Jakarta -
Perilaku manipulatif bisa sulit dikenali, Bunda. Perilaku ini dapat terjadi dalam hubungan pribadi dan profesional di dunia kerja.
Memahami karakteristik dan ucapan orang manipulatif sangat penting dalam membangun relasi. Pasalnya, perilaku manipulatif yang dibiarkan dapat menyebabkan masalah di kemudian hari.
"Seiring waktu, perilaku manipulatif menyebabkan ketidakseimbangan kekuasaan yang berujung pada lebih banyak masalah di kemudian hari. Meskipun pada awalnya tampak tidak berbahaya, hal itu dapat menciptakan hubungan yang penuh kekerasan emosional, hingga membuat orang lain merasa bingung, cemas, dan lelah," kata psikolog Rachel Goldman, PhD, FTOS, dilansir Very Well Mind.
Perlu diketahui, individu yang manipulatif sering menggunakan berbagai taktik untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Taktik ini dapat bersifat emosional, psikologis, atau fisik.
Melansir dari laman Psycho Begone, taktik ini dirancang untuk mengendalikan dan memanipulasi orang lain, tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka, dengan sedikit atau tanpa mempertimbangkan kesejahteraan korban.
Karakteristik dan ucapan orang manipulatif
Berikut 9 karakteristik dan ucapan orang yang manipulatif yang perlu Bunda ketahui:
1. Kurangnya empati
Salah satu tanda peringatan utama orang dengan karakteristik manipulatif adalah kurangnya empati. Individu yang manipulatif sering kali kurang memperhatikan perasaan atau kebutuhan orang lain. Mereka hanya fokus untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, sehingga menghalalkan cara untuk mengeksploitasi serta memanipulasi orang lain.
Orang yang manipulatif mungkin mengabaikan atau meremehkan emosi orang lain, sehingga membuat orang tersebut merasa tidak penting atau tidak berharga. Mereka akan mengklaim bahwa emosi mengendalikan diri, atau bahwa Bunda perlu belajar mengendalikan emosi. Di lain sisi, orang manipulatif akan mengkritik Bunda karena memiliki emosi tersebut.
Salah satu contoh ucapan yang sering dikatakan orang manipulatif minim empati seperti, "Kamu terlalu sensitif" atau "Terserah, itu kan bukan masalah aku."
2. Terus-menerus mengalihkan kesalahan
Tanda peringatan lain dari seseorang yang manipulatif adalah selalu mengalihkan kesalahan. Individu yang manipulatif sangat terampil dalam mengalihkan tanggung jawab dan membuat orang lain merasa bersalah atau bertanggung jawab. Mereka akan menemukan cara untuk memutarbalikkan kebenaran dan menghindari pertanggungjawaban atas tindakan mereka.
Contoh ucapan yang sering dikatakan orang manipulatif saat mengalihkan kesalahan seperti, "Ini semua karena mereka, bukan karena saya" atau "Semua orang bisa melakukan kesalahan seperti ini."
3. Gaslighting
Gaslighting adalah taktik manipulatif yang membuat orang lain meragukan realitasnya sendiri. Individu yang manipulatif sering kali menyangkal atau memutarbalikkan kebenaran untuk membingungkan dan mengendalikan orang lain. Mereka membuat korban mempertanyakan ingatan, persepsi, atau kewarasannya dengan menyangkal hal-hal tertentu dengan mengklaim bahwa hal-hal tertentu memang benar-benar terjadi.
Gaslighting sangat merusak harga diri korban dan dirancang untuk membuat mereka meragukan penilaian diri sendiri. Orang dengan karakteristik ini sering mengucapkan, "Kamu terlalu banyak berpikir dan berlebihan" atau "Semua orang setuju denganku, tapi tidak dengan pendapat kamu."
4. Manipulasi emosional
Manipulasi emosional adalah taktik yang juga sering digunakan oleh orang manipulatif. Manipulasi emosional bisa jadi halus dan sulit dikenali karena selama fase emosi yang tinggi dan rendah, orang sulit berpikir rasional. Misalnya, selama euforia jatuh cinta, korban akan dengan mudah mengabaikan perilaku buruk manipulator karena segala sesuatu yang lain terasa begitu menyenangkan.
