INFO TEMPO - Dalam agenda besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, peningkatan kualitas pendidikan dan literasi menjadi salah satu langkah penting yang harus didorong. Namun, sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau dan kondisi wilayah yang beragam, pemerataan akses pendidikan di Indonesia masih menjadi tantangan tersendiri.
Akses pendidikan di wilayah Indonesia Timur, misalnya, masih tertinggal dan belum merata dibandingkan wilayah lainnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari tantangan geografis yang ekstrem, keterbatasan fasilitas dasar seperti listrik dan akses internet, hingga minimnya jumlah tenaga pengajar. Selain itu, distribusi sarana pendidikan yang belum merata serta keterbatasan akses transportasi juga membuat banyak anak di daerah terpencil kesulitan memperoleh layanan pendidikan yang layak.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menjawab tantangan tersebut, putra asli Papua, Bhrisco Jordy Dudi Padatu, menggagas Papua Future Project (PFP), sebuah komunitas berbasis proyek di bidang pendidikan yang didirikan pada Juli 2021. Komunitas ini secara khusus berfokus mengangkat isu literasi di daerah tertinggal di wilayah Papua Barat, khususnya di Pulau Mansinam.
Seiring perkembangannya, Pulau Mansinam menjadi bagian dari program Desa Sejahtera Astra yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan potensi ekonomi desa berbasis kearifan lokal. Berbagai inisiatif yang dijalankan juga sejalan dengan empat pilar corporate social responsibility (CSR) Astra, yakni pendidikan melalui program literasi dan pendampingan belajar, kesehatan melalui edukasi bagi masyarakat, lingkungan melalui peningkatan kesadaran terhadap dampak perubahan iklim dan pemanfaatan sampah, serta kewirausahaan melalui pemberdayaan masyarakat adat dalam mengembangkan produk kerajinan berbasis potensi lokal.
Dengan motto “Every Child Matters”, projek ini berfokus menyediakan akses pendidikan secara inklusif sebagai target jangka panjang melalui program bimbingan belajar literasi gratis dan donasi buku bacaan kepada anak-anak asli Papua yang tinggal di daerah dengan angka buta huruf yang tinggi.
Program bimbingan belajar literasi ini menerapkan kurikulum dengan metode adaptive learning yang berfokus pada human-centered design. Metode ini dirancang dengan menyesuaikan motivasi, kebiasaan, keseharian, serta hambatan belajar anak-anak asli Papua sehingga tercipta pendekatan pembelajaran yang lebih tepat dan efektif. Dalam pelaksanaannya, program ini juga memanfaatkan konsep pembelajaran daring melalui teknologi visual dan suara untuk meningkatkan minat belajar siswa.
Karena keterbatasan akses internet, Bhrisco merancang proses pembelajaran menggunakan metode asynchronous learning, yaitu pembelajaran online tidak langsung melalui video pembelajaran yang diunggah ke YouTube atau Google Drive.
Melalui kombinasi adaptive learning dan asynchronous learning, anak-anak menjadi lebih antusias belajar membaca, mengenal huruf dan angka, serta mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran agar lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan zaman. Adapun dalam menjalankan projek ini, Bhrisco telah bekerja sama dengan stakeholders terkait yang terdiri dari kelompok masyarakat, kepala kampung, kepala sekolah, serta tenaga pendidik lokal.
Selain mendorong tingkat literasi anak asli Papua, projek ini juga fokus mengangkat isu dampak perubahan iklim terhadap keberlangsungan hidup masyarakat adat melalui program bimbingan belajar non-akademik sekaligus memberdayakan masyarakat adat untuk membuat dan menjual hasil kerajinan dari alam dan sampah.
Bhrisco juga mengembangkan proses pembelajaran dengan mengintegrasikan inovasi teknologi menggunakan asynchronous learning method sebagai upaya dalam memberikan kesempatan anak-anak asli Papua agar dapat mengakses pembelajaran berbasis teknologi dan menjadi wadah bagi seluruh generasi muda Indonesia untuk dapat berkontribusi bagi pendidikan di Papua lewat jarak jauh.
Lewat upaya tersebut, Bhrisco berhasil meraih penghargaan tingkat nasional lewat ajang Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia Award atau SATU Indonesia Awards 2022 pada kategori pendidikan. Melalui SATU Indonesia Awards, Astra terus memberikan apresiasi kepada anak bangsa yang menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Masyarakat yang memiliki karya maupun inovasi berdampak positif pun dapat berpartisipasi dalam SATU Indonesia Awards. (*)
.png)





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5746528/original/013133300_1778645752-foto_media__78__2.jpg)


