Jakarta -
Anensefali merupakan kondisi di mana bayi lahir tanpa memiliki tempurung kepala. Apa yang menjadi penyebab dari anensefali dan bisakah ini diatasi?
Perlu diketahui bahwa anensefali terjadi ketika otak dan tengkorak janin tidak berkembang di dalam rahim sebagaimana mestinya.
Menurunkan risiko anensefali bisa dilakukan dengan mengonsumsi cukup dosis asam folat, yakni pada saat sebelum dan selama kehamilan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal apa itu anensefali, bayi tanpa tempurung kepala
Dikutip dari Cleveland Clinic, anensefali adalah kelainan bawaan ketika bayi lahir tanpa sebagian otak dan tengkoraknya. Kondisi ini memengaruhi sistem saraf bayi, yang meliputi otak, tulang belakang, dan saraf.
Anensefali terjadi ketika tabung saraf (yang bertanggung jawab membentuk otak, tengkorak, tulang belakang, dan sumsum tulang belakang) tidak berkembang atau gagal menutup sebagaimana mestinya pada bulan pertama kehamilan.
Oleh sebab itu, anensefali termasuk jenis kelainan kepala yang disebut cacat tabung saraf (neural tube defect).
Padahal otak sangat penting untuk kelangsungan hidup, karena berfungsi mengendalikan fungsi tubuh, emosi, dan memori.
Karena anensefali memengaruhi perkembangan otak, bayi yang lahir dengan anensefali biasanya hanya bertahan hidup selama hitungan beberapa menit, jam, atau hari saja.
Sebagian besar kehamilan dengan anensefali juga berisiko berakhir dengan keguguran atau bayi lahir meninggal.
Penyebab anensefali atau bayi lahir tanpa tempurung kepala
Masalah pada proses pembentukan dan penutupan tabung saraf dapat menjadi penyebab anensefali.
Tabung saraf sendiri merupakan jaringan datar yang tumbuh menjadi bentuk tabung. Setiap bagian dari tabung saraf membantu perkembangan bagian tubuh bayi, seperti:
- Otak dan tengkorak (bagian atas tabung saraf)
- Sumsum tulang belakang (bagian tengah tabung saraf)
- Tulang belakang (bagian bawah tabung saraf)
Anensefali terjadi ketika bagian atas tabung saraf tidak menutup selama perkembangan embrio. Hal ini umumnya terjadi pada minggu ketiga dan keempat kehamilan.
Janin tetap berkembang, tetapi bagian depan otak (forebrain) dan bagian atas otak tidak tumbuh. Bagian otak lainnya mungkin berkembang sebagaimana mestinya, tetapi tidak tertutup oleh kulit maupun tengkorak.
Dikutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), faktor tertentu dapat memengaruhi kemungkinan bayi mengalami anensefali.
Beberapa faktor pada ibu hamil yang dapat meningkatkan risiko anensefali di antaranya:
- Kadar folat (vitamin B9) yang rendah pada awal kehamilan
- Masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya, seperti diabetes
- Konsumsi obat-obatan tertentu
Gejala anensefali atau bayi lahir tanpa tempurung kepala
Ibu hamil mungkin tidak menyadari bayinya mengalami gejala anensefali sampai menjalani tes darah atau ultrasonografi (USG).
Secara garis besar, bayi baru lahir dengan anensefali tidak memiliki penglihatan, pendengaran dan kemampuan merasakan nyeri.
Tanda-tanda lain dari anensefali meliputi:
- Kadar alpha-fetoprotein (protein janin) yang tinggi dari tes darah atau sampel cairan ketuban ibu hamil. Tes darah ini biasanya dilakukan pada trimester kedua kehamilan.
- Terlalu banyak cairan di kantung ketuban, yang dapat terlihat saat USG kehamilan.
- Hilangnya sebagian tengkorak dan otak.
- Area jaringan otak yang terbuka (tidak tertutup kulit atau tengkorak).
- Ukuran kepala lebih kecil dari yang seharusnya.
