loading...
Ribuan orang mengikuti aksi bela Palestina di Paris, Prancis. Foto/anadolu
PARIS - Dalam beberapa tahun terakhir, sikap beberapa negara Eropa terhadap konflik Israel-Palestina mengalami perubahan signifikan. Di masa lalu, banyak negara Eropa cenderung mengambil sikap netral atau berhati-hati agar hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Israel tetap terjaga.
Namun kini, sejumlah negara di Eropa mulai menunjukkan dukungan lebih terbuka terhadap Palestina, baik dalam bentuk pernyataan politik, dukungan kemanusiaan, maupun tekanan diplomatik terhadap Israel.
Perubahan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi berbagai faktor kompleks yang berkaitan dengan dinamika geopolitik global, tekanan publik, serta perubahan paradigma moral dan hukum internasional.
Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa negara-negara Eropa mulai berani mengambil sikap lebih tegas dalam membela Palestina.
1. Kesadaran dan Tekanan Publik yang Meningkat
Salah satu faktor utama yang mendorong negara-negara Eropa untuk berani membela Palestina adalah meningkatnya kesadaran dan tekanan dari masyarakat sipil, aktivis, dan kelompok-kelompok pro-Palestina di berbagai negara.
Media sosial dan platform digital memungkinkan informasi mengenai kondisi Palestina, terutama terkait penderitaan rakyat akibat konflik dan pendudukan Israel, tersebar dengan cepat dan luas.
Demonstrasi besar-besaran dan kampanye global mendukung hak-hak Palestina membuat pemerintah Eropa sulit untuk mengabaikan suara rakyatnya.
Tekanan publik ini memaksa para pemimpin politik untuk lebih responsif dan mempertimbangkan posisi yang lebih pro-Palestina demi menjaga legitimasi politik dan dukungan domestik.
2. Perubahan Paradigma Hukum Internasional dan HAM
Eropa sangat menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia (HAM) dan hukum internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, muncul semakin banyak laporan dan putusan dari badan-badan internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pengadilan HAM internasional, yang mengutuk tindakan pendudukan, pemukiman ilegal, dan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Israel di wilayah Palestina.
Negara-negara Eropa mulai menyadari bahwa mempertahankan hubungan terlalu dekat dengan Israel tanpa kritik dapat mencederai kredibilitas mereka sebagai pendukung hukum internasional dan HAM.
Oleh karena itu, mereka mulai mengambil sikap yang lebih tegas dalam mendukung Palestina sebagai korban dari pelanggaran hak tersebut, untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap prinsip-prinsip universal.
3. Dampak Perang di Timur Tengah terhadap Stabilitas Regional dan Migrasi
Konflik Israel-Palestina berkontribusi pada ketidakstabilan Timur Tengah yang lebih luas, yang berdampak langsung pada Eropa terutama dalam hal krisis migrasi dan keamanan.
Banyak warga Palestina dan penduduk kawasan yang terdampak konflik menjadi pengungsi yang mencoba mencari perlindungan ke Eropa.
Negara-negara Eropa yang menghadapi tekanan besar dari gelombang migran ini mulai melihat pentingnya mencari solusi yang lebih adil dan berkelanjutan untuk konflik Palestina agar bisa mengurangi ketegangan dan migrasi paksa.
Dukungan terbuka terhadap Palestina juga menjadi bagian dari upaya membangun stabilitas kawasan dan menghindari eskalasi yang dapat memperburuk krisis migrasi.
4. Pengaruh Politik dan Perubahan Pemerintahan
Di beberapa negara Eropa, muncul pemerintahan atau partai politik yang lebih progresif dan kritis terhadap kebijakan luar negeri sebelumnya, termasuk terkait Israel-Palestina.