Kapan Waktu Terbaik Mengenalkan Botol Susu pada Bayi ASI?

11 hours ago 5

Jakarta -

Banyak busui khawatir memberikan ASI dari botol karena risiko bingung puting menghantui. Nah, sebenarnya kapan waktu terbaik mengenalkan botol susu pada bayi ASI ya, Bunda?

Mempersiapkan pengenalan botol susu pada bayi memang perlu memilih waktu yang tepat. Namun seringnya, Bunda yang dikejar waktu cuti melahirkan semakin sedikit kemudian memutuskan untuk segera mengenalkannya lebih dini. 

Di fase ini, biasanya memang tidak semua anak langsung bisa menerima minum ASI dari botol. Sering kali, mereka menolaknya dan tetap menginginkan menyusui langsung dari Bunda-nya. Tak jarang, ada juga yang langsung sukses tanpa banyak kendala. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bagi Bunda yang ingin memberikan pengenalan botol susu pada bayi, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau konselor laktasi sehingga momen tersebut memang dilakukan di waktu yang tepat dan tidak mengganggu proses mengASIhi Bunda ke bayi.

Kapan waktu tepat memperkenalkan botol susu pada bayi?

Setelah proses menyusu berjalan dengan baik, Bunda sebenarnya dapat mulai memperkenalkan bayi dengan botol. Meski demikian, hindari pemberian susu botol pada bayi jika terdapat masalah dengan menyusui pada payudara Bunda. Karena, hal ini justru dapat membingungkan bayi dan meningkatkan kesulitan mereka dalam menyusui.

Usai memasuki fase empat minggu menyusui atau sebulan lamanya pasca persalinan, mulailah memompa ASI setiap selesai menyusui. Atau, mulailah memompa ketika payudara Bunda masih terasa sedikit penuh meski sudah menyusui bayi. Tujuan dari kebiasaan ini ialah Bunda bisa mengosongkan payudara semaksimal mungkin dan memompa sisa ASI yang ada. Biasakan untuk segera membekukan ASI perah tersebut ke dalam freezer setelah sesi pemompaan ya, Bunda.

Berbicara mengenai produksi ASI dan juga bayi, penting Bunda ketahui bahwa mengenali kebutuhan ASI bayi setiap harinya menjadi hal yang perlu dilakukan. Dalam memenuhi kebutuhan ASI bayi, Bunda sebelumnya dapat menghitung dari jumlah total ons yang dikonsumsi bayi setiap harinya. Jika Bunda tidak yakin, tanyakan pada dokter anak, atau konsultan laktasi untuk dibantu menghitungnya.

Setelah Bunda mengetahui total keseluruhan kebutuhan ASI bayi, Bunda dapat membaginya dengan berapa kali bayi Bunda menyusui untuk mendapatkan target volume pada botol pertama.

Sebagai contoh volume botol pertama bayi ialah jika bayi mengonsumsi sekitar 24 ons sehari dan menyusu antara delapan dan 12 kali sehari, artinya bayi bisa mengonsumsi 2 hingga 3 ons. Dari gambaran tersebut, Bunda dapat memompa ASI sampai Bunda memiliki botol berukuran 2 ons dan kemudian siapkan beberapa botol berukuran 1/2 ons untuk berjaga-jaga jika bayi masih lapar.

Ketika Bunda telah menyimpan cukup banyak untuk menyamai makanan biasa ditambah sedikit lagi, di saat itulah Bunda dapat bersiap untuk memperkenalkan botol pada bayi Bunda, seperti dikutip dari laman American Pregnancy.

Cara memperkenalkan pemberian botol susu pada bayi

Pemberian botol susu pada bayi sebaiknya dilakukan secara bertahap untuk memberi tahu bayi lebih banyak kendali atas aliran susu dan seberapa banyak mereka minum dari botol. Dan, pola ini merupakan cara yang baik untuk beralih dari ASI ke botol ketika Bunda dan bayi sudah siap.

Agar lebih memudahkan Bunda dalam mengenalkan botol susu kepada bayi ASI, berikut ini cara memberikan botol susu secara bertahap kepada bayi ya, Bunda:

1. Pegang bayi dalam posisi tegak
2. Sentuh bibir bayi ke puting botol dan tunggu sampai ia membuka mulutnya
3. Pegang botol secara horizontal untuk memperlambat aliran susu
4.  Bayi harus menempel dengan dalam
5. Bayi akan mulai minum dan setelah 5 hingga 10 detik, beri dia jeda dengan menurunkan botol atau mengambil botol dari mulutnya

Perlu diketahui bahwa pemberian botol susu dengan bertahap dapat memberikan isyarat bahwa mereka sudah kenyang. Biasanya, sinyal yang ditunjukkan bayi ketika mereka kenyang yakni mereka akan memalingkan muka dari botol atau mengendurkan kepalan tangannya. Jika sudah menunjukkan sinyal ini, tidak apa-apa jika bayi tidak menghabiskan botolnya ya, Bunda. 