Jika ditemukan ada kondisi seperti ini, dokter dapat meminta dilakukan pemeriksaan untuk mendeteksi anensefali selama kehamilan.
Cara menangani bayi lahir tanpa tempurung kepala
Dikutip dari Medical News Today, sampai saat ini belum ada cara menangani bayi lahir tanpa tempurung kepala. Disebutkan bahwa bayi cenderung tidak dapat bertahan hidup lama tanpa cerebellum.
Perawatan medis umumnya berfokus pada:
- Perawatan kenyamanan untuk menjaga bayi tetap hangat dan nyaman
- Mendampingi orang tua dalam membuat keputusan terkait perawatan bayi
- Dukungan emosional dan psikologis bagi keluarga
Meskipun anensefali tidak dapat diobati setelah berkembang, risikonya dapat dikurangi pada kehamilan berikutnya dengan mencukupi kebutuhan asam folat pada awal kehamilan.
Cara mencegah bayi lahir tanpa tempurung kepala
Meskipun tidak selalu mungkin mencegah anensefali, beberapa langkah di bawah ini berpotensi dapat mengurangi risikonya:
1. Mengonsumsi cukup asam folat
Konsumsi 400 mcg asam folat setiap hari, bahkan sejak awal perencanaan kehamilan. Seperti disebutkan sebelumnya, cacat tabung saraf terjadi pada bulan pertama kehamilan.
2. Konsultasi tentang obat saat program hamil
Pastikan untuk tetap berhati-hati dalam mengonsumsi obat saat program hamil. Konsumsi obat hanya berdasarkan resep dokter untuk menurunkan risiko cacat lahir.
3. Menjaga kesehatan secara keseluruhan
Jika Bunda memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, konsultasikan juga dengan dokter mengenai cara mengelola kondisi tersebut agar tetap terkendali.
Diagnosis bayi lahir tanpa tempurung kepala
Saat hamil, Bunda dapat menjalani pemeriksaan skrining prenatal yang dapat mendeteksi cacat lahir dan kondisi lain yang mungkin memengaruhi kesehatan janin.
Pemeriksaan prenatal yang dapat mendiagnosis anensefali meliputi:
1. Quad marker screen
Tes darah ini memeriksa cacat tabung saraf dan kondisi genetik lainnya. Sampel darah akan diambil dan dikirimkan ke laboratorium.
2. USG
Dengan menggunakan gelombang suara, dokter dapat melihat tengkorak, otak, dan tulang belakang janin. Dari sini, bisa diketahui apakah bayi berisiko memiliki kondisi anensefali.
3. Magnetic resonance imaging (MRI) janin
Untuk melihat otak dan tulang belakang secara lebih rinci, dokter dapat menyarankan pemeriksaan ini. MRI menggunakan magnet berkekuatan tinggi untuk menghasilkan gambar jaringan dan tulang.
4. Amniosentesis
Pada pemeriksaan amniosentesis, dokter akan memasukkan jarum tipis ke dalam kantung ketuban dan mengambil sebagian cairannya. Di laboratorium, cairan ketuban diperiksa untuk mengetahui kadar protein dan enzimnya.
Kadar kedua zat tersebut dapat menandakan apakah janin mengalami cacat tabung saraf. Rata-rata pemeriksaan untuk anensefali biasanya dilakukan sekitar usia kehamilan 18 hingga 20 minggu.
Itulah penjelasan tentang anensefali atau bayi lahir tanpa tempurung kepala. Anensefali merupakan kelainan bawaan serius yang terjadi ketika otak dan tengkorak janin tidak berkembang sempurna sejak awal kehamilan.
Kondisi ini tidak dapat disembuhkan, sehingga deteksi dini melalui pemeriksaan kehamilan sangat penting untuk mempersiapkan penanganan yang tepat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
.png)
10 hours ago
11

















































