KETUA Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi mengkritik usulan agar pemerintah memberikan kesempatan pabrik rokok memproduksi sigaret murah agar masyarakat miskin bisa membelinya.
Pilihan editor: Benarkah Ada Upaya Penggembosan Demonstrasi Mahasiswa
Usulan tersebut disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Andi Yuliani Paris, saat rapat kerja bersama Kementerian Keuangan di Kompleks DPR pada Senin, 15 Juni 2026.
Menurut Tulus, usulan tersebut memalukan dan merendahkan derajat masyarakat menengah bawah. “Hanya sekelas dan selevel itu anggota DPR PAN, dalam memahami regulasi dan kebijakan," kata Tulus melalui keterangan tertulisnya pada Kamis, 18 Juni 2026.
"Sudah sangat gamblang bahwa rokok adalah produk adiktif yang dikenai cukai, yang memang harus dibatasi dan dikendalikan konsumsinya, apalagi untuk rumah tangga miskin."
Kalau dikaji berdasarkan data BPS, kata dia, rumah tangga miskin justru menggelontorkan pendapatannya lebih banyak untuk konsumsi rokok, yaitu 10-11 persen. Sedangkan untuk lauk pauk justru hanya 3,5 persen saja.
“Pernyataan itu sama artinya mendorong agar kemiskinan akut tetap langgeng, dan akhirnya mereka gampang dibodohi dan ditipu para pemimpin dan para politisi kampungan,” ujar Tulus.
Pilihan editor: Sekolah Baru Prabowo: Sekolah Nasional Terintegrasi
.png)
















