Orang yang sudah dimanipulasi emosionalnya cenderung mengabaikan peringatan dari teman dan keluarga.Setelah menjalin hubungan yang cukup lama, korban manipulasi akan merasakan cinta yang digantikan oleh rasa takut dan rasa bersalah.
5. Taktik isolasi
Orang yang manipulatif sering berusaha mengisolasi korbannya dari teman dan keluarga. Mereka mungkin mencegah atau menghalangi korban untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih, membuat korban bergantung pada manipulator untuk mendapatkan persetujuan dan pengakuan. Taktik mengisolasi dapat membuat korban merasa terjebak dan sendirian.
Seorang manipulator sering mengkritik teman dan keluarga korban, sehingga mengubah persepsi. Ada beberapa ucapan yang sering dikatakan seorang manipulator saat menggunakan taktik isolasi, seperti "Kamu tidak butuh orang lain karena kamu punya aku" atau "Hanya aku yang benar-benar mengerti kamu."
6. Sering membuat korban merasa bersalah
Sering membuat korban merasa bersalah adalah taktik yang umum digunakan oleh orang manipulatif. Mereka menggunakan segala cara untuk membangun rasa kewajiban yang kuat pada korbannya.
Mereka mengatakan telah berbuat baik padahal korban tidak meminta apa pun, lalu kemudian mengingatkan bahwa korban berhutang budi kepada mereka. Mereka mungkin membeli hadiah dan melakukan hal-hal baik, tetapi selalu ada syarat yang menyertainya. "Setelah semua yang telah aku lakukan, bagaimana mungkin kamu...?"
7. Perilaku pasif-agresif
Perilaku pasif-agresif yang diucapkan manipulator tidak memberikan respons dari apa yang dilakukan korbannya. Misalnya, mereka tidak melakukan apa yang telah mereka janjikan dan mengklaim bahwa mereka sibuk, atau memberikan alasan yang tidak masuk akal lainnya.
Orang yang manipulatif mungkin sering datang terlambat ke acara, tidak menjawab pertanyaan, melewatkan tenggat waktu kerja, atau tidak pernah mau memberikan informasi. Perilaku tersebut sering menyebabkan kecemasan bagi korban karena apa yang mereka persepsikan tidak sesuai dengan apa yang mereka dengar dari manipulator.
8. Suka mengendalikan banyak aspek kehidupan korbannya
Seseorang yang manipulatif berupaya mengendalikan setiap aspek kehidupan korbannya. Mereka mungkin mendikte apa yang Bunda kenakan, dengan siapa Bunda boleh bergaul, apa yang Bunda makan atau minum, atau bagaimana Bunda seharusnya berpikir.
Karakteristik ini adalah bagian dari gambaran yang lebih besar dari tindakan 'pelecehan' yang dilakukan oleh manipulator. Mereka cenderung suka berbohong, tidak memiliki rasa tanggung jawab dalam memenuhi janji, dan tidak memiliki rasa kewajiban dalam mengikuti aturan yang biasa berlaku.
9. Sering melontarkan bahasa manipulatif
Orang yang manipulatif sering menggunakan bahasa yang halus dan manipulatif untuk mendominasi dan mengendalikan orang lain. Mereka mungkin menggunakan teknik persuasi, seperti membingkai keinginan mereka sebagai sesuatu yang terbaik bagi korban.
Hal yang perlu diwaspadai adalah kata-kata atau frasa yang sering digunakan oleh orang manipulatif. Misalnya, mereka meminta maaf atas sesuatu, namun melakukan hal yang sama lima menit kemudian. Banyak pelaku kekerasan yang manipulatif memiliki karakteristik ini untuk menjerat korbannya, Bunda.
Demikian 9 karakteristik hingga ucapan orang manipulatif yang seting bikin lawan bicara merasa bersalah. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
.png)
1 day ago
13
















































