Suami wajib memberikan nafkah lahir dan batin kepada istri. Bagaimana jika tidak dilakukan? Mari pahami hukum suami tidak memberi nafkah batin ke istri.
Kesibukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari sering kali membuat pasangan suami-istri lupa menjaga keharmonisan rumah tangga. Salah satu hal yang sering terabaikan adalah nafkah batin.
Dalam ajaran Islam, nafkah batin bukan sekadar pelengkap, melainkan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pasangan, khususnya suami kepada istri. Jika kebutuhan ini terus diabaikan, hubungan rumah tangga bisa menjadi renggang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan dalam kondisi tertentu, istri diperbolehkan mengajukan perceraian apabila haknya tidak terpenuhi, termasuk nafkah batin. Mari bahas di sini yuk, Bunda.
Hukum suami tidak memberi nafkah batin ke iistri
Nafkah batin sering dipahami hanya sebatas hubungan suami-istri di ranjang. Namun sebenarnya, maknanya jauh lebih luas.
Dalam buku Hari-Hari Bersama Rasulullah karya Genta Hidayah dijelaskan bahwa nafkah batin juga mencakup perhatian emosional, kasih sayang, menemani pasangan, menghibur istri, menjaga perasaannya, hingga memberikan rasa aman dan nyaman.
Ini berarti suami tidak hanya wajib memenuhi kebutuhan fisik keluarga, tapi juga kebutuhan emosional dan psikologis istrinya.
Penjelasan ustaz soal pentingnya nafkah batin
Mengutip detikcom, Ustaz Maulana menjelaskan bahwa perempuan juga memiliki kebutuhan batin yang harus diperhatikan oleh suami. Ia mengisahkan bagaimana Sayyidina Umar pernah bertanya kepada putrinya, Hafsah, mengenai kebutuhan perempuan dalam rumah tangga.
Dari kisah tersebut dipahami bahwa jika kebutuhan batin istri tidak terpenuhi dalam waktu lama, hal itu bisa memicu keretakan rumah tangga. Menurutnya, sikap menolak atau mengabaikan pasangan dalam urusan batin dapat menjadi bentuk kezaliman dalam rumah tangga.
Tidak hanya istri yang dilarang menolak suami tanpa alasan yang jelas, suami pun tak boleh mengabaikan kebutuhan istrinya. Ustaz Maulana juga mengingatkan bahwa pasangan perlu menjaga keseimbangan dalam hubungan rumah tangga. Ia menilai keharmonisan bisa terjaga jika pasangan saling memenuhi kebutuhan lahir dan batin.
Istri boleh mengajukan cerai jika nafkah tak terpenuhi
Ketua Majelis Ulama Indonesia DKI Jakarta, KH Muhammad Faiz Syukron Makmun, pernah menjelaskan bahwa nafkah merupakan kewajiban suami dan hak istri.
"Jika seorang istri tidak mendapatkan hak-haknya, dia boleh meminta cerai pada suami. Tapi kalau dia (istri) ridha rela untuk tidak mendapatkan haknya maka pernikahan itu tetap sah dan bisa dilanjutkan,” papar Faiz, dikutip dari CNN Indonesia.
Faiz juga menerangkan kalau suami memiliki penyakit tertentu yang membuatnya kesulitan memenuhi nafkah batin, pasangan sebaiknya berupaya mencari pengobatan bersama. Akan tetapi, jika suami sengaja tidak ingin menjalankan kewajibannya dan istri merasa tak sanggup mempertahankan rumah tangga maka istri dibolehkan mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama.
Dalil tentang kewajiban nafkah
Kewajiban suami memberi nafkah kepada keluarga telah dijelaskan dalam Al Quran lewat surat Al Baqarah ayat 233 yang berbunyi;
وَعَلَى ٱلْمَوْلُودِ لَهُۥ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ
Artinya:
“Dan kewajiban ayah memberi nafkah dan pakaian kepada para ibu dengan baik.”
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Engkau tidak membelanjakan nafkah yang dengannya engkau mencari ridha Allah, kecuali engkau akan diberi balasan karenanya. Begitu pula nafkah yang kau berikan kepada istrimu.” (HR. Bukhari)
Hadist tersebut menegaskan bahwa setiap nafkah yang diberikan kepada istri memiliki nilai ibadah di sisi Allah SWT.
Dampak jika nafkah batin diabaikan
Kurangnya perhatian terhadap nafkah batin dapat memunculkan berbagai persoalan dalam rumah tangga. Pasangan bisa merasa kecewa, tidak dihargai, kesepian, hingga kehilangan keharmonisan.
Dalam penjelasannya, Ustaz Maulana juga mengingatkan bahwa kebutuhan emosional dan batin yang tidak terpenuhi dapat memengaruhi suasana hati maupun hubungan sehari-hari pasangan. Untuk itu, komunikasi dan perhatian menjadi hal penting demi menjaga kebahagiaan keluarga.
Jenis nafkah yang wajib dipenuhi suami
Selain nafkah batin, ada beberapa kewajiban lain yang harus dipenuhi suami kepada istri dan keluarga.
1. Nafkah keluarga
Nafkah keluarga meliputi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Selain itu, suami juga berkewajiban memenuhi biaya pendidikan anak dan kebutuhan kesehatan keluarga.
2. Nafkah pribadi istri
Suami juga dianjurkan memenuhi kebutuhan pribadi istrinya, mulai dari pakaian, perawatan diri, hingga kebutuhan penunjang lainnya sesuai kemampuan dan kondisi ekonomi keluarga.
3. Nafkah batin
Nafkah batin mencakup kasih sayang, perhatian, hubungan intim, komunikasi yang baik, serta pendampingan emosional agar pasangan merasa dicintai dan dihargai.
Pada akhirnya, rumah tangga yang harmonis tidak hanya dibangun dari kecukupan materi, tapi juga perhatian dan kasih sayang antara suami dan istri.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
.png)
10 hours ago
11

















































