Jakarta -
Sempat memutuskan sperm freezing, kali ini Kim Jae Joong memutuskan untuk mundur. Ini alasan Kim Jae Jong akhiri program sperm freezing meski merasa berat.
Selain egg freezing, ada juga program sperm freezing yang banyak dilakukan untuk mengatasi problem infertilitas. Metode ini menjadi salah satu metode yang digunakan untuk mencoba memiliki anak di kemudian hari.
Seperti yang dilakukan penyanyi dan aktor Korea Selatan, Kim Jae Joong yang sempat menjalani prosedur sperm freezing. Namun dalam perjalanannya, aktor berusia 40 tahun tersebut secara terbuka mengumumkan kalau ia telah menghentikan prosedur tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip dari laman Nst, Kim Jae Joong awalnya memutuskan mengikuti prosedur sperm freezing sebagai persiapan pernikahan dan perencanaan keluarga di masa depan. Namun, bintang tampan tersebut kemudian menghentikannya setelah mengetahui bahwa sampel yang disimpan tidak dapat disimpan selamanya.
Keputusan tersebut diungkapkannya dalam episode ke-15 dari program variety show KBS 2TV, Stars' Top Recipe at Fun-Staurant. Dalam episode tersebut, acara KBS2’s Fun-Staurant menampilkan Kim Jae Joong yang mengundang teman-teman dekatnya Choi Jin-hyuk, Yoon Shi-yoon, dan Yoo Seon-ho untuk menikmati makanan yang menyehatkan kemudian berbagi cerita.
Setelahnya, percakapan secara alami beralih dari tekanan pernikahan dan memiliki anak. Ia pun menyatakan keinginannya yang kuat untuk memulai sebuah keluarga. Jae Joong menjelaskan alasannya di balik prosedur sperm freezing dengan mengatakan, "Saya memiliki keinginan yang kuat untuk menikah, jadi saya membekukannya di masa lalu. Ketika kamu masih muda, kamu harus menjaga gen untuk melahirkan anak yang sehat."
Sayangnya, proses tersebut berakhir dengan kekecewaan karena peraturan penyimpanan, Bunda. Diungkapkan Jae Joong bahwa mereka membuangnya setelah tiga hingga lima tahun.
"Hati saya hancur setiap kali dibuang, jadi sekarang saya berencana untuk tidak melakukannya lagi."
Selain kekecewaan emosional, Jae Joong juga membuat para tamunya tertawa terbahak-bahak dengan menceritakan pengalaman yang agak memalukan dan lucu yang dialaminya selama kunjungan pertamanya ke rumah sakit.
Jae Joong menjelaskan bahwa prosesnya melibatkan dua momen berbeda yang sangat memalukan, dimulai tepat pada tahap konsultasi. "Saat kamu memasuki ruang dokter di rumah sakit, kamu harus melepas celana terlebih dahulu," kenangnya.
Ia juga menambahkan bahwa staf medis harus memeriksa secara fisik terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada kelainan eksternal. Untuk menjaga privasinya, Jae Joong pergi ke pusat medis secara diam-diam, dan menyembunyikan wajahnya di balik masker.
Namun, upayanya untuk tetap anonim justru berbalik menjadi bumerang. "Seseorang di luar memanggil 'Tuan Kim Jae Joong' dengan keras. Saya masuk diam-diam sambil memakai masker, tetapi ketika nama saya dipanggil, orang-orang menatap saya. Itu sangat memalukan," ceritanya sambil menambahkan bahwa ia bahkan mencoba mengubah suaranya untuk berpura-pura bukan dirinya.
Kecanggungan pun tak berhenti di situ. Jae Joong kemudian menggambarkan kenyataan yang menegangkan saat memasuki ruang pengambilan sperma, yang dengan bercanda ia sebut 'ruang kebenaran'.
"Ada masalah jika keluar terlalu cepat dan juga ketika keluarga terlalu lambat," candanya, membuat para tamunya tertawa terbahak-bahak.
"Kamu benar-benar harus mengikuti waktu yang tepat,"ungkapnya.
Berbicara mengenai sperm freezing, sebenarnya metode ini memang menjadi salah satu metode paling sukses untuk mengamankan kesuburan pria sehingga ia dapat mencoba memiliki anak di kemudian hari. Metode ini juga digunakan untuk menyimpan sperma agar dapat digunakan dalam perawatan orang lain.
Untuk sperma yang didonorkan biasanya harus dikarantina selama tiga atau enam bulan dan diperiksa infeksinya sebelum dapat digunakan oleh penerima. Lamanya karantina bergantung pada jenis tes skrining yang dilakukan klinik tersebut.
Dalam prosedurnya, sperm freezing diawali dengan tes terlebih dahulu. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa sampel sperma ang terpengaruh disimpan secara terpisah untuk mencegah kontaminasi sampel lain seperti dikutip dari laman Hfea.
Kemudian, yang bersangkutan perlu memberikan persetujuan tertulis guna melengkapi prosedur penyimpanan sperma dan menentukan berapa lama sperma tersebut ingin disimpan.
Di rumah sakit, nantinya mereka yang memutuskan sperm freezing akan diminta untuk memberikan sampel sperma segar (jika memungkinkan), yang akan dicampur dengan cairan khusus (krioprotektan) untuk melindungi sperma dari kerusakan selama pembekuan.
Sebelum dibekukan, sampel sperma biasanya dibagi ke dalam sejumlah wadah yang disebut sedotan. Ini berarti bahwa tidak semua sperma perlu dicairkan sekaligus dan dapat digunakan dalam beberapa perawatan. Sampel kemudian didinginkan perlahan dan dicelupkan ke dalam nitrogen cair.
Itulah kurang lebih gambaran mengenai sperm freezing. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
.png)
6 hours ago
3

















































