Jakarta -
Kepribadian seseorang sebenarnya tidak selalu buruk atau baik. Namun, beberapa sifat bisa membuat hidup terasa lebih sulit ketika sudah tidak sesuai dengan situasi atau tujuan yang sedang dijalani.
Ada orang yang terlalu santai hingga sering menunda tanggung jawab, sementara ada juga yang terlalu perfeksionis sampai sulit berkembang.
Padahal, sifat tersebut mungkin pernah membantu mereka dalam hubungan, pekerjaan, atau fase hidup sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, penting memahami bahwa pola kepribadian yang dulu terasa menguntungkan bisa berubah menjadi sumber masalah. Ketika tidak disadari, kebiasaan tersebut dapat memicu tekanan, konflik, hingga membuat hidup terasa lebih rumit dari seharusnya.
Ciri kepribadian orang yang sering membuat hidup terasa sulit
Dilansir dari laman Psychology Today, berikut beberapa ciri kepribadian yang dapat membuat hidup seseorang terasa sulit:
1. Punya ketelitian yang tinggi
Membantu Bunda menjadi andal dan berorientasi pad detail, tetapi dapat bergeser menjadi perfeksionisme yang memperlambat pengambilan keputusan atau mencegah pendelegasian tugas.
2. Tingkat keramahan yang tinggi
Memperkuat hubungan dan kerja sama tim, tetapi dapat mempersulit penetapan batasan atau memperjuangkan kebutuhan sendiri.
3. Tingkat neurotisme rendah
Memungkinkan Bunda untuk tetap tenang di bawah tekanan, tetapi terkadang bisa terlihat kurang emosional ketika orang lain menginginkan pengakuan.
4. Neurotisme tinggi
Menumbuhkan empati dan kesadaran emosional, tetapi dapat membuat situasi stres terasa lebih berat.
5. Tingkat kemandirian yang tinggi
Mendorong kemandirian dan ketahanan, tetapi dapat mempersulit meminta bantuan atau membangun hubungan yang lebih dalam.
6. Jiwa ekstrovert yang tinggi
Membawa energi dan antusiasme ke lingkungan sosial, tetapi dapat menyebabkan berbicara memotong pembicaraan orang lain atau mengabaikan sudut pandang yang lebih tenang.
7. Keterbukaan rendah
Mendukung kepraktisan dan penghormatan terhadap metode yang telah terbukti, tetapi dapat mempersulit adaptasi ketika inovasi atau eksperimen diperlukan.
Kepribadian tidak bersifat tetap
Kabar baik dari penelitian kepribadian modern adalah sifat seseorang tidak sepenuhnya permanen, Bunda.
Psikolog mendefinisikan kepribadian sebagai cara umum seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku. Oleh karena itu, penting untuk melihat sifat kepribadian sebagai gambaran kebiasaan, bukan sesuatu yang mutlak menentukan diri seseorang.
Dengan kata lain, saat seseorang mengikuti tes kepribadian, hasilnya hanyalah ringkasan dari bagaimana ia berperilaku di masa lalu. Hasil tersebut tidak menentukan bagaimana ia akan bertindak di masa depan.
Ketika seseorang sengaja mencoba cara berpikir dan berperilaku yang baru, misalnya memberikan respons yang sedikit berbeda pada situasi yang biasa dihadapi, mereka mulai memahami seperti apa rasanya tampil dengan versi diri yang berbeda.
Salah satu rekan penulis menantang dirinya untuk lebih bertanya dan mencoba memahami perasaan istrinya agar benar-benar mengerti sudut pandangnya.
Sementara itu, seorang klien mulai menutup e-mailnya lebih sering dan mendelegasikan pekerjaan kepada tim agar memiliki lebih banyak waktu untuk memikirkan hal-hal besar.
Awalnya, perubahan tersebut terasa tidak nyaman. Namun, seiring waktu hal itu menjadi kebiasaan baru yang terasa normal. Inilah gambaran perubahan kecil, tetapi strategis dalam kepribadian yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuannya bukan untuk mengubah diri sepenuhnya menjadi orang lain. Melainkan menyesuaikan pola pikir dan kebiasaan agar lebih selaras dengan kehidupan yang ingin dijalani saat ini.
Nah, itulah ciri kepribadian orang yang membuat hidupnya terasa sulit. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
.png)
5 hours ago
9

















































