Mengapa Mahasiswa Pilih Demo di Bundaran HI

8 hours ago 6

KETUA Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atau BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengungkapkan alasan mahasiswa memilih berunjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. BEM UI bersama sejumlah organisasi mahasiswa lainnya berencana menggelar aksi bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut" di lokasi tersebut pada hari ini, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurut Athof, Bundaran HI dipilih karena mahasiswa tak lagi percaya dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun pemerintah. Karena itu, kali ini mereka tidak ingin berunjuk rasa di depan Gedung DPR maupun Istana Kepresidenan yang biasanya menjadi lokasi aksi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Saat ini, kata Athof, DPR dan pemerintah cenderung satu suara dalam semua kebijakan yang ia nilai menyengsarakan rakyat. "Karena itu kami sudah tidak percaya lagi untuk demo di sana, di DPR," kata Athof di Jakarta pada Jumat hari ini.

Dengan unjuk rasa di Bundaran HI, Athof berharap mahasiswa bisa lebih menyadarkan masyarakat akan kondisi Indonesia yang sedang menghadapi krisis ekonomi dan demokrasi. "Kami ingin menyadarkan, bahwa kita semua sama-sama menderita," tuturnya.

Massa mahasiswa sempat diadang Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya saat sedang menuju ke Bundaran HI. Massa dari BEM UI diadang oleh aparat keamanan di kawasan Semanggi, Jakarta Pusat. Polisi meminta mereka untuk mengganti lokasi unjuk rasa ke depan Gedung DPR.

Athof mempertanyakan pengadangan tersebut. Ia menilai blokade polisi sebagai tindakan represif. "Padahal kami sudah merencanakan dan juga setelah mengirimkan surat kepada polisian, bahwa kami akan mengadakan aksi di Bundaran HI," ucapnya.

Athof memperkirakan ada sekitar seribu mahasiswa yang tertahan di jalan saat menuju kawasan Bundaran HI. Hingga Jumat siang, kata Athof, mereka masih berupaya untuk menuju ke lokasi tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, Bundaran HI adalah pusat aktivitas masyarakat dan perekonomian. Karena itu, kata dia, masyarakat harus memaklumi kalau demonstrasi tak bisa dilaksanakan di tempat tersebut. "Memang kita ketahui bahwa seputaran Bundaran HI itu bukan merupakan tempat untuk menyampaikan aspirasi," kata Budi dalam keterangan tertulis pada Jumat hari ini.

Karena itu, Polda Metro Jaya meminta mahasiswa untuk mengganti titik unjuk rasa yang awalnya direncanakan di Bundaran HI. Budi berujar, demonstran bisa melakukan aksi di kawasan Patung Arjuna Wijaya atau Patung Kuda atau depan Gedung MPR/DPR/DPD.

Hingga Jumat siang, sejumlah demonstran dari berbagai latar belakang telah menanti massa mahasiswa di kawasan Bundaran HI. Mereka termasuk pekerja hingga rombongan ibu-ibu yang ingin mengikuti aksi. Beberapa di antaranya telah menunggu sejak pukul 10.00 WIB.

Aksi massa bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut" ini diinisiasi aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari Universitas Indonesia (UI), IPB University, Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Pancasila, Universitas Gunadarma, hingga organisasi mahasiswa seperti Front Mahasiswa Nasional dan Serikat Mahasiswa Progresif atau Semar UI.

Setidaknya ada lima tuntutan aksi kali ini. Pertama adalah agar pemerintah menyetop pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kedua, turunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). Ketiga, hentikan program makan bergizi gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Keempat, aliansi juga menuntut akhir terhadap militerisme di ranah sipil. Terakhir, mereka juga meminta agar Presiden Prabowo Subiant berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.

Pilihan Editor:  Bagaimana Mahasiswa Berkonsolidasi tanpa Komando Pusat


Hendrik Yaputra dan Ricky Juliansyah berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online