Mengenal Albuminuria, Tanda Ginjal Bocor atau Rusak

4 hours ago 3

Jakarta -

Albuminuria terjadi ketika jumlah protein albumin hilang melalui urine abnormal. Kondisi ini biasanya menunjukkan bahwa ginjal tidak menyaring darah dengan benar karena masalah seperti diabetes atau hipertensi.

Albumin adalah protein vital yang biasanya ditemukan beredar di dalam aliran darah. Dalam kondisi sehat, ginjal mencegah protein ini keluar dari tubuh, tetapi gangguan fungsi ginjal dapat memungkinkan protein ini bocor ke dalam urine.

Mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya sangat penting untuk menentukan rencana pengobatan yang paling efektif guna melindungi kesehatan ginjal dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Penyebab albuminuria

Dilansir dari laman healthline, albuminuria biasanya disebabkan oleh masalah pada ginjal. Ginjal menyaring darah, menghilangkan partikel limbah dan mengubahnya menjadi urine, sehingga nutrisi berharga tetap berada dalam darah agar dapat didistribusikan dengan benar ke seluruh tubuh.

Ketika sistem penyaringan di ginjal tidak berfungsi dengan baik, terlalu banyak protein dapat masuk ke dalam urine.

Penyakit ginjal kronis adalah salah satu masalah utama yang dapat menyebabkan proteinuria atau albuminuria. Mereka berisiko terkena penyakit ginjal kronis meliputi diabetes, tekanan darah tinggi, dan riwayat keluarga dengan penyakit ginjal kronis.

Selain itu, ada juga beberapa penyebab paling umum dari albuminuria sementara (jangka pendek) meliputi:

  • Dehidrasi atau kurang minum air
  • Latihan intensitas tinggi
  • Demam dan/atau infeksi
  • Eksaserbasi (kambuh) gagal jantung

Adanya albuminuria tidak selalu berarti Bunda mengalami kerusakan ginjal yang sebenarnya. Inilah mengapa pengujian berulang sangat penting, untuk membantu membedakan antara kerusakan ginjal kronis dan stres sementara (jangka pendek) pada ginjal.

Gejala albuminuria

Sebagian besar penderita albuminuria mungkin tidak menyadari gejala apa pun. Inilah mengapa sangat penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur, terutama jika memiliki faktor risiko albuminuria atau penyakit ginjal.

Dilansir dari laman National Kidney Foundation, jika gejala muncul, Bunda mungkin akan melihat satu atau lebih hal berikut ini:

  • Urine berbusa
  • Bengkak di sekitar mata, terutama di pagi hari
  • Sering buang air kecil dari biasanya
  • Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, area perut, atau wajah

Cara mengurangi jumlah albumin dalam urine

Jika memiliki kadar albumin yang tinggi dalam urine, tetapi belum didiagnosis menderita penyakit ginjal kronis, Bunda dapat mencoba beberapa kiat gaya hidup sehat berikut ini untuk mengatasi albuminuria dan meningkatkan kesehatan ginjal:

  • Konsumsi makanan bergizi dan seimbang.
  • Pertahankan berat badan dalam kisaran moderat.
  • Pantau asupan garam dan natrium Bunda secara teratur.
  • Tetap aktif dan berolahraga secara rutin
  • Perhatikan berapa banyak dan jenis protein apa yang dikonsumsi.
  • Diskusikan dengan dokter terkait obat-obatan lain yang dikonsumsi secara teratur.

Jika didiagnosis menderita penyakit ginjal kronis, dokter spesialis ginjal akan membahas perubahan pola makan dan gaya hidup yang mungkin perlu Bunda lakukan, serta obat-obatan dan perawatan lainnya.

Perawatan awal untuk mengurangi albuminuria dapat mencakup obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah.

Pada stadium penyakit ginjal yang lebih lanjut, Bunda mungkin perlu mengikuti diet khusus, seperti membatasi asupan cairan, atau menjalani perawatan dialisis atau transplantasi ginjal.

Nah, itulah beberapa hal yang dapat diketahui tentang albuminuria hingga cara mengurangi jumlah albumin dalam urine. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online