Cloudera Integrasikan ServiceNow untuk AI Hybrid Tanpa Transfer Data

1 hour ago 2

Selular.ID – Cloudera mengumumkan peluncuran Workflow Data Fabric Zero Copy Connector for ServiceNow pada 8 Mei 2026 di Jakarta.

Integrasi baru ini memungkinkan perusahaan menjalankan workflow berbasis AI secara real-time di lingkungan hybrid tanpa perlu memindahkan atau menduplikasi data, sekaligus tetap mempertahankan standar keamanan dan tata kelola data.

Melalui integrasi tersebut, Cloudera dan ServiceNow menghadirkan pendekatan zero-copy yang memungkinkan sistem AI mengakses dan memproses data langsung di lokasi penyimpanannya.

Model ini dirancang untuk mengurangi biaya perpindahan data, menekan kebutuhan penyimpanan tambahan, serta menjaga data sensitif tetap berada di lingkungan yang aman.

Cloudera menyebut kebutuhan terhadap arsitektur data baru semakin meningkat seiring percepatan adopsi AI di perusahaan global.

Banyak organisasi saat ini menghadapi kendala integrasi data akibat lingkungan TI yang terfragmentasi dan tersebar di berbagai platform cloud maupun on-premises.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Perusahaan mengungkapkan bahwa hampir delapan dari sepuluh organisasi masih mengalami hambatan dalam implementasi AI akibat akses data yang tidak lengkap.

Kondisi tersebut membuat banyak proyek AI kesulitan berkembang dari tahap pilot menuju operasional berskala produksi.

Chief Product Officer Cloudera, Leo Brunnick, mengatakan organisasi membutuhkan keterlacakan penuh terhadap keputusan yang dihasilkan AI, terutama ketika teknologi mulai digunakan dalam operasional bisnis yang lebih kritikal.

Menurut Leo, tanpa kemampuan audit dan pelacakan yang jelas, perusahaan akan kesulitan memenuhi kebutuhan regulasi sekaligus menjaga keamanan penggunaan AI otonom.

Ia menilai tantangan tersebut menjadi perhatian utama bagi Chief Information Security Officer (CISO), Chief Data Officer (CDO), dan Chief AI Officer yang bertanggung jawab terhadap risiko, kepatuhan, dan tata kelola AI perusahaan.

Workflow Data Fabric Zero Copy Connector for ServiceNow memanfaatkan integrasi antara Cloudera Shared Data Experience (SDX) dan AI Control Tower milik ServiceNow.

Kombinasi keduanya memungkinkan perusahaan menelusuri setiap tindakan berbasis AI hingga ke sumber data aslinya tanpa harus memindahkan informasi sensitif.

Cloudera menyatakan pendekatan ini penting untuk mendukung kepatuhan terhadap berbagai regulasi perlindungan data dan tata kelola AI, termasuk EU AI Act di Eropa, DORA untuk sektor finansial, HIPAA di sektor kesehatan Amerika Serikat, serta Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) di Indonesia.

Country Manager Indonesia Cloudera, Sherlie Karnidta, mengatakan perusahaan di Indonesia membutuhkan sistem AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan operasional.

Menurut Sherlie, integrasi baru tersebut memungkinkan perusahaan mengembangkan private AI dengan perpindahan data seminimal mungkin, sambil memastikan seluruh aktivitas AI tetap dapat diaudit.

Pendekatan ini dinilai penting bagi organisasi yang menangani data sensitif di sektor perbankan, kesehatan, telekomunikasi, maupun pemerintahan.

Sementara itu, VP Data & Analytics Product Ecosystem ServiceNow, Pramod Mahadevan, menyebut Cloudera berperan penting dalam mengatasi silo data perusahaan dengan menyatukan data terkurasi ke dalam satu platform yang terkelola.

Menurut Pramod, kualitas data yang lebih baik memungkinkan otomatisasi workflow dan closed-loop remediation berjalan lebih efektif di platform AI ServiceNow.

Model closed-loop remediation sendiri mengacu pada proses otomatis untuk mendeteksi, menangani, dan menyelesaikan masalah operasional tanpa intervensi manual yang panjang.

Kolaborasi terbaru ini merupakan kelanjutan dari kemitraan Cloudera dan ServiceNow yang sebelumnya diperluas melalui ekosistem AI partner Cloudera pada 2025.

Melalui konektor baru tersebut, kedua perusahaan menargetkan kemampuan implementasi AI hybrid-native dengan tata kelola yang tetap terpusat dan aman.

Di tengah meningkatnya penggunaan AI generatif dan agen AI otonom di lingkungan perusahaan, kebutuhan terhadap pengelolaan data yang aman menjadi semakin penting.

Banyak organisasi kini mulai menghindari model perpindahan data tradisional karena dinilai menambah risiko keamanan, meningkatkan biaya operasional, serta memperumit kepatuhan regulasi lintas negara.

Pendekatan zero-copy yang dikembangkan Cloudera dan ServiceNow memperlihatkan arah baru industri AI enterprise, yakni membawa proses AI langsung ke lokasi data berada tanpa harus memindahkan data ke sistem lain.

Model ini dinilai semakin relevan bagi perusahaan yang mengelola data dalam skala besar dan tersebar di berbagai lingkungan hybrid cloud.

Baca Juga: Cloudera Soroti Peran Data dalam Adopsi Agentic AI

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online