Curhat Greysia Polii Ikut Kompetisi Hyrox di Korsel setelah Alami Keguguran...

6 hours ago 3

Jakarta -

Kehilangan calon bayi tentu menjadi duka mendalam bagi setiap orang tua. Perasaan sedih, terpukul, hingga proses untuk bangkit kembali pun tak mudah dilewati, inilah yang mungkin dirasakan juga oleh Greysia Polii.

Mantan pemain bulu tangkis nasional itu baru-baru ini membagikan kabar duka yang sempat ia simpan dengan rapat.

Greysia mengaku mengalami keguguran sebelum mengikuti kompetisi HYROX Incheon. Kabar tersebut diungkap langsung melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Greysia Polii alami keguguran

Greysia belum lama ini berhasil mencuri perhatian publik usai menyelesaikan kompetisi HYROX Incheon di Korea Selatan. Namun siapa sangka, ternyata di balik ia menyimpan duka mendalam, Bunda.

“Di balim finish line HYROX Incheon, ada kehilangan yang sedang diproses. Orang-orang melihat aku menyelesaikan race sampai akhir. Tapi tidak banyak yang tahu, aku datang dengan ‘misscarriage’ dan penuh dengan keraguan,” tulis Greysia, dikutip dari laman Instagram @greyspolii, Rabu (27/5/2026).

Perempuan 38 tahun ini mengaku mendaftarkan diri untuk ikut kompetisi tersebut pada Desember 2025. Ia pun telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari latihan rutin, menyusun target, dan mempertahankan tubuh tetap fit.

Pada 19 April, ia baru mengetahui bahwa tengah mengandung calon anak kedua. Hal ini tentu membawa kebahagiaan bagi Greysia dan keluarga.

“19 April, aku baru tahu kalau aku hamil. Rasanya campur aduk, kaget, bahagia, bersyukur. Karena aku dan Felix memang sudah mencoba dari tahun lalu. Akhirnya Tuhan kasih kepercayaan lagi buat kami berdua,” tuturnya.

Ia pun berusaha menjaga tubuh tetap sehat untuk mempertahankan janinnya. Namun, memasuki minggu ke-7, dokter menyatakan bahwa janinnya belum memiliki detak jantung.

“5 Mei aku mau cari second opinion. Kebetulan dokterku sedang cuti. Dokter bilang kantungnya mengecil. Fetus mulai terlihat, tapi kemungkinan berkembang hanya sekitar 10-20 persen,” ungkap Greysia.

“Dokter meminta aku bersiap untuk kemungkinan terburuk. Hari itu, rasanya seperti duniaku berhenti sebentar,” sambungnya.

Beberapa hari kemudian, Greysia mengaku mengalami pendarahan yang cukup banyak. Dokter menyatakan bahwa ia mengalami keguguran.

“11 Mei, 8 minggu. Dokter menyatakan ini keguguran dan kandungan tidak bisa dipertahankan. Kantungnya sudah tidak beraturan dan tubuhku mulai mengeluarkan semuanya,” tutur Greysia.

Greysia Polii berhasil menyelesaikan HYROX

Kehilangan calon bayi yang telah dinantikannya tentu memberikan duka mendalam. Meski begitu, Greysia mengaku tak ingin larut dalam kesedihan. Akhirnya, ia melampiaskan rasa sedih ini dengan melanjutkan kompetisi HYROX.

“Aku kehilangan, tapi tidak ingin larut dalam kesedihan. Setelah diizinkan dokter untuk lanjut ikut HYROX, besoknya aku langsung jogging. Bukan karena aku kuat, tapi mungkin karena aku enggak tahu harus melampiaskan rasa sakit ini ke mana,” jelas Greysia.

Bahkan, Greysia mengaku sering mengalami pendarahan selama latihan dan saat kompetisi berlangsung.

“Persiapan HYROX cuma 3 hari, itu pun aku jalani sambil terus pendarahan. 16 Mei, HYROX Incheon dimulai. Dan selama kompetisi berlangsung, aku masih mengalami pendarahan. Perut rasanya diputar-putar. Tenaga enggak ada. Aku bahkan muntah di run pertama karena tubuhku enggak kuat,” ujar Greysia.

Namun, rasa sakit yang dialami tidak menghalanginya untuk terus bangkit kembali. Hal ini karena Greysia yakin dengan jalan yang telah diberikan Tuhan.

“Meski hati belum pulih sepenuhnya, secara mental aku justru jadi sangat kuat. Aku merasa seperti, ‘Nothing in this world can break me down’. Karena setiap hari, Tuhan kasih damai, Tuhan kasih sukacita. Walaupun aku sedang berduka,” tuturnya.

Greysia pun menuliskan bahwa keguguran bukan hanya sekadar janin. Ia kehilangan harapan, rencana, dan mengalami emosi yang tidak stabil untuk menerima kenyataan yang harus dihadapi.

“Keguguran itu bukan hanya sekadar kehilangan janin. Ada harapan, ada rencana, dan ada emosi naik-turun setiap hari yang bahkan sulit untuk dijelaskan,” ungkap Greysia.

“Dan itu semua valid. Tapi aku belajar, HIDUP INI BUKAN MILIK KITA. Tuhan yang kasih kehidupan, Tuhan juga yang mengizinkan itu pergi. Walaupun sakit, au tetap mau belajar mengucap rasa syukur, untuk setiap hal yang masih aku miliki,” sambungnya.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online