Mengenal Penyakit Fifth Disease, Ruam Merah pada Pipi Anak atau Sindrom Pipi Ditampar

9 hours ago 7

Bunda, pernahkah melihat tiba-tiba pipi anak berwarna merah? Mungkin tak sedikit orang tua yang mengira itu efek dari bermain di luar atau terkena serangga. Tapi, tahukah bila kondisi tersebut juga bisa menjadi tanda fifth disease?

Meski warna merah di pipi Si Kecil cukup mencolok, Bunda tak perlu khawatir. Fifth disease ini tergolong ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya, kok. Namun, penting untuk mengenali gejala dan memahami cara penanganannya agar Bunda tidak salah langka, ya.

Dengan mengetahui informasi yang tepat, Bunda bisa lebih tenang dan sigap dalam merawat Si Kecil. Oleh karena itu, yuk, simak penjelasan lengkap tentang fifth disease berikut ini agar Bunda semakin paham dan siap menghadapinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Apa itu penyakit fifth disease?

Melansir dari Nebraska Medicine, fifth disease merupakan infeksi virus ringan yang disebabkan oleh parvovirus B19. Penyakit ini sering dijuluki sebagai ‘sindrom pipi ditampar’ karena munculnya ruam merah terang di pipi anak yang terlihat seperti bekas tamparan.

Menurut penelitian dari Harvard University, penyakit ini umumnya muncul dalam bentuk wabah, terutama di akhir musim dingin hingga awal musim semi. Bahkan, saat penyebarannya terjadi di lingkungan sekolah, sekitar 10 hingga 60 persen anak yang rentan bisa tertular.

Sedikit yang Bunda perlu ketahui, bahwa parvovirus B19 pada fifth disease ini hanya menyerang manusia. Jenis ini diketahui berbeda dengan jenis parvovirus yang menginfeksi hewan seperti anjing. Karena itu, penularannya tidak akan terjadi dari manusia ke hewan.

Bagaimana penyebaran penyakit fifth disease?

Pada umumnya, fifth disease merupakan infeksi virus yang biasa terjadi pada anak usia sekolah. Melihat penyakit ini yang mudah menyebar dari satu orang ke orang lain, membuat orang tua perlu mengetahui bagaimana penyebarannya untuk meminimalisir penularannya.

Diketahui dari berbagai studi, penularan penyakit ini umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh, Bunda. Beberapa di antaranya adalah percikan air liur, lendir dari hidung dan mulut orang yang terinfeksi, hingga alat makan yang terkontaminasi.

Selain itu, virus ini juga bisa menyebar melalui sentuhan tangan yang terkontaminasi dan tanpa sadar mengenai area wajah seperti hidup atau mulut. Karena penyebarannya cukup mudah, maka risiko penularan penyakit ini akan meningkat jika penderita melakukan kontak dengan non-penderita.

Gejala penyakit fifth disease yang perlu diketahui orang tua

Bunda, perlu diketahui bahwa tidak semua anak yang terinfeksi fifth disease langsung menunjukkan gejala, lho. Bahkan, ada juga yang tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi karena gejalanya begitu ringan dan hampir tidak terasa.

Jika gejala muncul, biasanya diawali dengan flu ringan, seperti hidung tersumbat, pilek, demam ringan, nyeri badan, sakit kepala, hingga kelelahan. Pada anak-anak, keluhan ini umumnya akan mereda dalam tiga hingga empat hari.

Setelah itu, biasanya muncul ruam khas berwarna merah terang di pipi. Ruam ini kemudian bisa menyebar ke bagian tubuh lain, seperti lengan, kaki, badan, dan bokong dengan memiliki pola tersendiri. Pada beberapa anak, ruam ini bisa terasa gatal dan menetap selama beberapa hari hingga minggu.

Sementara pada remaja dan orang dewasa, gejala yang muncul bisa sedikit berbeda. Selain ruam, ada kemungkinan muncul nyeri dan pembengkakan pada sendi, terutama di area tangan, pergelangan, dan lutut.

Meski begitu, kondisi ini umumnya akan membaik dengan sendirinya tanpa menyebabkan masalah jangka panjang. Secara keseluruhan, fifth disease diperkirakan akan sembuh dalam waktu tiga minggu, meskipun ruam atau nyeri sendi bisa bertahan lebih lama.

Bagaimana proses diagnosis penyakit fifth disease?

Umumnya dokter akan mendiagnosis penyakit fifth disease melalui pemeriksaan fisik, Bunda. Nantinya, dokter akan melihat ruam yang muncul di pipi Si Kecil, karena ruam merupakan tanda yang paling mudah dikenali, apalagi jika tidak disertai demam tinggi.

Namun, karena sebelum ruam muncul gejalanya sulit terdeteksi, maka dokter akan menyarankan pemeriksaan tambahan, seperti tes darah. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi antibodi terhadap parvovirus B19, yaitu protein yang diproduksi tubuh untuk melawan infeksi.

Selain itu, di beberapa kasus, virus atau materi genetiknya (DNA) juga bisa dideteksi melalui pemeriksaan darah. Dengan kombinasi pemeriksaan ini, dokter mampu memastikan diagnosis yang lebih akurat, Bunda.

Perawatan penyakit fifth disease

Sejauh ini, tidak ada pengobatan khusus yang dilakukan untuk mengatasi fifth disease, mengingat penyakit ini termasuk dalam kategori infeksi ringan. Belum ada obat antivirus untuk menanganinya dan sebagian besar anak akan pulih sendiri tanpa disertai komplikasi.

Melansir dari beberapa penelitian, perawatan yang dilakukan biasanya bersifat suportif, yaitu membantu meredakan gejala yang dirasakan anak, seperti istirahat dan minum yang cukup. Jika anak demam, Bunda bisa memberikan obat penurun demam seperti parasetamol atau ibuprofen sesuai anjuran dokter.

Kemudian, jika anak merasa ruamnya begitu gatal, Bunda bisa mengatasinya dengan mandi air hangat atau perawatan kulit seperti lulur oatmeal. Ruam ini biasanya akan memudar dalam waktu 5 sampai 10 hari, tergantung kondisi anak.

Pada remaja dan orang dewasa yang mengalami nyeri atau pembengkakan sendi, dokter juga menganjurkan agar menggunakan parasetamol atau ibuprofen. Penting untuk diketahui, hindari pemberian aspirin pada anak karena sangat berisiko.

Pada kondisi tertentu, misalnya anak dengan kelainan darah, daya tubuh yang lemah, atau penyakit tertentu, risiko komplikasinya memang lebih tinggi, Bunda. Dalam kasus ini, dokter mungkin akan memberikan penanganan khusus, termasuk terapi tambahan jika diperlukan.

Demikian penjelasan mengenai penyakit fifth disease yang perlu orang tua ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online