Agar lebih menyesuaikan kebutuhan ASI-nya Bunda juga bisa menyertakan ASI lebih sedikit daripada kebutuhannya di awal pengenalan botol susu pada bayi. Kemudian tambahkan sedikit demi sedikit ketika bayi menunjukkan isyarat bahwa mereka masih lapar. Segera buang ASI yang tersisa di botol dua jam setelah pemberian selesai.

Saat menggunakan pemberian susu botol bertahap, biasanya dibutuhkan sekitar 15 menit bagi bayi untuk memberi Bunda sinyal "Saya kenyang". Jadi, bersabarlah dengan sinyal dari bayi tersebut ya, Bunda. 

Terkait pengenalan botol susu secara bertahap, pastikan siapa pun yang memberi ASI melalui botol kepada bayi menggunakan pemberian tersebut dengan bertahap agar lebih mudah bagi bayi beralih bolak balik antara botol dan payudara, seperti dikutip dari laman Breastmilkcounts.

Pentingnya menjaga pasokan ASI

Perlu Bunda ingat bahwa pasokan ASI didasarkan pada sistem permintaan dan penawaran ya, Bunda. Semakin banyak ASI yang diminum bayi atau yang dipompa, maka semakin banyak ASI yang diproduksi tubuh. Dan, setiap kali bayi minum ASI dari botol, Bunda perlu segera mengganti sesi menyusui yang terlewatkan dengan sesi memompa di suatu waktu dalam sehari.

Misalnya, Bunda dapat memompa ASI setelah menyusui di pagi hari atau kapan pun waktu yang cocok dengan ritme Bunda, kemudian menawarkan ASI tersebut dalam botol di waktu lain dalam sehari. Banyak Bunda menyusui yang memompa setelah menyusui di pagi hari dan meminta pasangan mereka untuk memberikan ASI tersebut selama menyusui di malam hari.

Beberapa sesi memompa mungkin menghasilkan lebih banyak ASI daripada yang dibutuhkan bayi untuk pemberian susu botol. Dalam kasus tersebut, Bunda dapat menyimpan ASI di lemari es atau freezer untuk digunakan nanti. 

Baik Bunda yang menyusui atau memompa, pastikan Bunda melakukannya cukup sering untuk terus mengirimkan sinyal "produksi ASI" ke tubuh Bunda. Artinya, adai 8 hingga 12 sesi menyusui atau memompa setiap hari yang perlu rutin dilakukan. Ada baiknya, jangan sampai tidak memompa ASI lebih dari 6 jam dalam periode 24 jam karena dapat mengganggu pasokan ASI.

Cara termudah untuk menjaga pasokan ASI tetap lancar melalui pemompaan adalah dengan membuat jadwal. Bahkan jika Bunda sedang berada di luar rumah, membawa pompa tangan atau pompa listrik sepanjang hari dapat membantu Bunda menjaga rutinitas pemompaan yang teratur.

Berapa banyak ASI yang perlu dimasukkan ke botol?

Sebagian besar bayi berusia antara 1 dan 6 bulan akan mengonsumsi antara 3 hingga 5 ons ASI sebagai pengganti sesi menyusui. Jika bayi Bunda hanya minum ASI dari botol saja, rencanakan sekitar delapan botol setiap hari dengan kondisi bayi minum 24 hingga 36 ons ASI setiap 24 jam. Untuk lebih pastinya, konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi Bunda guna memastikan bahwa bayi minum dengan jumlah yang tepat dengan melacak pertambahan berat badannya. 

Oh iya, Bunda, sama seperti saat menyusui, perhatikan juga tanda-tanda yang menunjukkan bayi Bunda lapar atau kenyang dan ikuti isyaratnya. Ketika bayi berhenti membuka mulutnya atau mencari botol, memalingkan kepalanya, melengkungkan tubuhnya, atau tertidur, pemberian ASI artinya telah selesai. Tidak perlu memaksa bayi untuk menghabiskan botol susu setelah mereka memberi isyarat "Saya kenyang" ya, Bunda.

Jika bayi tidak menghabiskan botol susu, sisa ASI masih dapat digunakan dalam waktu 2 jam setelah ia selesai menyusu. Kemudian, usai 2 jam, sisa ASI harus dibuang dan jangan pernah digunakan kembali. Sebab, begitu mulut bayi menyentuh puting, bakteri dari mulutnya akan masuk ke dalam susu. Setelah 2 jam, bakteri dalam susu mungkin sudah cukup tinggi dan bisa berisiko untuk membuat bayi sakit.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online