Jakarta -
Banyak orang bergantung pada validasi untuk mendapat perhatian orang lain. Tak sedikit di antaranya memanfaatkan platform media sosial (medsos) untuk mencari validasi, Bunda.
Perlu diketahui, validasi adalah pengakuan dan penerimaan terhadap pikiran, perasaan, sensasi, dan perilaku orang lain sebagai sesuatu yang dapat dipahami. Dilansir Psychology Today, validasi dapat mengkomunikasikan bahwa suatu hubungan penting dan solid bahkan ketika kedua pihak tidak sepakat.
Mencari validasi di media sosial mungkin bukan hal yang tepat, Bunda. Apalagi bila hal tersebut sampai membuat seseorang bergantung padanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Media sosial bisa menjadi cara yang bagus untuk tetap berhubungan dengan orang lain dan berbagi informasi. Namun, media sosial juga dapat memicu perilaku mencari pengakuan yang berlebihan dan upaya yang tidak sehat untuk mendapatkan validasi dari orang lain," kata psikolog Bonnie Zucker, Ph.D.
"Sebagian orang mengunggah sesuatu di media sosial untuk mendapatkan jaminan atau penghiburan tentang rasa tidak aman mereka. Mencari kepastian secara berlebihan tidak efektif dalam mengatasi masalah," sambungnya.
Orang yang tidak haus validasi biasanya dapat dikenali dari ciri kepribadiannya. Mereka dengan sadar tidak suka mem-posting masalah atau kehidupan karena tidak membutuhkan pengakuan apa pun dari orang lain.
Ciri orang yang tak haus validasi medsos
Melansir dari laman Your Tango, berikut tujuh ciri orang yang tak haus validasi di media sosial:
1. Asli atau tak hidup dalam kepalsuan
Orang-orang yang tidak haus validasi di dunia maya hampir selalu memiliki sifat langka seperti keaslian, yang memberi mereka rasa aman. Mereka tidak perlu terlalu memikirkan apa yang mereka katakan atau bagaimana menampilkan diri, karena mereka percaya bahwa orang-orang yang hadir dalam hidup mereka akan secara otomatis tertarik pada keaslian ini.
Orang-orang ini sering kali memiliki interaksi yang kuat dengan orang lain. Mereka dapat terhubung berdasarkan minat dan kepribadian, bukan kepalsuan atau berpura-pura agar disukai oleh orang lain.
2. Sadar diri
Orang yang tak haus validasi orang lain biasanya memiliki sifat sadar diri yang baik. Menurut sebuah studi dari Europe's Journal of Psychology tahun 2022, orang yang benar-benar sadar diri tidak hanya mengakui perasaan dan pikiran mereka pada saat itu. Mereka mau menerimanya dengan lapang dada dan sering kali mengambil tindakan berdasarkan perasaan dan pikiran tersebut.
Orang-orang ini tidak menyimpan rasa malu tentang perasaan mereka atau menekan perasaan tersebut untuk merasa lebih nyaman di dekat orang lain. Orang-orang yang tidak terus-menerus mencari perhatian di dunia maya cukup sadar diri untuk membentuk opini, mengembangkan minat, dan menumbuhkan rasa identitas yang kuat tanpa jaminan atau validasi dari orang lain.
3. Menghargai penundaan akan kepuasan
Mereka yang tidak haus validasi dikenal sabar atau menghargai penundaan akan kepuasan. Mereka tidak terburu-buru mengambil keputusan yang impulsif atau menghargai ketenangan dalam percakapan dan rutinitas pribadi.
Orang-orang ini juga tidak takut untuk menoleransi ketidaknyamanan karena tidak memiliki semua yang mereka inginkan. Dalam banyak hal, mereka lebih beruntung karena merasa sudah memiliki semua yang diinginkan, Bunda.
4. Menyukai kebosanan
Seseorang yang tidak terus-menerus mencari perhatian di dunia maya hampir selalu memiliki apresiasi yang luar biasa terhadap keheningan, waktu sendirian, dan kebosanan. Mereka nyaman dengan diri sendiri dan sering kali menghargai hanya dengan tidak melakukan apa pun.
Orang-orang ini suka bersikap penuh kesadaran dalam pilihan mereka. Namun di sisi lain, mereka juga menerima kesadaran dalam bentuk yang bahkan kurang menarik.
5. Mengetahui nilai-nilai diri sendiri
Orang yang memahami nilai-nilai mereka sering kali hidup sesuai dengan nilai-nilai tersebut. Kepribadian tersebut biasanya paling sering dijumpai orang yang tidak haus validasi di mana pun, termasuk di media sosial.
Orang-orang ini memiliki rasa percaya diri yang memungkinkan mereka untuk fokus pada hal-hal yang benar-benar memberi mereka kebahagiaan. Mereka dikenal sebagai pribadi yang otentik dan mandiri karena mengetahui nilai-nilai dalam dirinya sendiri.
6. Teliti
Mereka yang tidak haus pengakuan biasanya memiliki kepribadian teliti, Bunda. Orang yang teliti sering kali secara disiplin, terencana, dan berhati-hati dalam hidup. Menurut sebuah studi dari Health Psychology, orang yang teliti cenderung hidup lebih lama dan lebih sehat.
Mereka cukup teliti dalam memelihara identitas hingga akhirnya menemukan kenyamanan dalam kepribadian diri sendiri. Semakin sedikit waktu yang mereka habiskan untuk membandingkan diri dengan orang lain di media sosial, semakin sedikit rasa bersalah dan malu yang mereka rasakan.
7. Tidak takut ketinggalan
Orang yang tidak haus validitas tidak suka FOMO (Fear of Missing Out). Mereka tidak takut ketinggalan tren karena memang tidak hidupnya tidak hanya terpaku di media sosial.
Orang-orang ini mungkin menerapkan batasan yang ketat untuk menghindari media sosial, atau cukup percaya diri secara emosional untuk menghindari rasa bersalah, malu, dan tidak aman karena tidak mengikuti unggahan dan keseruan media sosial orang lain.
Demikian tujuh ciri orang yang tak haus validasi di media sosial. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/som)
.png)
10 hours ago
11

















































