Mengenal Underparenting, Pola Asuh Minim Keterlibatan pada Anak

8 hours ago 7

Jakarta -

Dalam menjalani peran sebagai orang tua, rasa khawatir terhadap anak memang kerap terjadi begitu saja. Mulai dari soal makanan, sekolah, sampai apakah Si Kecil benar-benar menikmati masa kecilnya dengan bahagia.

Saat anak terlihat bosan di rumah, banyak orang tua langsung merasa harus mencari kegiatan baru untuk mereka. Tanpa sadar, kita jadi ingin terus mengatur hampir semua hal dalam keseharian mereka.

Namun belakangan, ada pengasuhan yang mulai banyak dibicarakan, yaitu underparenting. Gaya pengasuhan ini membuat banyak orang mulai mempertanyakan, apakah anak memang harus selalu diarahkan dalam setiap hal?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Sebagian orang menilai, sesekali memberi ruang pada anak justru bisa membantu mereka belajar banyak hal sendiri. Sebenarnya, seperti apa sih underparenting itu, Bunda?

Mengenal underparenting

Dikutip dari laman Parents, underparenting dijelaskan sebagai pengasuhan dengan keterlibatan orang tua yang lebih minim, di mana anak diberi lebih banyak ruang untuk mencoba, mengeksplorasi, hingga belajar dari kesalahan mereka sendiri.

Meski begitu, orang tua harus tetap hadir untuk memberikan dukungan secara emosional dan arahan bila memang dibutuhkan.

Seorang psikolog klinis sekaligus asisten profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Duke, Breanna Dede, menjelaskan bahwa konsep ini sejalan dengan pola pengasuhan yang responsif.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan ini tidak hanya soal menetapkan aturan saja, tetapi juga memberi ruang untuk melihat apa yang sebenarnya dibutuhkan anak.

"Berbeda dengan hanya menetapkan semua aturan, aktivitas, dan harapan ini, pendekatannya lebih ke arah menunggu dan melihat atau bersantai, membiarkan anak menunjukkan kepada orang tua apa yang mereka butuhkan," jelasnya.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh psikolog klinis dari University of Southern California, Darby Saxbe. Ia menyampaikan bahwa underparenting bukan berarti membiarkan anak sepenuhnya tanpa arahan dari orang tua.

Menurutnya, konsep ini lebih pada kemampuan orang tua untuk mengetahui kapan harus turun tangan dan kapan sebaiknya memberi anak ruang untuk belajar sendiri.

Penerapan underparenting dalam keseharian anak

Menurut Saxbe, underparenting dalam keseharian bisa terlihat dari kegiatan bersama anak. Seperti mengajak mereka berbelanja, melibatkan dalam pekerjaan rumah, atau memberi anak kesempatan untuk bermain.

Namun, bukan berarti orang tua harus selalu mengisi setiap waktu anak dengan kegiatan. Justru, ada ruang untuk membiarkan anak menikmati waktu tenangnya tanpa harus selalu diarahkan.

Saxbe juga menyebut konsep ini mirip dengan slow parenting, yaitu pola asuh yang lebih fleksibel. Orang tua tetap bisa menyesuaikan keadaan tanpa harus selalu mengikuti jadwal yang padat.

Sementara itu, psikolog Dede mengatakan bahwa underparenting juga memberi ruang bagi anak untuk belajar dari keseharian mereka. Salah satunya ketika anak menghadapi konsekuensi dari pilihan yang mereka ambil.

Dede mencontohkan ketika anak menolak memakai jaket di cuaca yang dingin, orang tua bisa membiarkan mereka merasakan akibat dari keputusan tersebut.

"Orang tua bisa menetapkan konsekuensi seperti mengambil gadget, atau ada konsekuensi seperti, 'Oke, jangan pakai jaket hujan, kamu keluar nanti akan basah kuyup,'" ujarnya.

Apakah underparenting bermanfaat bagi tumbuh kembang anak?

Dikutip dari laman Parents, pola asuh ini disebut-sebut dapat mendukung kesejahteraan emosional anak dalam beberapa hal, seperti:

1. Membantu anak belajar memecahkan masalah

Underparenting dapat membantu anak lebih terlatih dalam menghadapi masalah sehari-hari, Bunda. Saat mereka dibiarkan belajar dari kesalahan, anak jadi lebih paham tentang hubungan antara tindakan dan konsekuensinya.

2. Mengasah kreativitas dan kesadaran diri anak

Waktu bermain tanpa banyak aturan dan tidak selalu diisi kegiatan bisa memberi ruang bagi anak untuk melakukan banyak hal. Sebab itu, anak juga lebih bebas mengenal diri dan mengembangkan kreativitasnya sendiri.

3. Menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya diri

Dengan diberi kesempatan untuk mencoba sendiri, anak pun belajar bahwa mereka mampu menyelesaikan hal-hal tanpa selalu dibantu oleh Bunda. Lambat laun, hal ini bisa membangun rasa percaya diri mereka.

Tips menerapkan underparenting dalam keseharian

Menurut psikolog Dede, menerapkan pola asuh ini sebaiknya dilakukan secara bertahap. Orang tua bisa mulai dengan melihat bagian mana yang selama ini terlalu banyak diatur atau terlalu sering ikut campur.

"Saya akan mendorong orang tua untuk melakukannya secara bertahap. Orang tua tidak akan bisa melakukan transisi dalam semalam," jelasnya.

Dalam hal ini, ia membagikan cara yang dapat membantu orang tua untuk mulai menerapkan underparenting, seperti:

1. Memberi kelonggaran pada diri sendiri

Dede menyampaikan bahwa orang tua mungkin akan merasa sulit saat ingin mengurangi keterlibatan dalam beberapa momen penting anak. Karena itu, Bunda dan Ayah dianjurkan untuk tidak keras pada diri sendiri ketika ada hal yang tidak berjalan sempurna.

2. Fokus pada satu hal terlebih dahulu

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah memilih satu hal yang ingin diperbaiki, misalnya mengurangi kegiatan yang bikin anak terlalu lelah atau tertekan.

3. Mendukung dan mengapresiasi perkembangan anak

Selanjutnya, orang tua tetap perlu hadir dengan cara merayakan hal yang berhasil dilakukan anak sendiri, seperti memakai sepatu atau mengambil camilan.

Enggak cuma itu, orang tua juga bisa memberikan dukungan saat anak sedang mengalami kesulitan.

4. Menjelaskan perubahan kepada anak

Sebagai orang tua, kita harus berbicara dengan anak mengenai perubahan pengasuhan yang dilakukan. Bukan tanpa alasan, hal ini agar mereka bisa paham tujuan di balik perubahan tersebut, sehingga mereka pun bisa tumbuh mandiri dan percaya diri.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online