Googlebook Bisa Jadi Rival MacBook Neo

9 hours ago 6

Selular.ID – Google mulai memperkenalkan lini laptop baru bernama Googlebook yang diposisikan sebagai penerus evolusi Chromebook sekaligus pesaing baru untuk MacBook Neo milik Apple.

Perangkat ini diperkenalkan dalam ajang Android Show menjelang Google I/O 2026 dengan fokus utama pada integrasi AI Gemini dan pengalaman komputasi berbasis Android.

Googlebook disebut menggabungkan fondasi Android, ChromeOS, dan Gemini Intelligence dalam satu platform baru yang dirancang untuk laptop generasi AI-native.

Berbeda dengan Chromebook yang selama ini identik dengan perangkat murah untuk kebutuhan dasar, Googlebook diarahkan ke segmen premium dengan desain lebih modern dan integrasi AI yang lebih dalam.

Laporan Android Authority menyebut Googlebook berpotensi menjadi alternatif lebih ideal dibanding MacBook Neo untuk pengguna kasual dan pelajar karena sistem Android dan ChromeOS dinilai lebih optimal berjalan pada perangkat dengan spesifikasi menengah.

Salah satu sorotan utama adalah efisiensi penggunaan RAM dan penyimpanan dibanding laptop berbasis macOS atau Windows.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

MacBook Neo sendiri sebelumnya menarik perhatian karena menghadirkan desain tipis dengan chipset Apple A18 Pro, tetapi tetap menggunakan konfigurasi memori dasar 8GB RAM dan penyimpanan 256GB pada varian awal.

Dalam praktiknya, konfigurasi tersebut dianggap mulai menjadi batas minimum untuk menjalankan aplikasi desktop modern secara multitasking.

Android Authority menilai sistem operasi berbasis Android memiliki keunggulan karena sejak awal dikembangkan untuk perangkat dengan konsumsi daya rendah dan spesifikasi lebih ringan.

ChromeOS juga dikenal memanfaatkan pemrosesan cloud untuk mengurangi beban komputasi lokal, sehingga perangkat tetap terasa responsif meski menggunakan hardware kelas menengah.

Google sendiri belum mengungkap detail lengkap spesifikasi Googlebook. Namun perusahaan memastikan perangkat akan diproduksi oleh sejumlah mitra seperti Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo.

Laptop pertama dari lini Googlebook dijadwalkan hadir mulai musim gugur 2026 di beberapa pasar global.

Salah satu fitur utama yang diperkenalkan adalah Magic Pointer, sistem pointer berbasis AI yang dikembangkan bersama tim Google DeepMind.

Fitur ini memungkinkan kursor memahami konteks layar dan menawarkan tindakan otomatis berbasis Gemini. Misalnya, saat pengguna mengarahkan pointer ke tanggal di email, sistem dapat langsung menawarkan opsi membuat jadwal rapat.

Googlebook juga menghadirkan fitur Create My Widget yang memungkinkan pengguna membuat widget personal melalui perintah berbasis AI.

Selain itu, integrasi lintas perangkat Android diperkuat melalui fitur Quick Access dan Cast My Apps untuk mengakses file serta aplikasi smartphone langsung dari laptop tanpa proses transfer manual.

Pendekatan tersebut menunjukkan strategi Google untuk menjadikan Android sebagai platform komputasi terpadu lintas perangkat, mulai dari smartphone, tablet, wearable, kendaraan, hingga laptop.

Google menyebut ekosistem tersebut akan terhubung melalui Gemini Intelligence sebagai lapisan AI utama di seluruh perangkat.

Dari sisi industri, kemunculan Googlebook memperlihatkan perubahan arah pasar laptop yang mulai bergeser dari sekadar spesifikasi hardware menuju pengalaman software dan integrasi AI.

Selama beberapa tahun terakhir, produsen perangkat mulai berlomba menghadirkan AI PC yang mengintegrasikan model kecerdasan buatan langsung ke sistem operasi dan aplikasi utama.

Googlebook juga dipandang sebagai upaya Google memperluas posisi Android di pasar komputer personal yang selama ini didominasi Windows dan macOS.

Jika Chromebook sebelumnya banyak berfokus pada sektor pendidikan dan perangkat entry-level, Googlebook kini diarahkan untuk bersaing di kategori laptop premium dan produktivitas modern.

Meski begitu, sejumlah detail penting masih belum diumumkan, termasuk harga resmi dan konfigurasi hardware final.

Android Authority menilai faktor harga akan menjadi penentu penting keberhasilan Googlebook, terutama jika perangkat tersebut ingin bersaing langsung dengan MacBook Neo di segmen laptop menengah premium.

Google dijadwalkan mengungkap informasi lebih lengkap terkait Googlebook pada rangkaian Google I/O 2026.

Kehadiran platform baru ini menjadi salah satu sinyal bahwa persaingan AI tidak lagi hanya terjadi di level aplikasi dan cloud, tetapi juga mulai merambah sistem operasi dan perangkat komputasi utama.

Baca Juga: Apple Minta Potongan, Google Books Kabur Sementara

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online