, mungkin Bunda akan stres dan kelelahan saat minggu malam tiba.

Pastikan untuk menjadwalkan waktu istirahat agar Bunda merasa rileks dan siap untuk minggu yang akan datang. Sisihkan waktu untuk bersantai dan melepas penat.

Jika merasa daftar tugas terlalu banyak, lihatlah tugas-tugas dan putuskan mana yang benar-benar penting dan mana yang bisa menunggu.

6. Terlalu banyak tidur

Tidur 10 jam di akhir pekan untuk mengganti kekurangan tidur hanya 6 jam selama hari kerja sebenarnya dapat mengganggu waktu reaksi dan kemampuan fokus.

Usahakan untuk tidur antara 7 dan 9 jam setiap malam. Bunda harus mencoba untuk menghindari perubahan jadwal tidur secara terus-menerus.

7. Masih sering mengecek pekerjaan

Memberikan diri istirahat mental adalah bagian penting dari relaksasi dan melepas penat. Jika terus-menerus menggunakan ponsel atau memeriksa e-mail kantor, Bunda tidak akan pernah benar-benar merasa telah mengambil waktu istirahat.

Cobalah untuk membuat aturan untuk tidak memeriksa e-mail kantor di akhir pekan. Jika harus memeriksa suatu proyek, berikan diri waktu tertentu untuk melakukannya, dan jangan biarkan hal itu mengambil alih akhir pekan Bunda.

Nah, itulah beberapa kebiasaan yang tanpa disadari bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online