Kesehatan Ayah Ternyata Pengaruhi Kondisi Kehamilan dan Bayi di Kandungan Istri

7 hours ago 3

Jakarta -

Selama ini, mungkin kita lebih banyak mendengar tentang betapa pentingnya kesehatan ibu selama kehamilan. Namun, tak jarang kita melupakan bahwa kondisi kesehatan bayi juga sangat dipengaruhi oleh kesehatan ayah sebelum pembuahan.

Sejumlah penelitian kini mulai menelaah bagaimana faktor kesehatan dari ayah dapat memberikan pengaruh besar terhadap kehamilan. Salah satunya seperti yang dilakukan para peneliti dari Universitas Southampton.

Selain Bunda yang menjalani proses kehamilan secara langsung, Ayah juga memegang peranan krusial dalam mendukung kesehatan Bunda dan perkembangan Si Kecil. Karenanya, peran dan tanggung jawab selama kehamilan perlu dibagi secara merata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Nah, agar Bunda dan Ayah semakin paham betapa pentingnya keseimbangan dukungan kesehatan selama kehamilan, yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Peran kesehatan Ayah terhadap kehamilan dan kesehatan bayi

Dalam studi yang ditulis oleh para peneliti Universitas Southampton, faktor seperti berat badan, usia, hingga kebiasaan sehari-hari ayah dapat memengaruhi proses kehamilan hingga persalinan. Bahkan dalam beberapa kasus, pengaruh ayah dapat lebih kuat dibandingkan ibu.

Selain itu, pengalaman hidup ayah semasa kecil, seperti tingkat stres, pendidikan, hingga kondisi riwayat kesehatan, sangat berperan dalam kesuksesan reproduksi dan masa kehamilan. Sehingga dapat disimpulkan bila tumbuh kembang dan kesehatan bayi sangat dipengaruhi oleh kesehatan ayah, Bunda.

“Faktor-faktor ini pada akhirnya dapat memengaruhi kesehatan dan perilaku kesehatan pasangan, seperti perawatan prenatal sebelum dan selama kehamilan, serta memberikan dampak biologis langsung pada perkembangan bayi,” kata salah satu penulis studi, Dr. Danielle Schoenaker dikutip dari laman Universitas Southampton.

Besarnya pengaruh kesehatan ayah

Penelitian lain dari Universitas Stanford juga menunjukkan bahwa kesehatan ayah memiliki dampak yang krusial terhadap kehamilan. Mereka menganalisis hampir satu juta kehamilan di Amerika Serikat pada tahun 2009-2016 dan menemukan bahwa kondisi kesehatan ayah berkaitan dengan risiko keguguran.

Ayah dengan sindrom metabolik, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan gangguan gula darah berisiko tinggi menyebabkan keguguran, kehamilan ektopik, atau lahir mati. Risiko ini meningkat hingga 19 persen pada ayah dengan sindrom metabolik yang begitu parah.

Salah satu peneliti bernama Michael Eisenberg, juga mengungkapkan bahwa risiko kehilangan kehamilan meningkat dari yang awalnya 17 persen, kini sudah menyentuh 27 persen. Kondisi ini tentunya disebabkan oleh bertambahnya jumlah masalah kesehatan pada ayah.

Meski penelitian ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, temuan ini menunjukkan keterkaitan yang kuat. Oleh karena itu, para ahli menekankan bahwa konseling sebelum kehamilan sebaiknya juga memperhatikan dan melibatkan ayah agar kondisi kesehatannya terjaga.

Yang Hamil Aku..
Kenapa yang Ngidam Kamu, Suami?Yang Hamil Aku..Kenapa yang Ngidam Kamu, Suami?/ Foto: HaiBunda/Syarifah Khadijah

Kondisi ayah yang berisiko terhadap kehamilan dan kesehatan bayi

Selain sindrom metabolik, dari 958.804 kehamilan yang diteliti, ternyata ditemukan kondisi medis lain pada ayah. Kondisi tersebut meliputi penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), depresi, dan penyakit jantung.

Selain itu, para ahli juga menganalisis ayah dengan riwayat kondisi seperti gagal jantung, serangan jantung, penyakit pembuluh darah, gangguan ginjal dan hati, kanker, stroke, hingga demensia. Agar hasilnya akurat, analisis ini juga membandingkan dengan faktor kesehatan ibu dan merokok pada kedua orang tua.

Dari data tersebut, diketahui bahwa sekitar 4,6 persen pria berusia di atas 45 tahun setidaknya memiliki satu jenis sindrom metabolik sebelum masa pembuahan. Hal ini juga dikaitkan dengan pertambahan usia Ayah yang membuatnya memiliki banyak kondisi medis.

Menurut Eisenberg, kondisi kesehatan dan gaya hidup juga dapat memengaruhi kualitas genetik serta sperma yang nantinya akan berdampak pada fungsi plasenta. Jika kinerja plasenta kurang optimal, maka risiko keguguran pun dapat meningkat, Bunda.

Kualitas sperma sendiri dipengaruhi oleh kebiasaan mengonsumsi zat adiktif, seperti rokok dan alkohol, serta pola makan yang kurang sehat. Oleh karena itu, Ayah perlu menjaga kesehatan sejak dini agar proses kehamilan dan kesehatan bayi yang dikandung Bunda menjadi prima. 

Apa yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan bayi

Seperti yang disampaikan sebelumnya, bahwa menjaga kesehatan sebelum hamil merupakan tanggung jawab Ayah, Bunda, serta berbagai pihak yang terlibat. Bahkan, pembuat kebijakan, lembaga kesehatan, hingga tenaga medis memiliki peran untuk menciptakan kehamilan yang sehat.

Menurut peneliti senior National Institute for Health and Care Research (NIHR), Professor Keith Godfrey, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan seorang ayah bukan berarti menghilangkan peran ibu. Justru, upaya tersebut menjadi langkah agar kedua orang tua siap menjalani kehamilan.

Dengan kondisi fisik dan mental yang baik, Bunda dan Ayah dapat saling mendukung dalam merawat dan membesarkan Si Kecil. Alangkah lebih baik bila persiapan ini dilakukan sejak sebelum merencanakan program hamil, ketika hamil, hingga bayi lahir.

Demikian penjelasan bagaimana kondisi kesehatan Ayah sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan bayi di kandungan Bunda. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online