Manfaat Jalan Kaki 8.500 Langkah Setiap Hari Menurut Studi, Bisa Pangkas Berat Badan

3 hours ago 1

Jakarta -

Jalan kaki merupakan aktivitas fisik yang dapat menjaga kebugaran tubuh. Melalui aktivitas ini, Bunda juga dapat menurunkan berat badan (BB) secara efektif.

Studi terbaru yang diterbitkan di International Journal of Environmental Research and Public Health menemukan manfaat jalan kaki pada penurunan berat badan. Studi menemukan bahwa jalan kaki 8.500 langkah setiap hari telah terbukti bisa memangkas berat tubuh.

Dalam studi ini, Profesor El Ghosh dan kolega dari Italia dan Lebanon melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap studi-studi sebelumnya yang berfokus pada berjalan kaki dan pengelolaan berat badan. Para peneliti meninjau 18 uji coba terkontrol secara acak. Dari jumlah tersebut, 14 studi yang melibatkan 3.758 orang dewasa dimasukkan dalam meta-analisis akhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Peserta studi ini memiliki usia rata-rata 53 tahun dan Indeks Massa Tubuh (IMT) rata-rata 31. Peserta studi adalah orang-orang dari beberapa negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Jepang.

Lebih lanjut, studi membandingkan 1.987 peserta yang terdaftar dalam program modifikasi gaya hidup dengan 1.771 orang dalam kelompok kontrol yang sedang menjalani diet tanpa dukungan tambahan atau tidak menerima perawatan apa pun. Program modifikasi gaya hidup menggabungkan panduan diet dengan rekomendasi untuk lebih banyak berjalan kaki dan melacak langkah harian.

Para peneliti melakukan pengukuran sebanyak tiga kali, yakni jumlah langkah harian peserta pada awal penelitian, setelah fase penurunan berat badan (durasi rata-rata 7,9 bulan), dan setelah fase pemeliharaan (durasi rata-rata 10,3 bulan).

Jumlah langkah yang tinggi bisa pangkas BB

Pada awal percobaan, kedua kelompok memiliki tingkat aktivitas yang serupa. Peserta dalam program rata-rata melakukan 7.280 langkah per hari, sedangkan peserta dalam kelompok kontrol rata-rata melakukan 7.180 langkah per hari.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok kontrol tidak menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas berjalan kaki harian dan tidak mengalami penurunan berat badan selama penelitian. Hasil berbeda didapatkan pada mereka yang menjalani program modifikasi gaya hidup.

Mereka di program ini meningkatkan jumlah langkah harian mereka menjadi rata-rata 8.454 langkah pada akhir fase penurunan berat badan. Selama waktu itu, mereka kehilangan rata-rata 4,39 persen dari berat badan atau sekitar 4 kilogram (kg).

Para peserta ini sebagian besar mempertahankan tingkat aktivitas yang lebih tinggi selama fase pemeliharaan, dengan rata-rata 8.241 langkah per hari pada akhir penelitian. Mereka juga berhasil mempertahankan sebagian besar berat badan yang telah mereka turunkan, dengan penurunan berat badan jangka panjang rata-rata sebesar 3,28 persen atau sekitar 3 kg.

Profesor El Ghosh mengatakan bahwa temuan tersebut menunjukkan bahwa program modifikasi gaya hidup dapat mendukung penurunan berat badan jangka panjang yang signifikan. Program-program ini mencakup perubahan gaya hidup seperti diet dan menambah jumlah langkah dalam rutinitas harian.

"Peserta harus selalu didorong untuk meningkatkan jumlah langkah mereka hingga sekitar 8.500 langkah per hari selama fase penurunan berat badan dan mempertahankan tingkat aktivitas fisik ini selama fase pemeliharaan untuk membantu mencegah mereka mengalami kenaikan berat badan kembali," ungkap Ghosh, dilansir laman Science Daily.

"Meningkatkan jumlah langkah yang ditempuh hingga 8.500 setiap hari adalah strategi sederhana dan terjangkau untuk mencegah kenaikan berat badan kembali," sambungnya.

Dari hasil studi ini, para peneliti menyimpulkan bahwa pembatasan kalori kemungkinan lebih berdampak selama fase penurunan berat badan, sementara tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi erat kaitannya dengan pemeliharaan penurunan berat badan jangka panjang.

Meski temuan ini menunjukkan hasil positif, para peneliti mencatat bahwa lebih banyak langkah tidak selalu berarti lebih banyak berat badan yang hilang, Bunda. Sebaliknya, faktor lain memainkan peran yang lebih penting, seperti defisit kalori.

Studi juga memiliki beberapa keterbatasan. Pasalnya, analisis hanya mencakup peserta dewasa yang kelebihan berat badan atau obesitas dan bergantung pada data populasi gabungan, yang berarti temuan tersebut menunjukkan korelasi dan bukan sebab akibat langsung.

"Tentu saja, jika kita berencana untuk melakukan program penurunan berat badan, bicarakan dengan dokter tentang apa yang tepat dalam hal gerakan, tujuan secara keseluruhan, dan an kebiasaan sehat saling membangun," kata kontributor medis ABC News, Dr. Tara Narula, dilansir laman ABC News.

"Semakin banyak berat badan yang kita turunkan, semakin kita ingin berolahraga, dan kita merasa lebih baik. Tetapi sangat membantu untuk mengetahui bahwa sedikit peningkatan itu mungkin sudah cukup."

Demikian studi terbaru yang menemukan manfaat jalan 8.500 langkah setiap hari dan kaitannya dengan penurunan berat badan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online