Ericsson Soroti Percepatan 5G untuk Ekonomi Digital Indonesia

9 hours ago 8

Selular.ID – Ericsson menegaskan pentingnya percepatan implementasi teknologi 5G sebagai fondasi utama dalam memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan perusahaan dalam forum diskusi baru-baru ini di Jakarta.

Ericsson menilai 5G kini tidak lagi diposisikan sekadar sebagai evolusi jaringan seluler generasi baru, melainkan telah menjadi infrastruktur strategis yang mendukung transformasi digital lintas sektor.

Teknologi ini dinilai penting untuk menopang kebutuhan industri manufaktur, logistik, energi, hingga layanan publik yang semakin bergantung pada konektivitas berkecepatan tinggi dan latensi rendah.

Nora Wahby, President Director Ericsson Indonesia mengatakan, bahwa jaringan 5G akan memainkan peran penting dalam mempercepat transformasi digital Indonesia melalui konektivitas yang andal dan mendukung berbagai aplikasi digital canggih.

Menurut Nora, kebutuhan terhadap jaringan yang aman, tangguh, dan berkinerja tinggi semakin meningkat seiring pertumbuhan layanan digital serta pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dikatakan Nora, Jaringan telekomunikasi kini menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari sekaligus berperan sentral terhadap pertumbuhan ekonomi digital nasional,”ujar Nora, baru-baru ini di Jakarta.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Saat ini, jaringan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari sentral terhadap kemajuan ekonomi , terutama untuk layanan– hari dan berperan layanan vital.

“Karena itu, Indonesia membutuhkan jaringan 5G yang aman, tangguh, cerdas, dan berkinerja tinggi untuk mengembangkan berbagai use case baru serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan ,” jelas Nora.

Secara global, adopsi 5G juga terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Berdasarkan laporan Ericsson Mobility Report, jumlah pelanggan 5G diperkirakan mencapai sekitar 2,9 miliar pada akhir 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi 6,4 miliar pada 2032.

Angka tersebut diperkirakan akan mencakup mayoritas langganan seluler dunia dalam beberapa tahun mendatang.

Sejalan dengan peningkatan jumlah pengguna, trafik data seluler global juga diprediksi tumbuh lebih dari dua kali lipat dalam periode yang sama.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya konsumsi layanan digital, komputasi berbasis cloud, video streaming, hingga implementasi AI generatif yang membutuhkan kapasitas jaringan lebih besar dan respons lebih cepat.

Di Indonesia, potensi ekonomi dari pengembangan jaringan 5G dinilai cukup besar.
Ericsson mengutip proyeksi GSMA yang memperkirakan investasi lanjutan pada teknologi 5G dapat memberikan kontribusi hingga 41 miliar dolar AS terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia selama periode 2024 hingga 2030.

Kontribusi tersebut diperkirakan berasal dari peningkatan efisiensi operasional, produktivitas industri, serta lahirnya layanan dan model bisnis baru berbasis konektivitas digital.

Sektor manufaktur dan logistik disebut menjadi salah satu area yang berpotensi memperoleh dampak signifikan dari implementasi jaringan generasi kelima tersebut.

Ericsson juga menyoroti pentingnya dukungan ekosistem dan kebijakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional.

Perusahaan menilai percepatan implementasi 5G membutuhkan kepastian regulasi, ketersediaan spektrum frekuensi yang memadai, serta iklim investasi yang sehat agar pengembangan jaringan dapat berjalan berkelanjutan.

Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia atau Komdigi tengah mempersiapkan proses pelelangan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.

Spektrum tersebut dinilai strategis untuk memperluas cakupan layanan 5G sekaligus meningkatkan kapasitas jaringan operator telekomunikasi di Indonesia.

Ericsson menilai adopsi AI dan 5G di Indonesia masih berada pada tahap awal dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Namun, perusahaan melihat peluang percepatan transformasi digital nasional tetap terbuka lebar apabila didukung kebijakan spektrum yang tepat, kolaborasi industri yang kuat, serta ekosistem vendor yang seimbang.

Perusahaan juga menekankan bahwa keputusan terkait pembangunan dan pengelolaan jaringan dalam beberapa tahun ke depan akan berpengaruh terhadap kecepatan Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Dalam konteks tersebut, penguatan infrastruktur digital dipandang menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional di era transformasi digital dan AI.

Dengan kebijakan spektrum yang tepat dan kolaborasi yang kuat, serta dukungan ekosistem vendor yang seimbang, Indonesia memiliki pelua ng besar untuk mempercepat transformasi digital.

Baca Juga:Ericsson Dukung Lelang Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz: Kejar Ketertinggalan 5G di Asia Tenggara

“Pada akhirnya, keputusan yang diambil hari ini, terutama dalam membangun dan mengelola jaringan, akan menentukan seberapa cepat Indonesia dapat mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. ” jelas Ronni Nurmal, Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online